JAKARTA - Moda transportasi bus antarkota antarprovinsi (AKAP) masih menjadi pilihan masyarakat Indonesia untuk perjalanan jarak jauh. Selain tarif yang relatif terjangkau, bus mampu menjangkau wilayah-wilayah yang tidak dilayani pesawat. Menariknya, beberapa trayek bus di Indonesia memiliki jarak tempuh ribuan kilometer dan jika dibandingkan, panjangnya setara perjalanan lintas negara di daratan Eropa.
Artikel ini mengulas daftar trayek bus terjauh di Indonesia berdasarkan ilustrasi jarak Google Maps, sekaligus membandingkannya dengan jarak antarkota di Eropa.
Trayek Bima–Jakarta, Lintas Empat Pulau
Trayek Bima–Jakarta menghubungkan wilayah timur Indonesia ke Pulau Jawa dengan melintasi Pulau Sumbawa, Lombok, Bali, dan Jawa. Jarak tempuhnya sekitar 1.741 kilometer.
Jika disetarakan dengan peta Eropa, jarak ini hampir sama dengan perjalanan dari Madrid, Spanyol, menuju Den Haag, Belanda, melewati Prancis dan Belgia.
Sejumlah PO melayani trayek ini, di antaranya Safari Dharma Raya, Sang Gajah, hingga PO lokal NTB seperti Dunia Mas dan Tiaramas.
Trayek Pekanbaru–Blitar, Sumatera ke Jawa
Trayek Pekanbaru–Blitar menghubungkan Pulau Sumatera dan Pulau Jawa dengan jarak tempuh sekitar 1.988 kilometer. Perjalanan panjang ini menjadi andalan masyarakat lintas pulau.
Jarak tersebut setara dengan perjalanan dari Kiev, Ukraina, ke Amsterdam, Belanda, yang melintasi Polandia dan Jerman.
PO yang melayani rute ini antara lain Siliwangi Antar Nusa (SAN), Laksmi Langgeng, dan Handoyo.
Trayek Pekanbaru–Malang, Lebih dari 2.000 Kilometer
Sedikit lebih panjang dari Pekanbaru–Blitar, trayek Pekanbaru–Malang memiliki jarak sekitar 2.089 kilometer.
Jika dibandingkan dengan Eropa, jaraknya mendekati perjalanan dari Stockholm, Swedia, ke Zagreb, Kroasia, melewati Jerman, Ceko, Austria, dan Slovenia.
Beberapa PO yang melayani trayek ini di antaranya Trans Malang, Ana Trans, dan Handoyo.
Trayek Solok–Malang, Menembus Pulau dan Provinsi
Trayek Solok–Malang tercatat memiliki jarak tempuh sekitar 2.129 kilometer. Rute ini menghubungkan Sumatera Barat dengan Jawa Timur.
Di Eropa, jarak tersebut hampir setara perjalanan dari Kiev, Ukraina, menuju Athena, Yunani, melewati Moldova, Rumania, dan Bulgaria.
Sejauh ini, Handoyo menjadi salah satu PO yang dikenal melayani trayek panjang ini.
Trayek Banda Aceh–Bandung, Dari Ujung Barat Nusantara
Banda Aceh yang berada di ujung barat Indonesia masih terhubung ke Pulau Jawa melalui trayek bus AKAP. Rute Banda Aceh–Bandung memiliki jarak sekitar 2.642 kilometer.
Jika disandingkan dengan peta Eropa, jaraknya mendekati perjalanan dari Istanbul, Turki, ke Kopenhagen, Denmark, melintasi Bulgaria, Serbia, Hungaria, Ceko, dan Jerman.
Beberapa PO yang melayani rute ini antara lain Sempati Star dan Putra Pelangi.
Trayek Medan–Surabaya, Antar Ibu Kota Provinsi
Trayek Medan–Surabaya menghubungkan dua kota besar di Indonesia dengan jarak tempuh sekitar 2.672 kilometer.
Jarak ini setara dengan perjalanan dari Istanbul, Turki, ke Brussel, Belgia, melewati sejumlah negara Eropa Tengah.
PO ALS menjadi salah satu operator yang dikenal melayani trayek panjang ini.
Trayek Medan–Jember, Andalan PO ALS
Trayek Medan–Jember menjadi salah satu rute terjauh yang dioperasikan PO ALS. Jarak tempuhnya mencapai sekitar 2.835 kilometer.
Jika dibandingkan dengan Eropa, jaraknya hampir setara perjalanan dari Moskow, Rusia, ke Paris, Prancis.
Trayek Banda Aceh–Solo, Terjauh di Indonesia
Trayek Banda Aceh–Solo saat ini dikenal sebagai salah satu trayek bus terjauh di Indonesia dengan jarak sekitar 3.031 kilometer.
Jarak tersebut setara dengan perjalanan dari Istanbul, Turki, menuju London, Inggris, melintasi banyak negara Eropa.
PO PMTOH asal Aceh yang berdiri sejak 1957 menjadi salah satu operator berpengalaman yang melayani trayek ekstrem ini.
Indonesia, Negeri dengan Trayek Bus Ekstrem
Perbandingan ini menunjukkan betapa luasnya wilayah Indonesia. Jika di Eropa perjalanan darat 5–10 jam sudah bisa melintasi beberapa negara, di Indonesia waktu tersebut sering kali hanya cukup untuk berpindah kota dalam satu provinsi.
Trayek bus jarak jauh menjadi bukti bahwa transportasi darat masih memegang peranan penting dalam menghubungkan wilayah Nusantara, dari ujung barat hingga ke jantung Pulau Jawa.
Editor : Dara Shauqy Hadiwijaya