JAKARTA - Industri transportasi darat di Tanah Air terus berkembang pesat. Di tengah persaingan ketat antaroperator, sejumlah perusahaan bus justru mampu tumbuh menjadi raksasa dengan jumlah armada yang luar biasa banyak, rute yang semakin luas, serta pembaruan armada yang dilakukan secara rutin setiap tahun.
Menariknya, ada beberapa perusahaan otobus besar di Indonesia yang bukan hanya dikenal karena nama besarnya, tetapi juga karena skala operasionalnya yang masif. Mulai dari ribuan unit bus, ribuan karyawan, hingga penghargaan nasional seperti rekor MURI, deretan PO ini menjadi bukti bahwa layanan bus masih menjadi tulang punggung mobilitas masyarakat.
Dalam sebuah video ulasan, disebutkan ada delapan perusahaan otobus besar di Indonesia yang masuk kategori “raksasa”, bukan karena menaungi grup PO lain, melainkan karena nama perusahaan itu sendiri memiliki armada yang sangat besar. Berikut daftar dan kisah singkat perjalanan masing-masing PO.
PO Haryanto: Raksasa dari Kudus dengan Ribuan Karyawan
Nama pertama yang dibahas adalah PO Haryanto, perusahaan bus asal Kudus, Jawa Tengah. Perjalanan PO ini dimulai pada tahun 2002 dan didirikan oleh Haji Haryanto. Dalam waktu relatif singkat, PO Haryanto tumbuh menjadi salah satu operator bus paling populer di Indonesia.
Saat ini, PO Haryanto disebut memiliki sekitar 2.000 karyawan. Bus dengan logo Menara Kudus ini dikenal dengan pelayanan yang dinilai andal, peremajaan armada yang rutin, serta kru yang ramah. Manajemen perusahaan kini dilanjutkan oleh Ryan Mahe, putra pendiri.
Primajasa: Bus yang Nyaris Selalu Ada di Jabodetabek
Berikutnya ada Primajasa, perusahaan bus yang sangat familiar di wilayah DKI Jakarta, Banten, dan Jawa Barat. Primajasa memulai perjalanan pada 1991, awalnya sebagai bus pariwisata dengan sekitar 25 unit armada.
Seiring berkembang, Primajasa membuka layanan AKAP pada 2001. PO ini berada di bawah naungan Mayasari Group dan disebut memiliki sekitar 1.000 unit armada, membuatnya mudah ditemui di jalanan, terutama di kawasan Jabodetabek dan sekitarnya.
Budiman: Kebanggaan Tasikmalaya dengan Armada Besar
Dari Jawa Barat, ada PO Budiman yang berbasis di Kota Tasikmalaya. Perusahaan ini didirikan oleh Saleh Budiman, berawal dari usaha truk sebelum akhirnya beralih menjadi usaha angkutan bus pada 1992.
Awalnya hanya bermodalkan 4 unit bus, Budiman melayani rute lokal Priangan Timur seperti Tasikmalaya dan Ciamis. Kini layanan Budiman meluas mencakup pariwisata, AKDP, hingga AKAP menuju berbagai kota di Pulau Jawa. Jumlah armadanya disebut lebih dari 900 unit, menjadikannya salah satu PO dengan armada terbanyak di Indonesia.
Lorena: Dari Bogor-Jakarta sampai Menjangkau Banyak Kota
Nama berikutnya adalah PO Lorena, perusahaan bus besar yang memulai sejarahnya sejak 1970 oleh Gusti Terkelin Surbakti. Trayek awalnya adalah Bogor–Jakarta pulang pergi.
Kini Lorena berkembang dengan berbagai rute AKAP, termasuk ke Surabaya, Madura, Denpasar, hingga rute menuju Pulau Sumatera. Lorena juga melayani bus pariwisata dan disebut sebagai salah satu operator TransJakarta.
Baca Juga: Bus AKAP Terjauh di Indonesia: Jember–Medan ALS vs Aceh–Solo PMTOH, Siapa Paling Panjang?
Gunung Harta: Bus Bali yang Konsisten Perbarui Armada
Dari Pulau Bali, ada PO Gunung Harta yang didirikan oleh I Wayan Sutika. Perjalanan dimulai pada 1993 dengan rute Denpasar–Gilimanuk. Dua tahun kemudian, pada 1995, Gunung Harta mulai membuka layanan AKAP.
Basis pelayanan Gunung Harta kini terbagi dua, yakni di Bali dan Malang, Jawa Timur. Busnya juga mudah dibedakan dari warna bodi: merah untuk jalur Bali–Jawa, dan hijau untuk jalur Madura–Malang menuju Jabodetabek hingga Jawa Barat. PO ini dikenal dengan kenyamanan, variasi kelas, dan pembaruan armada yang konsisten.
Harapan Jaya: Asal Tulungagung, Kini Merambah Sumatera
PO Harapan Jaya berasal dari Tulungagung, Jawa Timur. Didirikan oleh Harjaya Jayana pada 1972, awalnya hanya memiliki tiga unit bus untuk rute Tulungagung–Surabaya.
Pada 1993, Harapan Jaya mulai merintis AKAP seperti Tulungagung–Solo–Jakarta dan berbagai kota lain di Jawa Timur. Bahkan pada 2017, PO ini membuka trayek menuju Pulau Sumatera. Harapan Jaya juga dikenal punya banyak kelas layanan, mulai ekonomi atas, VIP, executive, luxury, hingga sleeper seat.
Baca Juga: Trayek Bus Terjauh di Indonesia, Jaraknya Setara Lintas Negara Eropa
Rosalia Indah: Peraih Rekor MURI Bus Double Decker Terbanyak
Selanjutnya ada PO Rosalia Indah, perusahaan bus yang berkantor pusat di Palur, Jawa Tengah, dan berdiri sejak 1983. Rosalia Indah baru-baru ini disebut mendapat penghargaan MURI sebagai pemilik armada bus AKAP double decker terbanyak dengan layanan pramugara-pramugari.
Rosalia Indah bahkan menghadirkan 21 unit bus premium double decker sekaligus, dengan bodi dari karoseri Adiputro dan Laksana. PO ini dikenal karena pelayanan yang memanjakan, kelas yang beragam, serta peremajaan armada tiap tahun.
Sinar Jaya: Armada 1.000+ dan 6 Kali Raih MURI
Di urutan pertama, ada PO Sinar Jaya yang berkantor pusat di Bekasi, Jawa Barat. Perusahaan ini berdiri pada 1982 oleh Herman Rusli bersama Haji Rasyidin Karyana.
Sinar Jaya disebut memiliki lebih dari 1.000 unit armada dan melayani berbagai jurusan dari Jabodetabek menuju Jawa Tengah, Jawa Timur, hingga Pulau Sumatera. PO ini juga tercatat meraih penghargaan MURI terkait pelayanan dan kepuasan penumpang selama 6 kali berturut-turut pada periode 2005–2011.
Dengan jumlah armada besar, rute luas, serta pembaruan bus yang terus dilakukan, delapan perusahaan ini layak disebut sebagai perusahaan otobus besar di Indonesia yang masih menjadi pilihan utama masyarakat untuk perjalanan jarak dekat maupun lintas provinsi.
Editor : Natasha Eka Safrina