TULUNGAGUNG – Meski kuda besi ini dikenal dengan teknologi canggih dan desain elegan, mobil-mobil Eropa ternyata jarang diminati oleh masyarakat Tulungagung.
Di jalan-jalan kota hingga pelosok desa Tulungagung, dominasi mobil Jepang seperti Toyota, Honda, dan Daihatsu jauh lebih terlihat. Fenomena ini bukan tanpa alasan.
Berikut beberapa penyebab utama kenapa mobil jenis Eropa kurang populer di Tulungagung.
1. Harga Beli yang Terlalu Tinggi
Mobil Eropa seperti Mercedes-Benz, BMW, dan Volkswagen memiliki harga beli yang jauh lebih mahal dibandingkan mobil-mobil Jepang atau Korea.
Di Tulungagung, mayoritas masyarakat masih memilih kendaraan dengan harga terjangkau namun fungsional.
Bagi kebanyakan orang, membeli mobil bukan hanya soal gaya, tapi juga soal kebutuhan dan efisiensi biaya.
2. Biaya Perawatan dan Suku Cadang Mahal
Salah satu alasan kuat lainnya adalah mahalnya biaya servis dan suku cadang mobil Eropa. Bengkel resmi terbatas, dan jika pun ada, tarif jasa serta harga komponen bisa 2–3 kali lipat dibandingkan mobil Jepang.
Bahkan untuk suku cadang kecil seperti filter oli atau kampas rem, harganya bisa membuat pemilik mobil berpikir dua kali.
3. Minimnya Teknisi yang Terlatih
Di Tulungagung, bengkel umum lebih akrab dengan mobil-mobil buatan Jepang atau Korea.
Teknisi yang memahami sistem mobil Eropa seperti transmisi DSG, suspensi udara, atau sistem kelistrikan rumit masih sangat terbatas. Akibatnya, pemilik mobil Eropa sering harus ke luar kota untuk servis khusus.
4. Kurangnya Dukungan Purna Jual
Mobil Eropa cenderung memiliki nilai depresiasi tinggi di pasar Indonesia, termasuk di Tulungagung. Saat dijual kembali, harga mobil Eropa bisa turun drastis karena minimnya peminat.
Berbeda dengan mobil Jepang yang cenderung lebih stabil harganya dan cepat laku di pasar mobil bekas.
5. Medan Jalan dan Gaya Hidup Tidak Cocok
Sebagian besar wilayah di Tulungagung masih memiliki medan jalan yang menantang, terutama di area pegunungan atau pedesaan.
Mobil Eropa yang biasanya memiliki ground clearance rendah dan suspensi kaku, kurang cocok untuk kondisi seperti ini. Warga lebih memilih mobil jenis MPV atau SUV dari Jepang yang tangguh dan nyaman digunakan harian.
Walau secara teknologi dan kenyamanan mobil Eropa punya keunggulan, faktor ekonomi, perawatan, hingga kondisi geografis membuat masyarakat Tulungagung lebih memilih mobil Jepang atau Korea.
Kecuali untuk segmen tertentu seperti kolektor atau kalangan atas, mobil Eropa masih dianggap sebagai kendaraan “mewah yang repot.” (rin)
Editor : Didin Cahya Firmansyah