JAKARTA - Bus masih menjadi pilihan favorit masyarakat Indonesia untuk perjalanan jarak jauh, terutama bagi perantau yang ingin pulang kampung tanpa harus berganti-ganti transportasi. Meski perjalanan udara lebih cepat, bus menawarkan keunggulan berupa rute lintas daerah hingga pelosok, biaya lebih terjangkau, serta sensasi perjalanan darat lintas pulau. Menariknya, di Indonesia ada sejumlah perusahaan otobus yang melayani trayek ekstrem dengan jarak ribuan kilometer dan durasi perjalanan hingga berhari-hari.
Bus Trayek Jauh Masih Diminati Masyarakat
Perjalanan lintas pulau umumnya identik dengan pesawat atau kapal laut. Namun, sejumlah PO bus justru mampu menjangkau rute panjang dengan menyeberangi beberapa pulau sekaligus. Faktor kenyamanan armada, pilihan kelas, hingga kemudahan menjangkau daerah tujuan membuat trayek jarak jauh ini tetap memiliki peminat setia.
Bus Rasa Sayang, Jakarta–Bima NTB
PO Rasa Sayang yang bermarkas di Nusa Tenggara Barat melayani salah satu trayek terjauh dari Jakarta menuju Bima, NTB. Rute ini menyeberangi Pulau Jawa, Bali, hingga Nusa Tenggara dengan jarak tempuh sekitar 1.726 kilometer. Waktu perjalanan bisa mencapai 60 jam atau lebih dari dua hari nonstop di atas bus.
Selain trayek tersebut, PO Rasa Sayang juga melayani rute Dompu–Denpasar, Dompu–Semarang, Dompu–Jakarta, serta Bima–Denpasar. Tarif perjalanan bervariasi, mulai dari Rp200 ribu hingga Rp850 ribu tergantung jarak dan kelas layanan.
SAN (Siliwangi Antar Nusa), Pekanbaru–Solo
Siliwangi Antar Nusa atau SAN merupakan PO asal Bengkulu yang berdiri sejak 1978. Salah satu trayek terjauhnya menghubungkan Pekanbaru, Riau menuju Solo, Jawa Tengah dengan jarak sekitar 1.869 kilometer dan waktu tempuh sekitar 40 jam.
Menariknya, pemilik SAN diketahui sempat melepas status sebagai ASN demi fokus mengembangkan bisnis transportasi ini. Kini SAN dikenal dengan armada bermotif khas pohon kelapa dan melayani lintasan panjang Sumatera–Jawa dengan tarif sekitar Rp560 ribu hingga Rp655 ribu.
PO Aneka Jaya, Pekanbaru–Pacitan
PO Aneka Jaya asal Pacitan, Jawa Timur, memiliki pengalaman panjang sejak berdiri pada 1975. Trayek terjauh yang dilayani perusahaan ini adalah Pekanbaru menuju Pacitan dengan jarak lintas pulau yang cukup ekstrem.
Meski sempat mengalami masa sulit hingga hampir bangkrut, Aneka Jaya bangkit dan kini mengoperasikan lebih dari 70 armada. Tarif untuk trayek jarak jauhnya berada di kisaran Rp560 ribu, sementara rute lebih pendek dimulai dari Rp220 ribu.
Medan Jaya, Medan–Jakarta
PO Medan Jaya dikenal luas di kalangan busmania sebagai salah satu operator dengan sopir berpengalaman. Trayek terjauh Medan Jaya menghubungkan Medan, Sumatera Utara menuju Jakarta dengan jarak sekitar 1.993 kilometer dan waktu tempuh sekitar 45 jam.
Selain rute tersebut, Medan Jaya juga melayani Tangerang–Medan dan Tangerang–Pekanbaru. Tarif tiketnya relatif terjangkau, mulai dari Rp200 ribu hingga Rp510 ribu tergantung kelas armada.
Putra Pelangi, Aceh–Jakarta
PO Putra Pelangi asal Banda Aceh dikenal dengan armada bermotif pelangi dan kualitas bus premium. Trayek terjauhnya menghubungkan Aceh ke Jakarta dengan jarak sekitar 2.524 kilometer dan waktu tempuh kurang lebih 55 jam.
Meski menggunakan armada bermesin Mercedes-Benz dengan bodi Jetliner, harga tiket Putra Pelangi tetap bersaing, yakni sekitar Rp285 ribu hingga Rp700 ribu.
PMTOH, Medan–Solo
PMTOH atau Perusahaan Motor Transport Hasan merupakan salah satu PO tertua di Indonesia yang berdiri sejak 1957. Bus asal Banda Aceh ini dikenal dekat dengan penumpang hingga akronimnya diplesetkan menjadi ‘Pak Minta Tolong Ongkos Habis’.
Salah satu trayek terjauhnya adalah Medan menuju Solo dengan jarak sekitar 2.524 kilometer dan waktu tempuh sekitar 55 jam. Tarif perjalanan berkisar antara Rp170 ribu hingga Rp500 ribu.
PO ALS, Medan–Jember
ALS atau Antar Lintas Sumatera menjadi pemegang rekor trayek bus terjauh di Indonesia. Rute Medan–Jember memiliki jarak tempuh hingga 3.000 kilometer dengan waktu perjalanan sekitar satu minggu.
PO ALS menawarkan beberapa pilihan kelas, mulai dari AC non-toilet, AC toilet, hingga super eksekutif. Tarif tiket berada di kisaran Rp415 ribu hingga Rp616 ribu. Hingga kini, trayek ekstrem ini masih rutin beroperasi dan menjadi andalan para perantau lintas Sumatera–Jawa.
Fenomena Bus Trayek Terjauh di Indonesia
Keberadaan trayek bus terjauh di Indonesia menunjukkan kuatnya peran transportasi darat dalam menghubungkan wilayah antarpulau. Meski menempuh perjalanan panjang, bus tetap menjadi pilihan karena fleksibilitas rute, harga yang kompetitif, serta nilai historis dan emosional bagi para penumpangnya.
Editor : Dara Shauqy Hadiwijaya