Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Suzuki Satria Pro 2026, Mesin Overbore Bikin Ngebut Parah! Ini Kelebihan dan Kekurangannya di Sirkuit

Friesta Cahya Ramadhani • Senin, 10 November 2025 | 22:20 WIB

 

Suzuki Satria Pro 2026 dengan mesin overbore terbaru yang diklaim makin kencang di lintasan balap. (ilustrasi)
Suzuki Satria Pro 2026 dengan mesin overbore terbaru yang diklaim makin kencang di lintasan balap. (ilustrasi)

 

RADAR TULUNGAGUNG – Suzuki kembali bikin heboh dunia otomotif Tanah Air lewat kehadiran Satria Pro 2026, motor bebek sport yang diklaim paling kencang di kelasnya.

Dengan mesin 150 cc overbore dan fitur modern, Satria Pro menawarkan performa tinggi yang tidak dirancang hanya untuk jalan raya, tapi juga siap digeber di sirkuit.

 

Dalam video ulasan Otomotif TV, reviewer Aan Otomotif mengungkapkan kesan pertamanya setelah menjajal motor ini di Sirkuit Sentul Kecil.

Ia menilai, karakter Satria Pro masih mempertahankan ciri khas Satria sebelumnya: ringan, lincah, dan punya tenaga besar di putaran atas.

 

Baca Juga: Banget Epik! GEAR ULTIMA Sukses Berpetualang Jalur Ekstrem Yogyakarta - Mandalika Sambil Jelajahi Permata Tersembunyi

 

Handling Ringan, Suspensi Terlalu Empuk

 

Dari segi ergonomis, tinggi jok motor ini hanya 765 mm, membuatnya terasa ramah untuk postur rata-rata pengendara Indonesia.

Joknya ramping, busanya empuk, dan posisi duduknya terasa sporty berkat setang jepit yang rendah.

Namun, karena bentuk jok terlalu ramping, pengendara dengan tubuh besar bisa merasa kurang tertopang sempurna.

 

Satria Pro 2026 juga punya bobot ringan, hanya 115 kilogram, naik 3 kg dari generasi sebelumnya.

Hal ini membuatnya tetap gesit saat diajak bermanuver.

Meski begitu, Aan menilai setting suspensi standar terlalu empuk, terutama bagian belakang.

Saat dipacu di tikungan, motor terasa goyang dan kurang stabil.

 

“Kalau buat harian sih empuknya enak, tapi buat sirkuitnya kurang mantap. Suspensinya harus dimodif biar kompresinya lebih lambat,” ujarnya.

Ia juga menyarankan untuk mengganti ban standar — depan 70/90 ring 17 dan belakang 80/90 ring 17 — ke ukuran lebih lebar agar grip lebih maksimal saat menikung tajam.

 

Baca Juga: Tampil Unggul, Yamaha Sapu Bersih Gelar Juara Kejurnas Mandalika Racing Series 2025

 

Rem Depan ABS, Mesin Overbore Teriak di Putaran Atas

 

Fitur baru lain yang menjadi perhatian adalah rem depan berteknologi ABS.

Rem terasa pakem tanpa khawatir roda terkunci, meski pengendara melakukan pengereman secara tiba-tiba.

Namun, rem belakang masih konvensional dan bisa mengunci saat ditekan keras.

 

Soal mesin, inilah daya tarik utama Satria Pro 2026. Motor ini memakai mesin 150 cc DOHC overbore yang kuat di putaran tengah hingga atas.

Di atas 7.000 rpm, performanya meningkat drastis, bahkan mencapai limiter di 13.000 rpm.

 

"Karakter mesinnya benar-benar khas Satria. Di atas 7.000 rpm, tarikannya gila banget, tapi kalau di bawahnya agak kalem," kata Aan.

Artinya, pengendara harus pintar memainkan RPM agar tenaga tidak hilang di putaran rendah.

 

Baca Juga: Suzuki Satria F150, Generasi Baru Hadir di Indonesia dengan Fitur Canggih yang Siap Menggebrak Pasar Anak Muda

 

Fitur Modern: Smart Key, Ride Connect, dan Clutch Assist

 

Selain tenaganya yang buas, Suzuki membekali Satria Pro 2026 dengan sederet fitur kekinian.

Salah satunya smart key system seperti pada GSX Series, lengkap dengan knop unik yang bisa dilepas untuk membuka jok.

Di bawah jok tersimpan tangki berkapasitas 4 liter, cukup untuk jarak tempuh rata-rata 42 km/liter.

 

Fitur berikutnya yang cukup membantu pengendara adalah Assist & Slipper Clutch.

Teknologi ini membuat kompor terasa ringan namun tetap responsif.

Fitur ini juga mencegah roda belakang selip saat downshift atau engine brake keras di tikungan.

 

"Dipakai wheelie gampang banget, tapi enggak bikin slip. Pas turun gigi juga aman, enggak nge-lock roda belakang," jelas Aan dalam videonya.

 

Selain itu, Satria Pro 2026 kini dilengkapi sistem kelistrikan tiga fase, menggantikan model lama yang masih satu fase.

Perubahan ini membuat pasokan daya lebih stabil untuk mendukung fitur modern seperti Ride Connect, sistem konektivitas ke smartphone.

 

Melalui aplikasi tersebut, pengendara dapat melihat navigasi turn-by-turn, notifikasi pesan, hingga panggilan masuk langsung di layar speedometer digital.

 

Baca Juga: Mitsubishi Destinator Sabet Gelar Desain Terbaik di Jepang, Harga Terbaru Naik Rp 10 Juta di Bulan Oktober

 

Harga dan Posisi di Pasar

 

Dengan semua pembaruan tersebut, Suzuki membanderol Satria Pro 2026 di angka Rp34,9 juta (OTR Jakarta).

Harga ini menjadikannya yang paling mahal di kelas bebek sport, jauh di atas Honda Sonic 150R yang hanya sekitar Rp28 juta, serta Yamaha MX King di kisaran Rp27 juta.

 

“Pertanyaannya sekarang, apakah performa dan fitur barunya sebanding dengan harga segitu?” ucap Aan menutup review-nya.

Ia berjanji akan melakukan uji komparatif antara Satria Pro 2026 dengan para rivalnya dalam waktu dekat.

 

Dengan tenaga buas, teknologi canggih, dan tampilan khas Satria, motor ini jelas menyasar segmen pengendara muda yang mengutamakan performa.

Meski begitu, beberapa catatan seperti suspensi empuk dan ban ramping masih menjadi PR bagi Suzuki jika ingin mendominasi pasar bebek sport sepenuhnya.

Editor : Anggi Septian A.P.
#mesin overbore #review Satria Pro #Otomotif TV #motor bebek sport #Suzuki Satria Pro 2026