JAKARTA - Sejarah PO Rosalia Indah menjadi kisah menarik di dunia transportasi darat Indonesia. Nama besar perusahaan otobus ini kini identik dengan layanan antarkota yang luas, armada modern, hingga julukan yang melekat kuat: “Sultan Palur”. Namun, di balik pamor tersebut, perjalanan Rosalia Indah tidak terjadi dalam semalam. Ada proses panjang, kerja keras, serta keputusan berani yang membuatnya berkembang dari usaha sederhana menjadi raksasa bus di Tanah Air.
Dalam catatan perjalanan bisnisnya, sejarah PO Rosalia Indah bermula dari pasangan suami-istri yang memulai semuanya dari nol. Pendiri Rosalia Indah adalah Bapak Yustinus Suroso bersama Ibu Yustina Rahyuni Suroso. Perusahaan ini berdiri pada tahun 1983, dengan kantor pusat yang berada di Palur, Karanganyar, Jawa Tengah. Slogan yang diusung hingga kini adalah “Mitra Setiap Perjalanan Anda”, menggambarkan komitmen perusahaan sebagai teman perjalanan masyarakat lintas kota.
Menariknya, sejarah PO Rosalia Indah diawali hanya dengan satu armada Colt Diesel. Kala itu, layanan masih sederhana dan fokus membawa penumpang pada rute Solo–Blitar. Dari titik awal tersebut, pasangan pendiri kemudian menunjukkan keberanian dengan memperluas usaha melalui layanan travel. Rute yang dibuka pun semakin bervariasi, mulai dari Jogja–Surabaya, Jogja–Blitar, hingga Jogja–Malang.
Awal Berdiri: Dari Travel ke Perusahaan Otobus
Perkembangan usaha travel Rosalia Indah berjalan cukup baik hingga memasuki tahun 1991. Di tahun yang sama, langkah besar diambil: membeli lima unit bus besar dengan sasis Hino AK. Saat itu kelas layanan yang ditawarkan masih ekonomi non-AC, namun penambahan armada ini menjadi tonggak penting karena sejak itulah Rosalia Indah resmi berkembang menjadi PO (Perusahaan Otobus) dengan nama yang kini dikenal luas.
Masuk era 1990-an, persaingan bisnis bus semakin ketat, terutama pada trayek-trayek besar antarkota. Rosalia Indah saat itu masih tergolong muda dan awalnya hanya bermain di jalur AKDP (Antar Kota Dalam Provinsi). Namun, berkat strategi yang terus berkembang dan manajemen yang semakin matang, Rosalia Indah tidak membutuhkan waktu lama untuk ikut bersaing pada layanan AKAP (Antar Kota Antar Provinsi).
Ekspansi Besar dan Jaringan Jawa–Sumatera
Seiring berjalannya waktu, Rosalia Indah memperluas area pelayanannya hingga mencakup Jawa dan Sumatera. Layanan yang tersedia tidak hanya bus antarkota, tetapi juga bus pariwisata. Disebutkan, rute terpendek Rosalia Indah adalah Solo–Surabaya, sementara rute terpanjangnya adalah Jember–Palembang. Hal ini menunjukkan jangkauan yang semakin luas dan kemampuan operasional yang kian kuat.
Kini, Rosalia Indah disebut memiliki lebih dari 1.000 personel dan lebih dari 140 kantor perwakilan serta agen yang tersebar di berbagai wilayah. Jaringan yang besar ini menjadi salah satu alasan mengapa PO Rosalia Indah masuk jajaran pemain utama di industri transportasi bus Indonesia.
Resmi Menjadi PT dan Membangun Rosalia Indah Group
Dalam dunia transportasi modern, profesionalisme menjadi tuntutan. Karena itu, tepat pada 15 April 2015, Rosalia Indah bertransformasi menjadi perusahaan berbadan hukum dengan nama PT Rosalia Indah Transport. Langkah ini menegaskan bahwa perusahaan tidak lagi sekadar bisnis keluarga berskala kecil, melainkan entitas profesional yang siap bersaing dan berkembang secara lebih luas.
Menariknya, Rosalia Indah juga membangun banyak lini usaha lain yang tergabung dalam Rosalia Indah Group. Beberapa unit usaha yang disebut antara lain Rosin Hotel, Rosin Mart, Rosin Resto, Rosin Laundry, hingga bisnis air mineral. Tidak hanya itu, Rosalia Indah juga tercatat memiliki empat SPBU yang tersebar di beberapa wilayah seperti Karanganyar, Kartosuro, Karawang, dan Ngawi.
Deretan Penghargaan hingga Rekor MURI
Sebagai salah satu PO besar di Indonesia, Rosalia Indah mengoleksi berbagai penghargaan. Di antaranya, penghargaan perusahaan otobis terbaik kategori AKAP non-ekonomi pada 2010–2011, 2014, dan 2016. Rosalia Indah juga menerima penghargaan terkait pelayanan prima dari Kementerian Perhubungan dalam beberapa tahun berbeda.
Puncak perhatian publik terjadi pada 30 September 2021, ketika Rosalia Indah meraih Rekor MURI sebagai PO dengan armada double decker terbanyak yang dilengkapi pelayanan pramugara dan pramugari di Indonesia. Pada momen itu, jumlah armada double decker yang dimiliki mencapai 21 unit, memperkuat citra “Sultan Palur” di dunia perbisan.
Dalam salah satu pernyataannya, Bapak Yustinus Suroso menyebut dirinya menjalankan bisnis tanpa memasang target muluk. “Mengalir saja,” kira-kira begitu prinsipnya. Dari kisah ini, publik bisa melihat bahwa kesuksesan dapat diraih lewat konsistensi, kerja keras, dan keberanian mengambil peluang sejak langkah pertama.
Editor : Natasha Eka Safrina