JAKARTA - Bus masih menjadi salah satu moda transportasi favorit masyarakat Indonesia. Selain melayani angkutan antarkota dalam provinsi (AKDP) dan antarkota antarprovinsi (AKAP), sejumlah perusahaan otobus juga mengoperasikan trayek lintas pulau dengan jarak tempuh hingga ribuan kilometer. Perjalanan panjang tersebut bahkan memakan waktu lebih dari satu hari nonstop, namun tetap diminati karena fleksibilitas rute dan jangkauan wilayah yang luas.
Berikut ini daftar perusahaan otobus dengan trayek terjauh di Indonesia yang masih beroperasi dan dikenal di kalangan pecinta bus jarak jauh.
PO ALS, Medan–Jember Jadi Trayek Terjauh
PO Antar Lintas Sumatera (ALS) yang bermarkas di Kotanopan, Mandailing Natal, Sumatera Utara, menempati posisi teratas sebagai pemilik trayek bus terjauh di Indonesia. Perusahaan otobus legendaris ini melayani berbagai rute pulang-pergi seperti Medan–Jakarta, Medan–Bandung, Medan–Malang, hingga Medan–Jember.
Trayek Medan–Jember tercatat memiliki jarak sekitar 2.839 kilometer dengan waktu tempuh kurang lebih 49 jam perjalanan. Untuk melayani rute ekstrem ini, PO ALS menyediakan beberapa pilihan kelas, mulai dari kelas AC toilet, kelas non-toilet, kelas AC toilet 28 seat, hingga kelas super eksekutif. Harga tiket untuk trayek jarak jauh ALS umumnya berada di kisaran Rp415 ribu hingga Rp600 ribuan tergantung kelas dan fasilitas.
PO SAN, Spesialis Trayek Sumatera–Jawa
Di urutan berikutnya ada PO Siliwangi Antar Nusa (SAN). Perusahaan otobus ini mulai beroperasi sejak 1993 dan dikenal sebagai salah satu pemain kuat di trayek lintas Sumatera–Jawa. Beberapa rute yang dilayani antara lain Jakarta–Pekanbaru, Solo–Bengkulu, serta Bandung–Lampung.
Untuk rute Bandung–Lampung pulang-pergi, harga tiket berada di kisaran Rp370 ribu hingga Rp380 ribu. Sementara rute Solo–Bengkulu dipatok sekitar Rp480 ribu. Adapun rute Jakarta–Pekanbaru yang menempuh jarak sekitar 1.239 kilometer dengan durasi perjalanan sekitar 25 jam memiliki tarif antara Rp430 ribu hingga Rp520 ribu.
PO Medan Jaya, Legendaris Trayek Sumatera–Jawa
PO Medan Jaya juga masuk dalam daftar perusahaan otobus dengan trayek panjang. Berasal dari Medan, Sumatera Utara, bus ini melayani banyak rute jarak jauh seperti Medan–Jakarta, Tangerang–Medan, dan Tangerang–Pekanbaru.
Harga tiket PO Medan Jaya bervariasi tergantung rute dan kelas armada, mulai dari Rp200 ribu hingga Rp510 ribu. Rute terjauh yang dilayani adalah Jakarta–Medan dengan jarak sekitar 1.888 kilometer dan waktu tempuh rata-rata 30 jam perjalanan.
PO Sempati Star, Double Decker di Lintas Panjang
PO Sempati Star juga dikenal sebagai salah satu pemain utama di trayek Medan–Jakarta. Yang menarik, Sempati Star kerap mengoperasikan armada bus double decker untuk rute jarak jauh ini, sesuatu yang masih terbilang jarang di jalur Sumatera–Jawa.
Sebagian armada Sempati Star juga dilengkapi dengan pelindung kaca depan atau tameng khusus untuk mengantisipasi lemparan batu di beberapa jalur rawan. Untuk rute Medan–Jakarta kelas patas, harga tiketnya berada di kisaran Rp170 ribu hingga menyesuaikan kelas layanan.
PO Rasa Sayang, Andalan Trayek Timur Indonesia
Tak hanya perusahaan bus dari Sumatera, wilayah timur Indonesia juga memiliki operator dengan trayek panjang. Salah satunya PO Rasa Sayang yang berdiri sejak tahun 1992 dan bermarkas di Nusa Tenggara Barat.
PO Rasa Sayang melayani rute lintas tiga pulau, yakni Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara. Beberapa trayek yang dioperasikan antara lain Bima–Jakarta, Dompu–Denpasar, Bima–Denpasar, Dompu–Semarang, dan Bima–Yogyakarta. Harga tiket bus ini berkisar antara Rp200 ribu hingga Rp850 ribu tergantung rute dan kelas armada.
Trayek Bima–Jakarta sendiri dikenal sebagai salah satu rute terpanjang di Indonesia dengan jarak lebih dari 1.700 kilometer dan durasi perjalanan mencapai 60 jam.
Bukti Luasnya Wilayah Indonesia
Deretan trayek bus terjauh di Indonesia ini menjadi bukti nyata betapa luasnya wilayah Nusantara. Jika di Eropa perjalanan darat sejauh 2.000 hingga 3.000 kilometer bisa melintasi beberapa negara, di Indonesia jarak tersebut masih berada dalam satu wilayah nasional.
Meski memakan waktu panjang, bus AKAP lintas pulau tetap menjadi pilihan banyak masyarakat karena menjangkau daerah-daerah yang sulit diakses transportasi lain, sekaligus menawarkan biaya yang relatif terjangkau.
Editor : Dara Shauqy Hadiwijaya