JAKARTA - Indonesia dikenal sebagai negara kepulauan dengan jarak antardaerah yang sangat jauh. Jika perjalanan lintas pulau umumnya ditempuh dengan pesawat, ternyata masih ada perusahaan otobus yang melayani perjalanan darat lintas pulau dengan jarak ribuan kilometer dan durasi hingga satu minggu. Menariknya, trayek bus jarak jauh ini tetap memiliki peminat karena mampu menjangkau daerah-daerah pelosok yang tidak dilayani transportasi lain.
Berikut tujuh perusahaan otobus dengan trayek terjauh di Indonesia berdasarkan jarak tempuh dan durasi perjalanan.
PO Delima Sri Gemilang (DSG), Pekanbaru–Ponorogo
PO Delima Sri Gemilang atau dikenal dengan DSG menjadi salah satu pelopor trayek lintas pulau jarak jauh. Perusahaan asal Pekanbaru ini melayani rute Ponorogo–Yogyakarta–Tembilahan yang menghubungkan Jawa Timur dengan Kabupaten Indragiri Hilir, Riau.
Jarak tempuh trayek ini mencapai sekitar 1.902 kilometer dengan jadwal keberangkatan dua kali dalam sepekan. Untuk kenyamanan penumpang, DSG menyediakan kelas eksekutif, super eksekutif, hingga sleeper. Unit sleeper yang digunakan bahkan tercatat sebagai bus sleeper dengan trayek terjauh di Indonesia.
PO Aneka Jaya, Pacitan–Pekanbaru
PO Aneka Jaya asal Pacitan, Jawa Timur, tidak hanya melayani rute regional seperti Pacitan–Surabaya atau Pacitan–Solo. Perusahaan ini juga membuka trayek jarak jauh Pacitan–Pekanbaru dengan jarak sekitar 1.969 kilometer.
Trayek ini dikenal sebagai salah satu trayek terjauh yang masih menggunakan bus bermesin depan. Armada terbaru Aneka Jaya kini menggunakan sasis Hino AK240 dengan bodi Discovery SR3 dari karoseri Laksana.
PO Medan Jaya dan Sempati Star, Medan–Jakarta
PO Medan Jaya yang berdiri sejak 1988 melayani berbagai trayek AKAP, termasuk rute Medan–Jakarta dengan jarak tempuh sekitar 1.993 kilometer. Perjalanan ini memakan waktu sekitar 45 jam dan dilayani dengan armada ber-AC untuk trayek jarak jauhnya.
Selain Medan Jaya, rute ini juga dilayani oleh PO Sempati Star. Menariknya, Sempati Star kerap mengoperasikan armada unik seperti bus double decker, menjadikannya sebagai bus tingkat dengan trayek terjauh di Indonesia.
PO SAN (Siliwangi Antar Nusa), Blitar–Pekanbaru
PO SAN asal Bengkulu memiliki trayek panjang Blitar–Pekanbaru dengan jarak tempuh lebih dari 2.000 kilometer. Durasi perjalanan pada trayek ini mencapai sekitar 70 jam.
Armada yang digunakan bervariasi, mulai dari kelas eksekutif hingga bisnis AC. Dalam beberapa kesempatan, trayek ini juga dilayani menggunakan bus tronton tergantung ketersediaan unit.
PO Putra Pelangi, Banda Aceh–Jakarta
PO Putra Pelangi asal Banda Aceh dikenal memiliki armada premium. Salah satu trayek terjauhnya adalah Banda Aceh–Jakarta pulang pergi dengan jarak sekitar 2.524 kilometer.
Namun, pada praktiknya, trayek ini terkadang hanya beroperasi hingga Medan, lalu penumpang melanjutkan perjalanan menggunakan armada lain yang melayani rute Medan–Aceh.
PMTOH (PMTO), Banda Aceh–Solo
PMTO atau Perusahaan Motor Transport Ondernemer Hasan merupakan operator bus legendaris asal Aceh yang berdiri sejak 1957. PMTO dikenal sebagai perusahaan bus asal Aceh pertama yang masuk Pulau Jawa.
Trayek terjauh PMTO melayani rute Banda Aceh–Solo dengan jarak tempuh mendekati 3.000 kilometer dan durasi perjalanan hingga tujuh hari. Dalam perjalanannya, bus biasanya transit atau berganti unit di Medan sebelum melanjutkan ke Pulau Jawa.
PO ALS, Medan–Jember
PO Antar Lintas Sumatera (ALS) menempati posisi teratas sebagai pemilik trayek bus terjauh di Indonesia. Perusahaan asal Mandailing Natal, Sumatera Utara ini melayani rute Medan–Jember pulang pergi dengan jarak sekitar 3.000 kilometer.
Perjalanan ditempuh selama kurang lebih satu minggu, bahkan bisa lebih lama tergantung kondisi jalan dan cuaca. Meski jarak dan waktu tempuhnya ekstrem, trayek ini masih rutin beroperasi hingga kini dan menjadi andalan masyarakat Sumatera–Jawa.
Bus Jarak Jauh Masih Diminati
Meski memakan waktu lama, trayek bus jarak jauh tetap diminati karena fleksibilitas rute dan kemampuannya menjangkau daerah terpencil. Selain itu, biaya yang relatif terjangkau dan pengalaman perjalanan lintas pulau menjadi daya tarik tersendiri bagi penumpang.
Tujuh perusahaan otobus di atas membuktikan bahwa transportasi darat masih memiliki peran penting dalam menghubungkan wilayah-wilayah terjauh di Indonesia.
Editor : Dara Shauqy Hadiwijaya