Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Bus Dongfeng Sumber Kencono Jadi Legenda “Sasis Balap” Sumber Group: Tenaga 270 PS, Torsi Gila 1080 Nm, Tapi Remnya Disebut Kurang Pakem!

Natasha Eka Safrina • Selasa, 3 Februari 2026 | 17:50 WIB

Bus Dongfeng Sumber Kencono jadi legenda Sumber Group: tenaga 270 PS, torsi 1080 Nm, tapi remnya disebut kurang pakem.
Bus Dongfeng Sumber Kencono jadi legenda Sumber Group: tenaga 270 PS, torsi 1080 Nm, tapi remnya disebut kurang pakem.

JAKARTA - Nama bus Dongfeng Sumber Kencono masih menjadi perbincangan hangat di kalangan pecinta bus, terutama bagi masyarakat Jawa Timur dan Jawa Tengah yang sering melintasi jalur Surabaya–Yogyakarta. Di sepanjang rute ini, Sumber Group dikenal sebagai salah satu operator legendaris sejak era 1980-an, dengan ciri khas armada yang melaju cepat dan sering diandalkan penumpang yang mengejar waktu. Salah satu unit yang paling ikonik adalah bus Dongfeng Sumber Kencono, yang sampai sekarang dianggap sebagai “sasis balap” paling melegenda dalam sejarah PO tersebut.

Bus Dongfeng ini bukan sekadar kendaraan biasa. Di masanya, unit tersebut menjadi simbol performa tinggi yang identik dengan kecepatan dan tarikan kuat. Tak heran, banyak orang mengingat era Sumber Kencono sebagai periode “raja jalanan”, sebelum kemudian berevolusi menjadi Sumber Selamat dan Sugeng Rahayu. Namun di balik reputasi kencang, ada juga sisi lain yang membuat bus ini penuh cerita: mulai dari karakter suspensi yang keras, suara mesin yang menggelegar, hingga isu pengereman yang sering disorot.

Baca Juga: Sejarah PO Harapan Jaya: Berawal 3 Bus Tahun 1977, Kini Jadi “Kuda Oren” Premium Asal Tulungagung dengan Layanan First Class!

Sumber Group dan Jalur Surabaya–Yogyakarta yang Legendaris

Bagi penumpang yang sering naik bus antarkota, Sumber Group memang punya tempat tersendiri. Operator ini dikenal mampu mengantar penumpang lebih cepat dibanding bus lain, sehingga cocok untuk mereka yang mengejar jadwal kerja, kuliah, maupun keperluan mendesak.

Kecepatan tersebut tentu bukan tanpa alasan. Armada yang dipakai Sumber Group di masa kejayaannya banyak menggunakan sasis yang dikenal bertenaga. Dari sekian banyak merek yang pernah digunakan, Dongfeng disebut sebagai yang paling “legend” dan paling mudah dikenali, terutama karena dipasangkan dengan bodi dari karoseri Laksana Ungaran.

Dongfeng, Merek China yang Pernah Jadi Primadona Sumber Kencono

Merek Dongfeng sebenarnya bukan pemain baru di Indonesia. Pabrikan asal China ini sudah hadir sejak tahun 1990-an, terutama lewat produk mesin diesel yang banyak dipakai untuk alat pertanian seperti traktor, penggilingan padi, hingga mesin kapal nelayan.

Namun untuk kendaraan komersial seperti truk dan bus, nama Dongfeng dulu belum terlalu populer. Produk bus Dongfeng di Indonesia mulai masuk sekitar tahun 2007, disebut melalui PT Indo Dongfeng Motor yang juga membawa merek Golden Dragon.

Baca Juga: Sejarah PO Rosalia Indah: Dari 1 Colt Diesel Rute Solo–Blitar hingga Jadi “Sultan Palur” dengan 21 Bus Double Decker Rekor MURI!

Pada awalnya, yang banyak beredar adalah sasis bus medium 8 meter dengan tampilan unik: ukuran roda besar, tetapi wheelbase pendek. Sementara sasis Dongfeng yang dipakai Sumber Kencono merupakan tipe EQ6120KSD, yang kabarnya menjadi satu-satunya produk bus besar bermesin depan sepanjang 12 meter dari Dongfeng saat itu.

