RADAR TULUNGAGUNG – Memasuki musim hujan, para pengendara motor di Tulungagung disarankan untuk lebih cermat memeriksa kondisi kaki-kaki kendaraan, terutama bagi pengguna motor bekas.
Jalan licin, genangan air, hingga lumpur di beberapa titik wilayah Tulungagung dapat memicu kerusakan pada komponen penting yang menopang keselamatan dan kenyamanan berkendara.
Menurut Pendik, mekanik sekaligus pemilik Bengkel Motor di kawasan Jalan Oerip Soemohardjo, Tulungagung, kaki-kaki motor sering kali menjadi bagian yang paling diabaikan, padahal justru memiliki peran vital saat musim hujan.
“Motor bekas punya risiko lebih tinggi karena komponen kaki-kakinya sudah berumur. Kalau tidak dicek, bisa berbahaya saat melintas di jalan licin,” ujar Pendik,
Ia menegaskan, ada tiga komponen utama yang harus mendapat perhatian lebih di musim penghujan.
1. Shockbreaker Wajib Dicek Rutin
Kondisi jalan di Tulungagung yang bervariasi antara dataran rendah hingga perbukitan membuat shockbreaker bekerja ekstra keras.
Pendik menjelaskan, shockbreaker yang bocor atau lemah dapat menyebabkan motor oleng dan tidak stabil, terutama ketika melewati genangan air.
Baca Juga: Curi Sepeda Motor Warga Campurdarat, Pemuda Tulungagung Ini Tidak Jadi Masuk Penjara, Ini Alasannya
“Ciri-cirinya gampang, biasanya bagian bawah shock basah karena oli rembes. Kalau dibiarkan, efeknya bisa ke ban cepat habis dan motor susah dikendalikan,” jelas Pendik.
Ia menyarankan pemilik motor bekas melakukan pengecekan shockbreaker minimal dua bulan sekali.
2. Laher dan Bearing Mudah Rusak Karena Air
Wilayah Tulungagung sering mengalami genangan air saat hujan deras, yang bisa mempercepat kerusakan laher atau bearing roda. Air yang masuk akan melarutkan pelumas dan menimbulkan karat di dalamnya.
“Kalau terdengar bunyi ‘klotok-klotok’ atau roda terasa berat, itu tandanya laher mulai rusak. Jangan tunggu parah baru diganti, karena bisa bikin roda macet,” terang pendik.
3. Rem Harus Siap di Jalan Basah
Menurut Dimas, sistem pengereman merupakan bagian paling penting untuk menjaga keselamatan di jalanan Tulungagung yang licin.
Pada motor bekas, kampas rem biasanya sudah menipis dan mudah kehilangan daya cengkeram saat terkena air.
“Kalau musim hujan begini, rem wajib dicek. Ganti kampas kalau sudah aus dan pastikan minyak rem tidak keruh. Jangan tunggu blong baru ke bengkel,” tegasnya.
Pendik, mengingatkan bahwa musim hujan bukan hanya menuntut kehati-hatian dalam berkendara, tetapi juga kedisiplinan dalam merawat kendaraan.
“Kaki-kaki motor itu fondasi keselamatan. Kalau bagian itu bermasalah, sebaik apa pun skill pengendara, tetap berisiko,” tutup Pendik.
Dengan menjaga kondisi shockbreaker, bearing, dan rem tetap prima, pengendara motor bekas di Tulungagung dapat melintasi jalanan basah dengan aman dan nyaman. Sebab, keselamatan selalu dimulai dari kepedulian terhadap kendaraan sendiri. ****
Editor : Dharaka R. Perdana