Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Jangan Nekat! Kenali 4 Risiko Fatal Mobil Menerobos Banjir, Nomor Terakhir Sering Diremehkan

Rinto Wahyu Hidayat • Sabtu, 12 Juli 2025 | 23:30 WIB
Tindakan menerobos banjir menyimpan empat risiko serius yang bisa merugikan secara fisik maupun finansial.
Tindakan menerobos banjir menyimpan empat risiko serius yang bisa merugikan secara fisik maupun finansial.

JAKARTA – Musim hujan kembali datang, dan sejumlah titik di Jakarta dilaporkan tergenang banjir. 

Meski tampak sepele, banyak pengendara mobil yang masih nekat menerobos genangan tanpa berpikir panjang. 

Padahal, tindakan ini menyimpan empat risiko serius yang bisa merugikan secara fisik maupun finansial.

Berikut ini empat risiko utama jika mobil dipaksa menerobos banjir:

1. Water Hammer: Mesin Rusak Total

Water hammer adalah momok paling menakutkan bagi kendaraan yang menerjang banjir. 

Ketika air masuk ke ruang bakar mesin, tekanan tinggi dari air dapat merusak komponen vital seperti piston, setang piston, hingga crankcase. 

Efeknya? Mesin bisa rusak parah dan perlu turun mesin biaya perbaikannya bisa mencapai belasan juta rupiah.

“Begitu air masuk ke ruang bakar, kerusakan hampir pasti terjadi. Ini bukan sekadar mogok biasa,” ujar Agung S, 41, mekanik spesialis mesin Eropa di kawasan kedungwaru, Tulungagung. 

2. Risiko Kecelakaan. 

Genangan banjir menyamarkan kondisi jalan. 

Mobil bisa saja menabrak kendaraan lain yang mendadak mogok atau masuk ke lubang tak terlihat. 

Terlebih, arus air yang deras bisa membuat mobil tergelincir atau bahkan terbawa arus. 

Situasi ini meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas yang tidak diinginkan.

3. Kabin Terendam dan Bau Menyengat. 

Meski pintu tertutup rapat, air bisa tetap menyusup ke dalam kabin melalui celah kecil di bodi mobil.

Akibatnya, interior mobil seperti karpet, jok, dan perangkat elektronik bisa rusak dan berbau tidak sedap. 

Membersihkan dan mengeringkannya membutuhkan biaya dan waktu ekstra.

4. Klaim Asuransi dan Garansi Bisa Ditolak.

Yang sering luput dari perhatian: memaksa mobil menerjang banjir bisa membuat klaim asuransi atau garansi kendaraan Anda ditolak.  

Water hammer yang disebabkan karena kelalaian dinilai sebagai kerusakan yang disengaja oleh pengguna. 

Hal ini membuat perusahaan asuransi atau bengkel resmi tidak bertanggung jawab atas kerusakan yang terjadi.

“Kalau terbukti mobil dipaksa jalan di tengah banjir, klaim bisa ditolak. Ini sudah jadi ketentuan umum di hampir semua polis asuransi kendaraan,” jelas Agustian, 41, petugas asuransi otomotif.

Tips Aman Melewati Jalan Banjir

Sebisa mungkin, hindari jalur yang tergenang banjir. 

Namun, jika terpaksa:

- Pastikan ketinggian air masih dalam batas aman (di bawah setengah ban mobil).

- Hindari menyalakan mesin saat mesin tiba-tiba mati di tengah genangan.

- Segera dorong mobil ke lokasi yang aman dan kering.

- Jangan ragu mematikan mesin dan menepi untuk menghindari risiko water hammer.

Menerobos banjir dengan mobil bukan hanya soal keberanian, tapi juga soal risiko besar yang harus ditanggung. 

Kerusakan mesin, kecelakaan, kabin kotor, hingga kehilangan hak klaim asuransi adalah konsekuensi nyata yang tak bisa dianggap remeh. 

Saat jalan tergenang, pilihan terbaik adalah menunggu atau mencari alternatif yang lebih aman.(rin)

Editor : Didin Cahya Firmansyah
#dampak #mobil #terobos banjir