Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Sejarah PO Rosalia Indah: Berawal dari “Bibit Kawit” Solo–Blitar, Sempat Gagal di AKDP, Kini Jadi Raksasa AKAP dengan 21 Double Decker!

Natasha Eka Safrina • Selasa, 3 Februari 2026 | 18:15 WIB

Sejarah PO Rosalia Indah: dari “bibit kawit” Solo–Blitar, sempat gagal di AKDP, kini berjaya di AKAP dan punya 21 double decker.
Sejarah PO Rosalia Indah: dari “bibit kawit” Solo–Blitar, sempat gagal di AKDP, kini berjaya di AKAP dan punya 21 double decker.

JAKARTA - Sejarah PO Rosalia Indah menjadi salah satu cerita perjalanan bisnis transportasi darat yang paling menarik di Indonesia. Banyak orang mengenal Rosalia Indah—atau akrab disebut Rosin—sebagai perusahaan otobus besar dengan rute lintas provinsi, armada modern, serta layanan yang terus berkembang. Namun, di balik nama besar itu, ada fase panjang yang penuh perjuangan, termasuk momen ketika Rosalia Indah sempat “tersandung” saat mencoba bermain di jalur AKDP.

Dalam catatan perjalanan yang dibahas di kanal Flashback IT, sejarah PO Rosalia Indah dimulai pada tahun 1983. Perusahaan ini didirikan oleh pasangan suami istri Yustinus Suroso dan Yustina Rahyuni Suroso. Kala itu, Rosalia Indah masih berbentuk usaha travel sederhana yang dikelola sendiri oleh sang pendiri, mulai dari operasional hingga pengelolaan harian.

Pada masa awal, armada yang digunakan adalah Mitsubishi Colt Diesel yang oleh penggemar bus kerap disebut sebagai “bibit kawit”. Armada perdana itu melayani trayek Surakarta (Solo)–Blitar. Rute ini menjadi fondasi penting karena menjadi jalur pertama yang memperkenalkan nama Rosalia Indah kepada masyarakat pengguna transportasi darat.

Baca Juga: Sejarah PO Harapan Jaya: Berawal 3 Bus Tahun 1977, Kini Jadi “Kuda Oren” Premium Asal Tulungagung dengan Layanan First Class!

Seiring waktu, layanan travel tersebut mulai berkembang. Rosalia Indah memperluas trayek hingga melayani rute Yogyakarta–Surabaya serta Yogyakarta–Blitar–Malang. Ekspansi ini menunjukkan bahwa sejak awal Rosalia Indah sudah memiliki keberanian untuk memperlebar pasar dan tidak terpaku pada satu jalur saja.

Pernah Coba AKDP, Tapi Tak Bertahan Lama

Perjalanan Rosalia Indah tidak selalu mulus. Pada tahun 1987, Rosalia Indah mulai melakukan pengembangan usaha dengan menambah layanan angkutan Antarkota Dalam Provinsi (AKDP). Perusahaan mulai mengoperasikan armada bus untuk memperkuat layanan antarkota di wilayah Jawa Tengah.

Namun, layanan AKDP tersebut disebut tidak bertahan lama. Penyebab utamanya adalah persaingan usaha transportasi AKDP di Jawa Tengah yang semakin ketat. Kondisi itu membuat Rosalia Indah harus berpikir ulang soal arah bisnis, sekaligus mencari strategi baru agar tetap bertahan di tengah kompetisi.

Baca Juga: 8 Perusahaan Otobus Besar di Indonesia dengan Armada Bus Terbanyak, Sinar Jaya sampai Haryanto Ternyata Segede Ini!

Titik balik terjadi pada tahun 1990. Karena tekanan persaingan yang terus meningkat, Rosalia Indah mulai mengubah orientasi layanan bus yang awalnya berfokus pada AKDP menjadi Antarkota Antar Provinsi (AKAP). Langkah ini menjadi keputusan besar karena berarti Rosalia Indah harus memperluas trayek, meningkatkan kesiapan armada, serta memperkuat manajemen operasional.

