JAKARTA – BYD ETO One langsung jadi perbincangan sejak debutnya di ajang GIIAS. Bukan semata karena desainnya, melainkan karena harganya yang “mengganggu” pasar: mulai Rp195 juta untuk varian Dynamic dan Rp235 juta untuk varian Premium. Di harga tersebut, mobil listrik ini sudah sejajar LCGC bensin, tapi menawarkan teknologi dan fitur yang jauh lebih modern.
Secara global, model ini dikenal sebagai BYD Seagull. Namun saat masuk Indonesia, namanya berubah menjadi ETO One. Strategi harga agresif ini membuat banyak konsumen yang sebelumnya melirik LCGC seperti Toyota Agya mulai mempertimbangkan beralih ke mobil listrik.
Baterai dan Performa
BYD ETO One tersedia dalam dua pilihan baterai. Varian Dynamic menggunakan baterai 30,08 kWh dengan klaim jarak tempuh 300 km. Sementara varian Premium dibekali baterai 38,8 kWh dengan klaim hingga 380 km (standar pengujian NEDC).
Pengisian daya sudah memakai port CCS2 untuk DC fast charging. Varian Dynamic mendukung pengisian hingga 30 kW, sedangkan Premium hingga 40 kW. Untuk AC charging, keduanya sama-sama mendukung hingga 6,6 kW.
Motor listriknya menghasilkan tenaga 50 kW atau setara 74–75 PS dengan torsi 135 Nm, disalurkan ke roda depan melalui transmisi single speed. Secara angka memang tidak terdengar besar, namun untuk penggunaan dalam kota, tenaganya terasa cukup. Akselerasi 0–100 km/jam tercatat sekitar 14 detik dalam pengujian nyata.
Dalam pemakaian harian, konsumsi energinya berkisar 9–10 kWh per 100 km, atau sekitar 9–10 km per kWh. Artinya, klaim jarak tempuhnya cukup realistis untuk penggunaan normal di perkotaan.
Desain Eksterior Futuristik
Dari sisi desain, BYD ETO One tampil futuristik dengan garis-garis tajam. Lampu depan LED dengan DRL memberikan kesan modern. Velg 16 inci dibalut ban 185/55 R16, rem belakang sudah cakram, dan tersedia electronic parking brake.
Dimensinya kompak dengan panjang 3.925 mm dan wheelbase 2.500 mm. Proporsinya memang mungil, namun tetap proporsional untuk sebuah city car listrik. Bagasi cukup untuk kebutuhan harian, meski tidak terlalu besar. Mobil ini juga sudah dilengkapi fitur V2L (Vehicle to Load) untuk menyuplai listrik ke perangkat eksternal.
Interior Lebih Baik dari Ekspektasi
Masuk ke kabin, kualitasnya di atas rata-rata LCGC. Material dashboard memang dominan plastik keras, namun ada beberapa bagian soft touch yang memberi kesan lebih premium. Layar tengah sudah mendukung Apple CarPlay dan Android Auto wireless.
Varian Premium mendapat beberapa fitur tambahan seperti jok berlapis kulit sintetis dengan pengaturan elektrik enam arah, wireless charger, serta setir berlapis kulit yang sudah tilt dan telescopic. Pada varian Dynamic, jok masih manual dan setir hanya tilt.
Panel instrumen digital memang tidak besar, namun informatif. Kamera parkir tersedia, meski belum ada kamera 360 derajat maupun ADAS. Cruise control yang disematkan masih tipe konvensional.
Ruang belakang cukup untuk penumpang dengan tinggi sekitar 170–174 cm. Legroom dan headroom masih memadai, meski untuk tiga orang dewasa akan terasa sempit karena lebar bodi terbatas.
Kenyamanan dan Handling
Salah satu keunggulan mobil ini ada pada kenyamanan suspensi. Karena baterai ditempatkan di bawah lantai, titik berat mobil lebih rendah sehingga terasa stabil. Bantingan suspensi depan terasa nyaman untuk kelasnya, bahkan lebih baik dibanding LCGC konvensional.
Baca Juga: Bunga Pinjaman KUR BRI 2026 Terbaru: Simulasi Cicilan hingga KUR Kecil Rp100 Juta, UMKM Wajib Tahu!
Setirnya juga terasa lebih solid dibanding mobil murah bermesin bensin. Memang belum sepresisi mobil Rp400–500 jutaan, namun untuk harga Rp200 jutaan, impresinya tergolong baik.
Sistem pengereman khas mobil listrik dengan regenerative braking tersedia dalam dua pilihan: Standard dan High. Mode High memungkinkan deselerasi lebih kuat saat pedal gas dilepas, meski belum sampai ke level one pedal driving.
Layak Dibeli?
Dengan harga Rp195 juta, BYD ETO One menawarkan kombinasi desain modern, fitur cukup lengkap, biaya operasional rendah, serta kenyamanan yang di atas rata-rata LCGC bensin.
Memang tidak ada ADAS, kamera 360, atau performa buas. Namun untuk penggunaan harian dalam kota, mobil ini terasa “cukup” di hampir semua aspek. Bahkan banyak pengguna tidak akan merasa kekurangan tenaga dalam pemakaian normal.
Strategi harga agresif BYD membuat peta persaingan berubah. Bukan hanya sesama mobil listrik yang terdampak, tapi juga mobil bensin entry level.
Jika prioritas Anda adalah mobil harian yang irit, modern, dan bebas bensin, BYD ETO One menjadi salah satu opsi paling rasional di kelas harga Rp200 jutaan saat ini.
Editor : Dyah Wulandari