Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Industri Karoseri Bus Indonesia Mendunia! Ini 6 Negara yang Diam-diam Pakai Bus Buatan RI, dari Fiji sampai Arab Saudi

Natasha Eka Safrina • Kamis, 29 Januari 2026 | 07:17 WIB

Industri karoseri bus Indonesia mendunia! Ini 6 negara yang pakai bus buatan RI, dari Fiji, Bangladesh, hingga Arab Saudi.
Industri karoseri bus Indonesia mendunia! Ini 6 negara yang pakai bus buatan RI, dari Fiji, Bangladesh, hingga Arab Saudi.

JAKARTA - Selama ini, ketika membahas industri otomotif nasional, perhatian publik lebih sering tertuju pada sepeda motor dan mobil penumpang. Namun di balik sorotan itu, ada sektor yang berkembang cepat dan justru sukses menembus pasar internasional, yakni industri karoseri bus Indonesia. Menariknya, banyak masyarakat belum sadar bahwa bus-bus yang sering terlihat di terminal, melintas di jalur antarkota, hingga melayani pariwisata, ternyata punya kualitas yang sudah diakui dunia.

Perkembangan industri karoseri bus Indonesia juga terlihat dari transformasi desain dan kenyamanan. Bus buatan dalam negeri kini tidak lagi sekadar kendaraan transportasi massal, tetapi berevolusi menjadi armada modern dengan tampilan agresif, kabin luas, dan interior mewah. Bahkan, kenyamanannya disebut bisa disejajarkan dengan fasilitas hotel berbintang, terutama untuk kelas bus pariwisata dan bus antarkota jarak jauh.

Fakta yang tak kalah menarik, industri karoseri bus Indonesia telah menembus berbagai kawasan, mulai dari Asia Tenggara, Asia Selatan, Timur Tengah, Afrika, hingga Oseania. Ini menjadi bukti bahwa produk lokal tidak hanya jago di pasar domestik, tetapi juga punya daya saing global. Keberhasilan ini bukan proses instan, melainkan lahir dari perjalanan panjang, inovasi, serta adaptasi terhadap kebutuhan pasar luar negeri.

Regulasi Impor Jadi Pemicu Karoseri Lokal Makin Kuat

Salah satu faktor yang ikut membentuk kekuatan industri karoseri nasional adalah kebijakan lama Indonesia yang membatasi impor bus utuh atau completely built up (CBU). Kebijakan ini secara tidak langsung mendorong pelaku industri dalam negeri untuk mandiri, berinovasi, dan meningkatkan kualitas.

Dari situ, muncul nama-nama besar karoseri yang kini dikenal luas seperti Laksana, Adiputro, Tentrem, New Armada, Trisakti, dan lainnya. Mereka bersaing dalam desain bodi, kekuatan konstruksi, kenyamanan interior, hingga daya tahan penggunaan jangka panjang. Bahkan beberapa desain bus buatan Indonesia sempat viral di media sosial dan disebut menginspirasi produsen bus di negara lain.

1. Fiji, Pasar Oseania yang Cocok untuk Bus Indonesia

Negara pertama yang menjadi sorotan adalah Fiji. Meski wilayahnya tidak luas, kebutuhan bus antarkota dan bus pariwisata cukup tinggi. Beberapa karoseri Indonesia seperti New Armada, Tentrem, Trisakti, dan Laksana tercatat pernah mengekspor bus ke sana.

Di antara semuanya, Laksana disebut paling dominan. Model bus yang masuk ke Fiji beragam, mulai dari bus besar berlantai normal, mesin depan, mesin belakang, hingga kelas medium. Desainnya sederhana namun modern, dengan garis bodi tegas, tampilan depan agresif, serta konstruksi kuat dan mudah dirawat. Faktor perawatan ini penting untuk negara kepulauan yang akses suku cadangnya terbatas.

2. Bangladesh, Pembuktian Bus RI Diterima Publik

Bangladesh menjadi pasar besar berikutnya. Dengan populasi lebih dari 170 juta jiwa, mobilitas masyarakat sangat tinggi dan bus menjadi tulang punggung transportasi massal. Pada awal 2021, karoseri Laksana berhasil mengekspor bus ke Bangladesh dalam jumlah signifikan.

Respons pasar disebut sangat positif. Di media sosial, banyak pengguna Bangladesh memamerkan bus dengan logo Laksana yang terpampang jelas. Desain modern, kabin lega, dan kenyamanan dinilai lebih unggul dibanding banyak produk lokal di sana. Keberhasilan ini juga berdampak pada citra Indonesia, dari yang sebelumnya hanya dipandang sebagai pasar konsumtif, menjadi produsen bus yang serius dan profesional.

3. Kenya, Ekspor Knockdown dan Kolaborasi Industri Lokal

Kenya juga masuk daftar negara pengguna bus buatan Indonesia. Pada pertengahan 2020, karoseri Tentrem asal Malang mengekspor bus medium model Venom ke Afrika Timur. Menariknya, metode ekspor dilakukan dalam bentuk knockdown atau tidak utuh, lalu dirakit oleh karoseri lokal Kenya Coach Industries.

Skema ini menunjukkan fleksibilitas industri karoseri Indonesia, bukan hanya menjual unit jadi, tetapi juga mampu berkolaborasi dengan industri negara tujuan. Bus tersebut menggunakan sasis Isuzu NK 81 bermesin diesel turbo yang dikenal tangguh dan efisien, cocok untuk kondisi operasional di Kenya.

4. Timor Leste, Mitra Dekat dengan Harga Kompetitif

Timor Leste juga menjadi tujuan ekspor yang logis karena kedekatan geografis dan hubungan dagang yang erat. Beberapa karoseri seperti Laksana, Trisakti, dan Adiputro diketahui mengekspor bus untuk kebutuhan angkutan antarkota maupun pemerintahan. Bus Indonesia dipilih karena tahan banting, mudah dirawat, serta harganya lebih kompetitif dibanding produk negara lain.

5. Laos, Legacy SR3 Panorama Jadi Andalan

Laos mungkin tidak sebesar negara lain dari sisi pasar, tetapi minatnya cukup menarik. Laksana pernah mengekspor bus besar Legacy SR3 Panorama berbasis sasis Scania ke Laos. Bus ini digunakan untuk layanan antarkota dan pariwisata, menunjukkan kepercayaan terhadap kualitas bodi, desain modern, dan kenyamanan kabin. Kombinasi sasis Eropa dengan sentuhan desain khas Indonesia menjadi nilai jual yang unik.

6. Arab Saudi, Jejak Sejarah Ekspor 100 Unit Bus

Arab Saudi menjadi negara terakhir yang tak kalah penting. Pada awal 2000-an, karoseri Perkasa yang tergabung dalam grup Teks Macho pernah mengekspor sekitar 100 unit bus ke Arab Saudi. Bus-bus tersebut digunakan untuk transportasi massal, termasuk layanan haji dan umrah. Meski perusahaan itu kini tinggal sejarah, pencapaian ini menjadi bukti bahwa Indonesia pernah berada di level tinggi dalam industri kendaraan niaga.

Melihat enam negara tersebut, jelas bahwa kualitas bus buatan Indonesia bukan sekadar klaim. Dengan inovasi desain, peningkatan mutu, dan dukungan regulasi, bukan tidak mungkin bus Indonesia akan semakin sering terlihat di berbagai belahan dunia.

Editor : Natasha Eka Safrina