Beralih ke AKAP: Blitar–Solo–Jakarta Jadi Kunci

Setelah mengubah orientasi, Rosalia Indah mengembangkan trayek agar bisa melayani rute Blitar–Solo–Jakarta. Perluasan rute ini menandai babak baru dalam sejarah PO Rosalia Indah, karena perusahaan mulai masuk ke jalur-jalur panjang yang menuntut ketahanan armada dan kualitas layanan lebih tinggi.

Pada periode yang sama, Rosalia Indah juga menambah armada. Disebutkan, perusahaan menambah 5 bus bermesin Hino yang belum dilengkapi penyejuk udara (non-AC). Meski terdengar sederhana dibanding standar bus masa kini, penambahan armada tersebut menjadi modal penting untuk memperkuat kapasitas operasional.

Peralihan dari AKDP ke AKAP inilah yang kemudian menjadi fondasi pertumbuhan Rosalia Indah hingga dikenal luas seperti sekarang.

Baca Juga: Sejarah PO Rosalia Indah: Dari 1 Colt Diesel Rute Solo–Blitar hingga Jadi “Sultan Palur” dengan 21 Bus Double Decker Rekor MURI!

Resmi Jadi PT pada 2015

Perubahan besar lainnya terjadi pada 10 April 2015. Pada tanggal tersebut, status Rosalia Indah resmi berubah menjadi perusahaan berbadan hukum dengan nama PT Rosalia Indah Transport. Meski demikian, dalam kegiatan bisnis sehari-hari, perusahaan tetap dikenal masyarakat sebagai Rosalia Indah atau “Rosin”.

Rosalia Indah merupakan perusahaan bus asal Indonesia yang berbasis di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, dengan kantor pusat berada di wilayah Palur, Kecamatan Jaten. Perusahaan ini juga menjadi bagian dari Rosalia Indah Group, yang menaungi berbagai unit usaha.

Layanan Jawa–Sumatera hingga Bisnis Turunan

Dalam operasionalnya, Rosalia Indah menyelenggarakan layanan angkutan antarkota yang melayani berbagai kota di Pulau Jawa dan Pulau Sumatera. Selain bus antarkota, Rosalia Indah juga melayani jasa angkutan pariwisata melalui layanan bus pariwisata.

Rosalia Indah juga memiliki sejumlah unit usaha lain, seperti Rosalia Express, Rossin Hotel Yogyakarta, rumah makan dan rest area Rosin Subang, rumah makan dan rest area Rosin Pemalang, Rosin Mart, Rosin Laundry, restoran sederhana, hingga air minum dalam kemasan.

Baca Juga: Mekanisme Pembayaran Gaji ASN P3K 2026 Terungkap, Pemprov Jatim Tegaskan Syarat Penting Ini sebelum Upah Cair

Rekor MURI Berkat 21 Double Decker

Salah satu pencapaian yang cukup mencuri perhatian publik adalah jumlah armada bus tingkat double decker. Per September 2021, Rosalia Indah disebut memiliki 21 unit double decker. Atas capaian tersebut, Rosalia Indah meraih penghargaan Rekor MURI sebagai perusahaan otobus AKAP yang memiliki armada double decker terbanyak dengan layanan pramugara dan pramugari di Indonesia.

Kisah ini menunjukkan bahwa Rosalia Indah bukan hanya bertahan, tetapi mampu tumbuh lewat strategi adaptasi. Dari “bibit kawit” Colt Diesel, sempat gagal di AKDP, hingga berjaya di AKAP—Rosalia Indah menjadi bukti bahwa konsistensi dan keberanian mengambil keputusan besar bisa membawa hasil nyata.

Editor : Natasha Eka Safrina
#PO Rosalia Indah