Radar Tulungagung - Harga mobil baru yang terus meroket membuat banyak masyarakat berpikir ulang untuk memilikinya. Bahkan mobil kategori LCGC kini nyaris menembus Rp200 juta. Di sisi lain, kondisi ekonomi Indonesia belum sepenuhnya merata. Alhasil, mobil baru masih menjadi barang mewah bagi sebagian besar masyarakat. Dalam situasi ini, mobil seharga motor menjadi alternatif realistis yang mulai dilirik.
Fenomena ini semakin relevan ketika melihat harga sepeda motor yang juga ikut naik. Motor matik premium seperti Honda PCX dan Yamaha NMAX kini dijual di kisaran Rp33 juta hingga Rp40 jutaan. Bahkan motor bebek seperti Supra X 125 sudah menyentuh Rp21 juta. Dengan harga setara motor, ternyata ada sejumlah mobil seharga motor yang masih layak dibeli dan digunakan hingga sekarang.
Mobil bekas, khususnya produksi era 1990-an, menawarkan nilai menarik. Selain harga terjangkau, kenyamanan dan fungsinya masih bisa diandalkan jika kondisinya terawat. Berikut lima mobil seharga motor yang dinilai masih pantas dimiliki di tahun 2025.
Toyota Great Corolla, Sedan Tangguh Harga Rp35 Jutaan
Toyota Great Corolla pertama kali dipasarkan di Indonesia pada 1992 dengan kode AE101. Mobil sedan ini dikenal bandel, nyaman, dan memiliki mesin yang cukup bertenaga pada masanya. Hingga kini, kenyamanan berkendara Great Corolla masih terasa, bahkan untuk pemakaian harian.
Harga pasaran mobil ini berada di kisaran Rp35 juta, lebih murah dari motor matik premium baru. Desainnya memang lawas, namun tergolong timeless. Kelebihan lain adalah ketersediaan spare part yang melimpah. Kekurangannya ada pada kaki-kaki yang relatif lemah dan tenaga yang terasa standar untuk ukuran sekarang. Pemilik disarankan menyiapkan dana peremajaan sekitar Rp10 juta.
Toyota Starlet 92, Hatchback Kompak yang Lincah
Toyota Starlet generasi 90-an menjadi pilihan menarik bagi pencari mobil kecil dan lincah. Dimensinya ringkas, cocok digunakan di area perkotaan padat. Desainnya masih cukup enak dipandang dan mudah dimodifikasi agar terlihat lebih segar.
Mobil ini dibekali mesin 1.300 cc karburator yang terkenal irit dan responsif. Meski setting karburator butuh keahlian khusus, Starlet dikenal bukan mobil rewel. Harga bekasnya mulai Rp29 juta. Kekurangannya ada pada interior yang sangat sederhana dan fitur keselamatan yang minim.
Toyota Soluna, Sedan Murah Mesin Injeksi
Toyota Soluna hadir sebagai sedan terjangkau untuk pasar Asia Tenggara. Diproduksi singkat antara 1997 hingga 2000, Soluna sempat digunakan sebagai armada taksi. Desainnya lebih muda dibanding Great Corolla dan masih terlihat relevan.
Soluna menggunakan mesin 1.500 cc injeksi berkode 5A-FE dengan tenaga 95 PS. Konsumsi BBM efisien dan spare part mudah ditemukan. Yang paling menarik, harga bekas mobil ini mulai Rp24 juta, setara motor entry-level baru. Namun, kaki-kaki khas sedan 90-an tetap perlu perhatian ekstra.
Honda Civic Genio, Sedan JDM Look di Bawah Rp30 Juta
Bagi penggemar mobil berdesain JDM, Honda Civic Genio patut dipertimbangkan. Mobil ini merupakan varian sedan dari Civic Estilo dengan tampilan tanpa grill yang ikonik. Mesin 1.600 cc injeksi mampu menghasilkan tenaga hingga 120 HP.
Suspensi double wishbone membuat handling dan kenyamanannya cukup unggul. Harga pasarannya mulai Rp27 juta. Catatan pentingnya, Civic Genio memiliki penyakit bawaan overheat, sehingga sistem pendinginan wajib diperbaiki agar mobil aman digunakan.
Honda Accord Maestro, Paling Murah dan Paling Lega
Honda Accord Maestro menjadi pilihan bagi yang menginginkan sedan berukuran medium. Interiornya lega dan nyaman untuk perjalanan jauh. Tersedia mesin karburator dan injeksi dengan tenaga hingga 145 HP untuk varian injeksi.
Kekurangan utamanya adalah konsumsi BBM yang relatif boros. Namun dari sisi kenyamanan, mobil ini masih sangat layak. Harga bekasnya sangat terjangkau, mulai Rp17 juta, bahkan lebih murah dari motor matic baru.
Catatan Penting Sebelum Membeli
Meski menarik, mobil seharga motor tetap membutuhkan pemahaman dasar otomotif. Mobil berumur pasti memerlukan perawatan ekstra. Tanpa pengetahuan yang cukup, biaya perawatan bisa melebihi harga beli.
Editor : Auliya Nur'Aini Khafadzoh