RADAR TULUNGAGUNG - Kalau Anda sempat jalan-jalan di Tulungagung, ada satu pemandangan unik yang sering bikin senyum sendiri boneka mungil yang berjajar di dashboard mobil.
Dari boneka karakter lucu, tokoh kartun terkenal, sampai boneka dengan tampilan agak seram ketika malam hari semuanya jadi penghias wajib kendaraan roda empat di Tulungagung.
Fenomena hiasan boneka di dashboard ternyata bukan sekadar tren estetika. Ada beberapa alasan kenapa pemilik mobil di Tulungagung hobi menaruh boneka:
Baca Juga: Kenapa Musik Bisa Bikin Baper? Begini Cara Otak Memprosesnya
1. Teman Perjalanan
Bagi sebagian pengemudi, boneka kecil seolah menjadi “teman setia” dalam perjalanan jauh.
Rasanya ada yang kurang kalau dashboard kosong tanpa hiasan imut itu.
2. Identitas dan Selera Pemilik
Boneka juga bisa jadi representasi karakter pemilik mobil. Ada yang suka boneka lucu untuk menunjukkan sisi ceria, ada yang memilih boneka unik untuk tampil beda.
Bahkan ada yang memasang boneka seram hanya sekadar iseng biar mobilnya terlihat anti-mainstream.
Baca Juga: Kenapa Banyak Remaja Tulungagung Hobi Main Skateboard dan BMX di Alun-Alun?
3. Peneman Anak dan Keluarga
Tak jarang, boneka dipasang untuk membuat anak-anak betah di mobil.
Dengan adanya hiasan lucu, suasana perjalanan terasa lebih menyenangkan.
4. Kebiasaan dari Budaya Lokal
Di Tulungagung, tradisi menghias kendaraan sudah lama ada mulai dari sepeda motor dengan stiker penuh warna, sampai mobil yang dashboard-nya dihiasi boneka.
Mungkin inilah bentuk kreativitas sederhana yang melekat dalam keseharian masyarakatnya.
Menariknya, di malam hari boneka-boneka itu bisa memberi kesan berbeda. Ada yang terlihat makin manis dengan pantulan lampu jalan.
Tapi ada juga yang justru bikin merinding karena siluetnya menatap kosong ke depan.
Apa pun alasannya, boneka di dashboard mobil di Tulungagung sudah jadi pemandangan khas yang membuat jalanan terasa lebih hidup.
Bisa dibilang, setiap boneka punya cerita tersendiri dari pemiliknya dan itu yang bikin fenomena ini tak pernah membosankan. ****
Editor : Dharaka R. Perdana