Menariknya, untuk kategori bus besar bermesin depan, disebut hanya Sumber Kencono yang menggunakan sasis Dongfeng dalam jumlah cukup banyak, bahkan mencapai puluhan unit.

Spesifikasi Bus Dongfeng Sumber Kencono: 270 PS dan Torsi 1080 Nm

Alasan Dongfeng jadi “sasis balap” tak lepas dari spesifikasinya. Bus ini dibekali mesin diesel 6 silinder segaris berkapasitas 7.800 cc. Mesin tersebut sudah dilengkapi turbocharger dan intercooler, sehingga tenaga maksimalnya mencapai 270 PS pada 2.500 RPM.

Baca Juga: PO Nusantara Kudus: Sejarah Lengkap Bus Legendaris yang Jadi Trendsetter, Punya Scania Terbanyak dan Livery Unik Bikin Melongo!

Angka itu disebut lebih besar sekitar 55 PS dibanding Hino AK8 yang banyak beredar di jalanan. Yang paling mencolok justru torsinya: 1.080 Nm pada 1.500 RPM. Torsi sebesar ini jauh lebih besar dibanding Hino RK8 yang disebut hanya sekitar 750 Nm.

Dengan kombinasi tenaga dan torsi tersebut, tidak heran jika bus Dongfeng milik Sumber Kencono punya performa buas. Mulai dari tarikan awal yang responsif hingga kemampuan top speed yang tinggi, semuanya mendukung karakter “kencang” yang sudah jadi identitas PO ini.

Bahkan, bus ini juga dibekali transmisi dengan rasio panjang, yang membuatnya semakin cocok dipacu di jalur antarkota. Inilah yang membuat Dongfeng begitu melekat dalam ingatan banyak penumpang dan penggemar bus di Jawa Timur.

Rem Kurang Pakem dan Suspensi Keras Jadi Catatan

Namun performa besar itu ternyata punya konsekuensi. Dalam pembahasan video, disebutkan tenaga besar tidak diimbangi sistem pengereman yang mumpuni. Rem bus Dongfeng dikenal kurang pakem dan sering selip, terutama saat kondisi jalan basah karena hujan.

Baca Juga: Industri Karoseri Bus Indonesia Mendunia! Ini 6 Negara yang Diam-diam Pakai Bus Buatan RI, dari Fiji sampai Arab Saudi

Pihak Sumber Group disebut sudah mencoba berbagai cara untuk mengatasi persoalan rem, mulai dari penambahan retarder hingga penggantian tromol rem bawaan pabrik. Tetapi hasilnya masih dianggap belum cukup mengatasi kekurangan utama Dongfeng.

Selain itu, karakter sasis yang rigid membuat bantingan suspensi terasa keras. Hal ini memengaruhi kenyamanan pengemudi dan penumpang. Bahkan disebut juga berdampak pada daya cengkeram ban ke aspal yang berkurang.

Ciri Khas Dongfeng: Baut 10, Suara Mesin Keras, dan “Peti Mati Berjalan”

Bus Dongfeng Sumber Kencono juga mudah dikenali dari baut roda yang berjumlah 10. Selain itu, ukuran ruang mesin depan yang sangat besar membuat bus ini sering dijuluki ekstrem sebagai “peti mati berjalan”. Dampaknya, kursi baris paling depan sebelah kiri biasanya dibuat tunggal karena ruang mesin memakan banyak tempat.

Suara mesinnya pun khas: lebih keras dibanding merek lain. Jika knalpot sudah dimodifikasi, suara yang dihasilkan bisa lebih menggelegar.

Seluruh unit Dongfeng Sumber Kencono disebut menggunakan bodi model Nucleus dari karoseri Laksana Ungaran, dengan ciri khas lampu kotak yang membuat tampilannya berbeda dari bus lain.

Sayangnya, karena kerap terlibat insiden di jalan, unit-unit Dongfeng ini akhirnya dijual dan digantikan dengan sasis merek lain. Meski begitu, namanya telanjur jadi legenda di jalur Surabaya–Yogyakarta dan masih sering dibahas hingga sekarang.

Editor : Natasha Eka Safrina
#PO Sumber Kencono #bus indonesia #Sejarah PO Sumber Kencono