Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Waktu Terbaik Beli Motor Listrik Jatuh di Akhir 2025? Ini Alasan Logis Soal BBM, Biaya Hemat, dan Akselerasi Instan!

Ingge Nayla Ayu Karina • Minggu, 15 Februari 2026 | 21:29 WIB
Waktu terbaik beli motor listrik disebut jatuh di akhir 2025. Ini alasan soal BBM, biaya hemat, dan perawatan simpel.
Waktu terbaik beli motor listrik disebut jatuh di akhir 2025. Ini alasan soal BBM, biaya hemat, dan perawatan simpel.

 

RADAR TULUNGAGUNG - Waktu terbaik beli motor listrik disebut-sebut berada di akhir 2025 hingga awal 2026.

Penilaian ini muncul seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap kendaraan listrik roda dua yang dinilai lebih hemat, praktis, dan relevan untuk mobilitas urban.

Momentum waktu terbaik beli motor listrik ini juga dipengaruhi isu kualitas BBM, biaya operasional motor bensin yang terus naik, serta infrastruktur charging yang semakin berkembang.

Baca Juga: Gesits Motor Listrik, Bukan Sepeda Listrik

Seorang pegiat otomotif yang gemar mengulik kendaraan menyebut peralihan ke motor listrik kini bukan sekadar tren, melainkan pertimbangan rasional.

Apalagi, sejumlah faktor teknis dan ekonomi dinilai semakin menguntungkan konsumen di periode tersebut.

 

Isu Kualitas BBM Jadi Pertimbangan

Salah satu alasan utama adalah perubahan komposisi bahan bakar.

Wacana campuran etanol hingga 10 persen pada beberapa jenis bensin memunculkan pro dan kontra.

 

Secara teori, etanol lebih ramah lingkungan.

Namun pada praktiknya, kendaraan lama khususnya yang masih menggunakan karburator berpotensi mengalami penguapan lebih cepat dan risiko karat pada tangki.

 

Motor yang jarang dipakai juga bisa lebih mudah mengalami gangguan pembakaran.

Bahkan pada motor injeksi, sebagian pengguna merasakan performa sedikit berubah dan konsumsi bahan bakar lebih boros.

 

Motor listrik tidak menghadapi persoalan tersebut.

Pengguna tidak perlu memikirkan kualitas BBM, setelan karburator, atau potensi endapan bahan bakar.

 

Biaya Operasional Lebih Ringan

Alasan berikutnya adalah efisiensi biaya.

Motor bensin membutuhkan pengeluaran rutin seperti isi bahan bakar, ganti oli, servis berkala, hingga pajak tahunan yang tidak sedikit.

 

Sebaliknya, motor listrik hanya membutuhkan biaya pengisian daya yang relatif murah.

Dengan biaya listrik beberapa ribu rupiah, kendaraan sudah bisa digunakan menempuh jarak puluhan kilometer.

 

Pajak kendaraan listrik juga jauh lebih ringan dibanding motor konvensional.

Faktor ini menjadi daya tarik besar bagi pekerja harian, mahasiswa, hingga pelaku usaha yang membutuhkan kendaraan ekonomis.

 

Perawatan Minim dan Praktis

Motor bensin memiliki ratusan komponen mekanis yang bergerak dan membutuhkan pelumasan serta penyetelan rutin.

Sementara motor listrik secara umum hanya memiliki tiga komponen utama, yakni motor penggerak atau BLDC, controller, dan baterai.

Baca Juga: Tabrakan Motor dan Mobil di Jembatan Lembupeteng Tulungagung, Pengendara Motor Tewas

Tidak ada penggantian oli.

Tidak perlu tune up rutin.

Tidak ada penyetelan karburator.

 

Selama sistem kelistrikan dan baterai dalam kondisi baik, motor dapat langsung digunakan tanpa perlu pemanasan mesin.

Kepraktisan ini menjadi nilai tambah besar untuk penggunaan harian di kota.

 

Akselerasi Instan Jadi Daya Tarik

Salah satu keunggulan paling terasa adalah tarikan instan.

Saat tuas gas diputar, tenaga langsung keluar tanpa perlu menunggu putaran mesin naik.

 

Karakter ini membuat motor listrik sangat responsif untuk kondisi stop and go di perkotaan.

Meski tampil tanpa suara bising, performanya tetap sigap.

 

Namun ada konsekuensi yang perlu diperhatikan.

Karena sangat hening, pengendara harus lebih waspada terutama di gang sempit atau area padat pejalan kaki.

 

Catatan Soal Lingkungan dan Ketahanan

Motor listrik memang tidak menghasilkan emisi langsung saat digunakan.

Namun proses produksi dan daur ulang baterai lithium tetap memiliki jejak karbon.

 

Artinya, kendaraan listrik bukan solusi sepenuhnya bebas dampak lingkungan.

Meski begitu, secara keseluruhan tetap lebih efisien dibanding motor berbahan bakar fosil.

 

Soal ketahanan, motor listrik relatif lebih aman terhadap genangan.

Namun penggunaan ekstrem seperti sering menerobos banjir tetap berisiko merusak komponen jika tidak dirawat dengan benar.

 

Momentum Akhir 2025 Dinilai Paling Rasional

Menjelang akhir 2025, sejumlah faktor pendukung dinilai semakin matang.

Harga unit semakin kompetitif.

Infrastruktur charger dan stasiun penukaran baterai mulai bertambah.

Biaya operasional dan pajak lebih ringan.

Perawatan sederhana.

Dan akselerasi instan yang menjadi nilai lebih.

 

Bagi pengendara yang gemar touring jarak jauh, motor listrik mungkin belum ideal sebagai kendaraan utama karena keterbatasan jarak tempuh.

Namun untuk aktivitas harian seperti kerja, kuliah, atau mobilitas dalam kota, kendaraan ini dinilai semakin masuk akal.

 

Pada akhirnya, keputusan kembali pada kebutuhan masing-masing pengguna.

Namun melihat tren elektrifikasi yang terus berkembang, akhir 2025 memang menjadi periode strategis untuk mempertimbangkan beralih ke motor listrik.

Editor : Ingge Nayla Ayu Karina
#motor listrik 2025 #biaya operasional motor listrik #Kelebihan Motor Listrik #Waktu Terbaik Beli Motor Listrik #motor listrik vs bensin