JAKARTA - Fenomena unik sedang ramai diperbincangkan di kalangan pecinta otomotif dan penggemar bus: desain bus Indonesia ditiru di Bangladesh. Bukan hanya satu model, melainkan beberapa desain yang terinspirasi dari tiga karoseri besar Tanah Air, yakni Laksana, Tentrem, dan Adiputro. Yang membuat publik tercengang, kemiripannya bukan sekadar “sekilas mirip”, tetapi benar-benar terasa seperti versi lain dari bus yang biasa melintas megah di jalanan Indonesia.
Isu desain bus Indonesia ditiru di Bangladesh ini bukan sekadar kebetulan. Kemunculan bus-bus dengan tampilan menyerupai Legacy SR Series, Avante, hingga Jetbus, menunjukkan bahwa karya karoseri nasional ternyata punya daya tarik kuat hingga lintas negara. Dari bentuk kaca depan, desain lampu, sampai karakter bumper, banyak elemen yang dibuat semirip mungkin. Ini sekaligus menjadi bukti bahwa desain bus buatan Indonesia semakin diperhitungkan di kawasan Asia.
Menariknya, desain bus Indonesia ditiru di Bangladesh bukan cuma soal tampilan luar. Beberapa bus versi Bangladesh bahkan sudah dilengkapi fitur modern seperti pintu otomatis. Hal ini menandakan bahwa pengaruh karoseri Indonesia tidak hanya menginspirasi estetika, tetapi juga mendorong standar kenyamanan dan teknologi di pasar bus negara lain.
Baca Juga: Gugatan Tidak Diterima, PT Jawa Pos Memenangkan Perkara PT Dharma Nyata Press di PN Surabaya
Laksana Legacy SR3 Jadi yang Paling Banyak Ditiru
Karoseri Laksana disebut sebagai salah satu karoseri Indonesia yang paling dikenal di luar negeri. Alasannya jelas: seri Legacy SR sudah sering diekspor, termasuk ke Sri Lanka dan Bangladesh. Desainnya yang futuristik, elegan, dan modern membuat banyak pihak terpikat, bahkan menjadikannya acuan.
Di Bangladesh, kini banyak bus antarkota yang tampilannya mirip Legacy SR3. Ciri paling kentara terlihat dari bentuk kaca depan yang tajam serta desain bumper sporty yang khas. Salah satu coach builder lokal bernama Dell Coach di wilayah Dulganor disebut sukses membuat body bus ala SR3 untuk perusahaan otobus Rosina Enterprise.
Bus tersebut menggunakan sasis Layland bermesin depan. Namun dari sisi tampilan, banyak orang bisa mengira bus itu berasal dari Indonesia. Bahkan, versi Bangladesh ini sudah memakai pintu otomatis, membuat kesan modernnya tetap terasa meski bukan buatan karoseri asli Indonesia.
Tentrem Avante Menginspirasi Model Futuristik Bangladesh
Bukan hanya Laksana, karoseri Tentrem asal Malang juga ikut “ditiru” desainnya di Bangladesh. Tentrem memang dikenal dengan karakter desain futuristik, terutama pada seri Avante. Di Bangladesh, sebuah karoseri lokal bernama Dual Engine Workshop membuat body bus yang tampak terinspirasi dari Avante H7.
Baca Juga: Update Terbaru Bansos PKH BPNT 2026: Cair Tahap 1, Tiga Golongan KPM Bisa Dapat Seumur Hidup!
Meski bagian belakang busnya disebut berbeda, bagian depan justru sangat mirip, terutama bentuk lampu yang menyerupai lampu khas Avante H7. Selain itu, desain kaca depan dibuat condong ke depan, mirip gaya bus-bus Avante yang memberi kesan agresif dan modern.
Bus ini dirakit di atas sasis premium dari Scania, meski tipe pastinya tidak dijelaskan. Armada tersebut dioperasikan oleh PO ternama di Bangladesh, Shyamoli NR Travels, dengan konfigurasi sleeper 21 dan kapasitas sekitar 30 penumpang. Fakta ini memperlihatkan bahwa pengaruh desain bus Indonesia semakin luas dan serius di negara tersebut.
Campuran Adiputro Jetbus dan Laksana Legacy SR2 Muncul di Double Decker
Posisi ketiga yang paling bikin heboh adalah bus double decker dengan desain seperti hasil “perkawinan” dua karoseri besar Indonesia: Adiputro dan Laksana. Bagian depannya sangat mirip Jetbus 3 buatan Adiputro, mulai dari bentuk kaca depan hingga desain lampu.
Bagian belakangnya pun masih membawa siluet khas Jetbus. Namun kejutan muncul di sisi samping, terutama area bodi yang terlihat mirip Legacy SR2 double decker buatan Laksana. Bahkan terdapat logo “N” yang sekilas menyerupai identitas karoseri tertentu, membuat banyak orang makin penasaran.
Baca Juga: Klaim JHT BPJS Ketenagakerjaan Tanpa Paklaring, Ini Syarat dan Prosedurnya
Jika dilihat sepintas, sebagian orang mungkin mengira bus ini memakai sasis Hino atau Hyundai. Namun ternyata itu hanya emblem tempelan. Bus tersebut menggunakan sasis Leon dengan mesin depan. Cukup mengejutkan, mengingat bus double decker setinggi itu dibangun dengan konfigurasi mesin depan dan tetap digunakan untuk rute jarak jauh.
Bus ini dibangun oleh karoseri lokal Bangladesh bernama Eshen Body Builder dan dioperasikan oleh perusahaan otobus New Boleswar Paribahan Limited. Menariknya, layanan di dalam bus dibagi menjadi dua kelas, yakni S Class dan Business Class. Melalui bus double decker ini, Bangladesh menunjukkan keseriusannya untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor kendaraan besar.
GIIAS Jadi “Etalase” Desain Bus Modern Indonesia?
Setelah melihat satu per satu, sulit menyangkal bahwa desain bodi bus Indonesia memang punya daya tarik kuat hingga ditiru di Bangladesh. Legacy SR dari Laksana, Avante dari Tentrem, hingga Jetbus dari Adiputro menjadi bukti bahwa karya anak bangsa bisa menjadi inspirasi regional.
Ketiga karoseri tersebut juga dikenal rutin tampil di ajang GIIAS (Gaikindo Indonesia International Auto Show) dan menjadi tolok ukur perkembangan desain bus modern di Asia Tenggara. Pertanyaan yang kemudian muncul: apakah pelaku industri dari Bangladesh datang ke GIIAS, mengamati bus-bus yang dipamerkan, lalu mengadaptasi desainnya?
Jika iya, maka ini menjadi sinyal kuat bahwa industri karoseri Indonesia bukan hanya besar di dalam negeri, tetapi juga diam-diam membentuk tren desain bus di negara lain.
Editor : Natasha Eka Safrina