OTOMOTIF - Satu perusahaan otobus (PO) asal Kabupaten Tulungagung yang sukses merambah tanah air tak lain PO Harapan Jaya.
Garasi pusat PO Harapan Jaya itu terletak di Jalan Mastrip 1 Nomor 17, Kelurahan Jepun, Kecamatan/Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur.
Mengenai bus satu ini, ada suatu hal yang unik, yakni gambar 8 kuda yang sedang berlari.
Gambar ini terpampang di body sebelah kiri-kanan armada bus Harapan Jaya.
Owner PO Harapan Jaya, Sugio Utomo mengakui bahwa logo 8 kuda memang memiliki nilai filosofis tersendiri.
Ia bercerita, PO Harapan Jaya ini berdiri sejak 1972 atau 52 tahun silam.
"Sebelum kita mendiriken perusahaan otobus, sebenarnya tahun 1960-an sudah lahir. Banyak PO juga, Sehat, Gemilang, Swadaya, Rejeki, Jaya Mulya. Dari situ, kita melihat peluang bisnis di sini ini, cukup potensial," ungkap Sugio Utomo, dikutip Radar Tulungagung dari YouTube @PerpalZTV pada Rabu (23/10/2024).
Awal-awal mertintis, PO Harapan Jaya hanya mengandalkan satu unit armada bus dengan trayek Tulungagung-Surabaya.
Meski armada bus minim, nilai investasi untuk satu unit bus mencapai Rp 350 juta.
Nilai investasi yang dikeluarkan memang terkesan mahal, tapi Sugio menilai, pendapatan dari jasa angkutan umum bus kala itu tumbuh positif.
"Di situ itu masih ada sisa dalam arti secara operasional, income cashflow itu tetap mumpuni," ujarnya.
Lain itu, Sugio menanggapi bahwa 8 kuda atau jaran (Bahasa Jawa) yang menjadi logo armada bus Harapan Jaya memiliki arti mendalam.
"Banyak temen-temen dari perusahaan otobus yang lain penasaran, kenapa kok memakai logo kuda," ujarnya, menanggapi banyak orang yang merasa penasaran.
Gio, panggilan Sugio, menjelaskan logo itu terinspirasi dari nilai kuda. Menurutnya, kuda itu memendam sifat yang dapat diteladani.
"Kuda itu punya sifat baik, kuda yang baik itu tidak akan makan rumput yang sudah dilalui," ucapnya.
"Ba: 8, Ma: Kuda, Jun: Kuda penuh semangat, Tu: gambar. Jadi, kuda 8 itu sudah menjadi patokan. Hao Ma Bu Chi Huitou Cao. Nilainya, Gas terus," tambahnya.***
Editor : Henny Surya Akbar Purna Putra