JAKARTA - PO bus legendaris asal Jawa Tengah masih menjadi magnet pembicaraan di kalangan pecinta transportasi darat. Di tengah gempuran perusahaan otobus baru dengan armada modern, beberapa PO tua justru tetap bertahan, menjaga trayek, sekaligus merawat sejarah panjang yang ikut membentuk wajah perjalanan antarkota di Pulau Jawa.
Mengetahui sejarah berdirinya PO bus legendaris asal Jawa Tengah bukan hanya menambah wawasan, tetapi juga membuka cara pandang bahwa bus bukan sekadar kendaraan. Di balik setiap nama PO, ada kisah perintis, kebutuhan masyarakat, dan perjuangan panjang dari generasi pertama hingga kini diteruskan anak-cucu.
Berikut deretan PO bus legendaris asal Jawa Tengah yang disebut masih eksis hingga saat ini, lengkap dengan asal daerah, tahun berdiri, dan rute yang masih dilayani.
Baca Juga: Bansos Beras Januari 2026 Segera Cair, Ini Syarat Lengkap KPM PKH dan BPNT serta Cara Pengambilannya
PO Mulyo (Gombong) Berdiri 1947, Bertahan dengan Bus Ekonomi
PO Mulyo menjadi salah satu nama paling senior. Perusahaan ini didirikan oleh Bapak Sunarman di Gombong, Kebumen, pada tahun 1947. Pada awalnya, PO Mulyo melayani rute Gombong–Purwokerto dan Gombong–Yogyakarta.
PO ini pernah mencoba membuka kelas patas AC untuk rute Yogyakarta–Purwokerto, namun disebut tidak bertahan. Meski begitu, hingga kini PO Mulyo masih eksis dengan trayek Purwokerto–Yogyakarta pulang-pergi menggunakan armada ekonomi non-AC.
Safari Dharma Raya (Temanggung) dari Dua Minibus, Kini Menembus Bali dan NTB
Nama besar lain adalah Safari Dharma Raya asal Temanggung, Jawa Tengah. PO ini didirikan pada 1951 oleh Bapak Oi Bilai. Awalnya, Safari Dharma Raya lahir karena kendala warga Temanggung dalam mengangkut hasil bumi, sehingga dimulai dari dua unit minibus yang dimodifikasi.
Nama pendiri disebut tertulis jelas di setiap unit dengan singkatan OPL. Dalam perkembangannya, Safari Dharma Raya membuka jalur Temanggung–Magelang dan Temanggung–Wonosobo–Purwokerto.
Ekspansi besar terjadi pada 1971 saat membuka trayek Temanggung–Surabaya–Malang. Lalu pada 1975 membuka rute Yogyakarta–Jakarta. Kini Safari Dharma Raya masih aktif melayani kota-kota besar seperti Jakarta, Bogor, Tangerang, Semarang, Surabaya, Malang, Yogyakarta, bahkan merambah Bali dan Nusa Tenggara Barat, termasuk Singaraja, Denpasar, Mataram, Sumbawa, hingga Bima.
PO Joyoyo (Pekalongan) Kini di Tangan Generasi Ketiga
PO Joyoyo merupakan perusahaan otobus asal Pekalongan yang berdiri pada 1950. Saat ini, Joyoyo disebut sudah dipegang generasi ketiga.
Untuk layanan, Joyoyo melayani kelas patas AC rute Semarang–Cirebon pulang-pergi. Selain itu, ada layanan super eksekutif dari Cirebon menuju Surabaya dan Malang.
PO Rajawali (Solo) dari Pariwisata ke Trayek Solo–Semarang
PO Rajawali termasuk PO tertua asal Solo, berdiri pada 1954. Perusahaan ini didirikan oleh orang tua dari Bapak George Anggarjito. Awalnya bernama PO ATG dan bergerak di bidang pariwisata.
Dua tahun kemudian, PO ini mulai membuka trayek AKDP Solo–Ampel pulang-pergi, dan namanya berubah menjadi PO Salem. Pada 1959, nama kembali berubah menjadi Rajawali seiring perpanjangan trayek Solo–Semarang pulang-pergi.
Hingga kini, PO Rajawali masih eksis sebagai bus penghubung Solo–Semarang PP, serta Solo–Semarang–Bandung PP. Selain itu, ada juga trayek Wonogiri–Sukabumi, Jawa Barat.
PO Nusantara (Kudus) Berdiri 1968, Rute Meluas ke Banyak Kota
PO Nusantara berasal dari Kudus dan didirikan oleh Bapak Yonatan Budianto pada 1968. Pada awalnya, armada yang digunakan disebut berasal dari bus eks TNI Angkatan Laut, lalu bertambah lima unit pada 1969.
Setelah puluhan tahun beroperasi, Nusantara masih bertahan dengan banyak trayek. Di antaranya Kudus–Semarang–Yogyakarta, Kudus–Semarang–Wonosobo–Purwokerto, Kudus–Semarang–Tegal–Cirebon, Kudus–Semarang–Surabaya–Malang, Kudus–Semarang–Bandung, serta Kudus–Semarang menuju Jakarta, Depok, dan Tangerang.
PO Tunggal Dara (Wonogiri) Berdiri 1968, Fokus Rute Jabodetabek
PO Tunggal Dara adalah bus legendaris asal Wonogiri yang berdiri pada 1968. Perusahaan ini disebut dirintis oleh tangan dingin Ibu Hajah Tinem Darmo Sutarno.
Awalnya, Tunggal Dara melayani Solo–Wonogiri pulang-pergi. Pada 1978, karena minat konsumen tinggi, PO ini mulai membuka jalur AKAP Wonogiri–Jakarta pulang-pergi. Sampai sekarang, Tunggal Dara masih eksis melayani rute Wonogiri–Jabodetabek PP.
PO Tunggal Daya, Bertahan di Tengah Persaingan Ketat Wonogiri
PO Tunggal Daya berada di bawah PT Tunggal Daya Dwipa, didirikan oleh Bapak Sutardi pada 1970-an. Awalnya beroperasi sebagai bus ekonomi, lalu mendapat respons positif.
Pada 1986, Tunggal Daya membuka kelas VIP dengan jadwal sore hingga malam, sementara kelas ekonomi berjalan siang hari. Tahun 1990, mereka membuka trayek Wonogiri–Bandung–Sukabumi.
Kini Tunggal Daya masih bertahan dengan rute Wonogiri–Jakarta, Wonogiri–Sukabumi, serta divisi pariwisata, meski persaingan PO dari luar Wonogiri terus meningkat.
Editor : Natasha Eka Safrina