JAKARTA - Dunia transportasi darat di Indonesia punya sejarah panjang, terutama di sektor bus antarkota. Menariknya, hingga sekarang masih ada sejumlah perusahaan otobis tertua di Indonesia yang tetap bertahan, bahkan berkembang di tengah persaingan ketat, perubahan tren perjalanan, hingga gempuran moda transportasi modern.
Dalam sebuah ulasan video YouTube, dibahas daftar 10 perusahaan otobis tertua di Indonesia yang masih beroperasi hingga saat ini. Nama-nama PO legendaris ini bukan hanya dikenal karena usia, tetapi juga karena konsistensi layanan dan kemampuan beradaptasi mengikuti kebutuhan penumpang dari generasi ke generasi.
Tak sedikit dari mereka yang awalnya hanya melayani rute pendek, lalu melakukan ekspansi besar-besaran hingga menjangkau lintas provinsi bahkan lintas pulau. Berikut rangkuman lengkapnya.
Deretan Perusahaan Otobis Tertua yang Masih Eksis
Salah satu yang disebut adalah PO Kramatjati asal Bandung. Perusahaan ini berdiri pada 1968, dimulai dari rute Bandung–Jakarta. Seiring waktu, Kramatjati memperluas layanan dengan menghadirkan bus malam cepat pada 1986 dan membuka berbagai trayek hingga Jawa Timur, Yogyakarta, Bali, bahkan Sumatera. Kini rute yang dimiliki disebut sudah mencapai puluhan jurusan.
Dari Sumatera Utara, ada ALS (Antar Lintas Sumatera) yang berdiri pada 1966. Awalnya hanya melayani rute Medan–Kotanopan dan Medan–Bukittinggi. Setelah berkembang, ALS membuka trayek ke berbagai kota besar di Sumatera hingga memperluas perjalanan ke Pulau Jawa. ALS sempat membuka rute hingga Bali, namun ditutup pada 2003 karena jarak tempuh yang terlalu jauh.
Sementara itu, Mayasari Bakti menjadi salah satu perusahaan bus terbesar di Indonesia. PO ini berdiri pada 1964, bermula dari layanan bus dalam kota Jakarta. Mayasari berkembang pesat, termasuk pada era 1970-an ketika mendapat dukungan pengadaan armada baru. Kini Mayasari dikenal sebagai grup transportasi besar yang menaungi berbagai anak usaha dan juga menjadi operator bus Transjakarta.
PO Legendaris dari Sumatera hingga Jawa Timur
Masih dari Sumatera, ada ANS yang berdiri pada 1963 (disebut juga telah beroperasi sejak era 1960-an). Pada masa kejayaannya, ANS pernah melayani trayek panjang dari Banda Aceh hingga Denpasar dengan transit Jakarta. Meski kini tidak lagi sampai Bali, ANS tetap beroperasi sebagai salah satu PO kuat asal Sumatera Barat.
Dari Aceh, ada PMTOH yang berdiri pada 1957. PO ini dikenal sebagai salah satu yang pertama dari Aceh yang membuka trayek ke Pulau Jawa. Trayeknya melintasi kota-kota besar Sumatera seperti Medan, Pekanbaru, Palembang, hingga Lampung, lalu berlanjut ke Jakarta, Solo, dan Yogyakarta.
Kemudian dari Probolinggo, Jawa Timur, ada PO Akas yang resmi menjadi perusahaan otobus pada 1956. Akas berkembang dan kini terbagi menjadi beberapa unit usaha seperti Akas 1, Akas 2, Akas Tiga, dan Akas 4, yang semuanya masih berada dalam satu garis keluarga pendiri.
Baca Juga: Bus AKAP Terjauh di Indonesia: Jember–Medan ALS vs Aceh–Solo PMTOH, Siapa Paling Panjang?
Bertahan Puluhan Tahun, Bahkan Sejak Zaman Kolonial
Nama berikutnya adalah Safari Dharma Raya dari Temanggung, yang berdiri sejak 1951. Berawal dari usaha angkutan hasil bumi dan ekspedisi, Safari Dharma Raya berkembang menjadi layanan bus antarkota dan bus malam AKAP. Trayeknya kini meluas hingga Denpasar, Mataram, bahkan Bima.
Ada juga Hiba Utama yang berdiri pada 1949. Awalnya bergerak di penyewaan kendaraan untuk acara pemerintahan dan distribusi BBM, lalu berkembang ke layanan antar jemput karyawan hingga bus pariwisata. Hiba Utama kini dikenal memiliki banyak anak perusahaan transportasi yang masih eksis.
Dalam daftar ini turut disebut Damri, perusahaan plat merah yang sejarahnya bermula sejak era pendudukan Jepang. Nama Damri hadir pada 1946 setelah penggabungan jawatan angkutan, dan hingga kini tetap menjadi salah satu operator transportasi darat milik pemerintah.
NPM, yang Tertua: Berdiri Tahun 1937
Urutan pertama sebagai perusahaan otobis tertua di Indonesia ditempati oleh NPM (Naikilah Perusahaan Minang). PO asal Sumatera Barat ini berdiri pada 1 November 1937, bahkan saat Indonesia masih berada dalam masa kolonial Belanda. Awalnya NPM hanya melayani trayek dalam provinsi, lalu berkembang menjadi layanan lintas Sumatera dan akhirnya menjangkau Pulau Jawa, termasuk rute ke Jakarta, Bogor, Depok, Bekasi, hingga Bandung.
Daftar PO legendaris ini menunjukkan bahwa bisnis transportasi bus bisa bertahan puluhan tahun jika mampu berinovasi, melakukan ekspansi terukur, serta menjaga kualitas layanan. Mereka bukan hanya sekadar bertahan, tetapi menjadi bagian penting dari sejarah perjalanan masyarakat Indonesia.
Editor : Natasha Eka Safrina