TULUNGAGUNG - Di tengah dominasi motor berteknologi injeksi dan mesin 4-tak ramah lingkungan, pamor Yamaha 125Z justru tidak surut.
Motor bebek sport bermesin 2-tak yang pernah merajai jalanan di Tulungagung ini justru semakin dicari oleh para penggemar otomotif, terutama mereka yang menggemari performa agresif dan nilai historis dari kendaraan roda dua.
Yamaha 125Z pertama kali diperkenalkan di Malaysia pada akhir 1990an dan sempat dijual secara terbatas di Indonesia melalui jalur tidak resmi.
Meski demikian, ketenarannya cukup luas dikenal di kalangan komunitas pecinta motor 2-tak. Performa mesin yang dinilai tangguh serta desain aerodinamis yang khas era 2000-an menjadikan 125Z sebagai salah satu motor bebek tercepat di kelasnya.
Baca Juga: Terbukti Tangguh dan Multi-Fungsi, YAMAHA GEAR ULTIMA Jadi Pilihan Motor Operasional di Warkopolim
Sejumlah pengamat otomotif menyebut Yamaha 125Z sebagai motor cult classic yang memiliki nilai sentimental tinggi di kalangan penggemar kendaraan roda dua.
Mereka menilai bahwa karakter 2-tak yang agresif dan suara knalpot yang ikonik menjadi alasan utama mengapa motor ini masih begitu diminati, meski produksi massalnya telah dihentikan sejak tahun 2017 oleh Yamaha Malaysia.
Kelangkaan unit baru membuat pasar motor bekas Yamaha 125Z menjadi semakin eksklusif. Berdasarkan penelusuran di beberapa platform jual beli daring dan komunitas, harga unit bekas 125Z dalam kondisi baik bisa mencapai Rp70 juta hingga lebih dari Rp100 juta. Bahkan, unit dengan kondisi full original dan jarang dipakai dikabarkan pernah ditawar setara harga satu unit mobil bekas.
Baca Juga: Hobi Anak Laki-Laki di Dunia Otomotif : Antara Gairah, Mesin, dan Masa Depan
Menurut informasi dari beberapa pelaku usaha motor bekas dan bengkel restorasi di Jakarta dan Bandung, permintaan terhadap Yamaha 125Z cenderung stabil dalam beberapa tahun terakhir.
Mereka menyebut, pembeli 125Z umumnya berasal dari kalangan kolektor, mantan pemilik yang ingin bernostalgia, hingga pemburu motor untuk kontes modifikasi dan restorasi.
Di balik performa mesinnya yang masih diakui, Yamaha 125Z juga memiliki nilai historis sebagai salah satu motor 2-tak terakhir dalam kategori bebek sport yang dirakit oleh pabrikan besar.
Banyak kalangan menyayangkan berakhirnya produksi motor ini, yang dinilai sebagai bagian dari transisi industri otomotif menuju kendaraan yang lebih ramah lingkungan.
Baca Juga: Yamaha Rayakan Hari Ulang Tahun, Maju Bersama Pelanggan Sambut Masa Depan
Meski demikian, para pemilik Yamaha 125Z tidak terlalu kesulitan dalam hal perawatan. Beberapa bengkel spesialis 2-tak di Indonesia masih menyediakan onderdil orisinal dan layanan servis khusus untuk motor jenis ini.
Selain itu, komunitas pecinta 125Z yang tersebar di berbagai kota kerap menjadi sumber informasi dan wadah saling bertukar suku cadang.
Salah satu anggota komunitas Yamaha 125Z Indonesia menyebut bahwa motor ini bukan hanya sekadar kendaraan, tetapi juga simbol gaya hidup dan kenangan masa lalu yang sulit tergantikan.
Ia menyatakan bahwa berkendara menggunakan 125Z memberikan sensasi berbeda, terutama dari sisi suara dan respons mesin yang cepat, hal yang jarang ditemui di motor modern saat ini.
Baca Juga: Harga Motor Bekas Mulai Rp 5 Jutaan di Tulungagung, Cek Jenis dan Tahun Produksinya!
Fenomena meningkatnya harga Yamaha 125Z menunjukkan bahwa pasar motor bekas tidak sepenuhnya mengikuti pola depresiasi normal. Sebaliknya, ada segmen pasar yang tumbuh berdasarkan nilai emosional, keunikan desain, serta kelangkaan produk.
Motor seperti 125Z dinilai telah masuk ke dalam kategori barang kolektor, bukan lagi sekadar alat transportasi.
Pemerhati tren otomotif menilai bahwa selama masih ada minat terhadap motor klasik dan performa tinggi, Yamaha 125Z akan tetap menjadi barang buruan.
Meskipun era 2-tak perlahan menghilang dari jalanan karena regulasi emisi, warisan seperti Yamaha 125Z diperkirakan akan tetap hidup dalam komunitas-komunitas yang setia merawat dan mengabadikannya.
Editor : Matlaul Ngainul Aziz