Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Warga Tulungagung Perlu Tahu, Berikut 5 Dampak Gonta-Ganti BBM pada Mesin

Friesta Cahya Ramadhani • Minggu, 17 Agustus 2025 | 22:50 WIB

Harga BBM Pertamina di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat tak terkena penyesuaian.
Harga BBM Pertamina di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat tak terkena penyesuaian.

RADAR TULUNGAGUNG - Warga Tulungagung pasti sudah tidak asing dengan kebiasaan memilih bahan bakar minyak (BBM) berdasarkan harga atau stok yang tersedia di SPBU.

Terlihat sepele, tapi kebiasaan ini untuk diketahui warga Tulungagung bisa berdampak besar bagi kendaraan kesayangan, terutama dalam jangka panjang.

Mesin kendaraan warga Tulungagung tidak hanya butuh bahan bakar untuk bergerak, tetapi juga butuh kecocokan antara kualitas BBM dan kebutuhan teknis mesin.

Baca Juga: Modal Stiker Bertema Mikroorganisme Bikin Fazzio Hybrid Jadi Tampil Lebih Manis Sekaligus Kalcer

Kalau terlalu sering berganti-ganti jenis BBM, terutama dengan kadar oktan yang berbeda, efeknya bisa cukup merugikan. Berikut lima dampak yang perlu diwaspadai:

1. Performa Mesin Menurun Secara Signifikan

Setiap kendaraan dirancang untuk bekerja dengan spesifikasi BBM tertentu, termasuk nilai oktan. Semakin tinggi rasio kompresi mesin, semakin tinggi pula kebutuhan oktan bahan bakarnya.

Ketika kendaraan yang seharusnya memakai BBM oktan tinggi malah diisi dengan oktan rendah, proses pembakaran di ruang mesin menjadi tidak optimal.

Hal ini membuat mesin terasa berat, tarikan gas melambat, dan akselerasi jadi kurang maksimal.

Baca Juga: Hobi Anak Laki-Laki di Dunia Otomotif : Antara Gairah, Mesin, dan Masa Depan

Pengemudi akan merasakan perbedaan tenaga, terutama saat digunakan di tanjakan atau untuk perjalanan jauh.

Dalam jangka waktu tertentu, kondisi ini bisa membuat mesin cepat rusak karena beban kerja yang tidak sesuai.

2. Timbulnya Kerak Membandel di Ruang Bakar

Gonta-ganti BBM juga bisa menimbulkan endapan karbon atau kerak di dalam ruang pembakaran.

Setiap jenis BBM punya kandungan aditif yang berbeda, dan ketika kandungan itu bercampur tidak konsisten, residu dari pembakaran bisa menempel dan menumpuk di bagian piston, klep, hingga dinding silinder.

Baca Juga: Tampil Kompetitif dan Berstrategi, Arai Agaska Sabet Juara Race di Hungaria

Kerak ini lama-lama akan mengganggu proses pembakaran. Mesin bisa jadi brebet, boros, bahkan sulit dinyalakan.

Bila dibiarkan, kerak yang menumpuk juga berisiko merusak komponen penting dan memperpendek usia pakai kendaraan.

3. Konsumsi BBM Jadi Lebih Boros

Salah satu alasan utama pengendara sering gonta-ganti BBM adalah ingin berhemat. Sayangnya, dampak dari ketidaksesuaian BBM dengan mesin justru membuat kendaraan lebih boros bahan bakar.

Proses pembakaran yang tidak sempurna menyebabkan mesin harus bekerja lebih keras untuk menghasilkan tenaga yang sama.

Akibatnya, tangki jadi lebih cepat kosong dan pengeluaran malah membengkak.

Baca Juga: Motuba Gaya Baru Anak Muda dari Hobi hingga Simbol Karakter

Bukannya irit, kebiasaan ini justru bikin dompet makin tipis. Selain itu, mesin yang terus-menerus dipaksa bekerja dalam kondisi tidak ideal juga akan lebih cepat aus.

4. Sensor Mesin Bisa Error dan Mengganggu Sistem Injeksi

Kendaraan keluaran terbaru umumnya sudah menggunakan sistem injeksi yang sangat mengandalkan sensor-sensor elektronik.

Salah satunya adalah knock sensor yang bertugas mendeteksi getaran pembakaran tidak sempurna akibat BBM yang tidak sesuai.

Ketika sensor terus bekerja keras karena BBM yang salah, maka sistem ECU (Electronic Control Unit) akan mengalami kesalahan pembacaan data.

Hal ini membuat pengaturan campuran udara dan bahan bakar menjadi kacau. Mesin bisa mengalami penurunan performa, lampu indikator menyala, bahkan berisiko mogok mendadak di jalan.

5. Emisi Gas Buang Meningkat dan Bisa Gagal Uji Emisi

Pembakaran BBM yang tidak sempurna bukan hanya merugikan mesin, tetapi juga lingkungan.

Sisa pembakaran yang tidak tuntas menghasilkan gas buang berbahaya seperti karbon monoksida dan hidrokarbon.

Baca Juga: Langka dan Punya Harga Selangit, Yamaha 125Z Motor 2 Tak Legendaris yang Masih Diburu di Tulungagung

Ini membuat kendaraan mengeluarkan polusi lebih banyak dibandingkan kendaraan yang memakai BBM sesuai kebutuhan.

Jika kendaraan diuji emisi dan hasilnya melebihi ambang batas, maka bisa dinyatakan gagal.

Beberapa daerah bahkan sudah menerapkan sanksi bagi kendaraan yang tidak lolos uji emisi, mulai dari tilang hingga pembatasan operasional.

Selain berdampak pada lingkungan, kondisi ini juga memperburuk citra kendaraan di jalan.

Baca Juga: Lebih Irit Mana: Mitsubishi Xpander Cross, Suzuki XL7, atau Honda BR-V? Ini Hasil Uji Konsumsi BBM yang Wajib Diketahui Warga Tulungagung

Agar kendaraan tetap awet, irit, dan nyaman dikendarai, sebaiknya gunakan BBM yang sesuai dengan rekomendasi pabrikan.

Jangan tergoda dengan harga murah atau iming-iming efisiensi sementara, karena dampaknya justru merugikan dalam jangka panjang.

Warga Tulungagung yang sayang kendaraan tentu tidak ingin sering bolak-balik ke bengkel hanya karena salah pilih BBM. Lebih baik mencegah sejak awal, daripada menyesal kemudian. Semoga bermanfaat! ****

 

Editor : Dharaka R. Perdana
#tulungagung #bbm #mesin mobil