TRENGGALEK NJENGGELEK- Mobil listrik kini menjadi alternatif kendaraan ramah lingkungan di Indonesia, terutama di tengah isu pemanasan global yang semakin serius. Kendaraan berbasis listrik dianggap lebih bersih dibandingkan mobil konvensional yang menyumbang emisi karbon tinggi. Berdasarkan data Statista 2022, mobil berbahan bakar fosil berkontribusi sekitar 10% dari total emisi karbon dunia.
Bagi konsumen yang ingin beralih ke kendaraan listrik dengan harga terjangkau, beberapa pilihan baru kini tersedia di pasar Indonesia. Tiga model terbaru yang menarik perhatian adalah Seres E1, Hond Boma, dan Wooling RV Light Long Range, masing-masing menawarkan fitur modern, jarak tempuh memadai, dan harga bersaing.
Baca Juga: Harga Mobil Listrik Second di Indonesia: Wooling Cloud, BYD, dan Tesla Mulai Rp110 Jutaan
Seres E1, Compact dan Praktis untuk Perkotaan
Seres E1 resmi hadir di Indonesia pada akhir 2023, membawa konsep mobil listrik compact dan minimalis. Mobil ini mampu menampung hingga empat penumpang, cocok untuk mobilitas perkotaan yang padat. Seres E1 hadir dalam dua varian: B Type dengan baterai 13,8 kWh mampu menempuh 180 km per pengisian, serta L Type dengan baterai 18,8 kWh untuk jarak tempuh hingga 220 km.
Harga Seres E1 cukup bersaing. Varian B Type dibanderol sekitar Rp199 juta, sementara L Type dijual sekitar Rp219 juta. Konsumen bisa menyesuaikan pilihan dengan kebutuhan jarak tempuh dan anggaran. Desain compact membuat Seres E1 mudah bermanuver di jalan sempit, sekaligus tetap nyaman untuk penggunaan sehari-hari.
Hond Boma, MPV Kompak dengan Tampilan Mewah
Pilihan kedua adalah Hond Boma, mobil listrik berdesain unik yang memadukan kenyamanan MPV dengan kepraktisan city car. Dimensinya ringkas: panjang 3.517 mm, lebar 1.495 mm, tinggi 1.660 mm, dan wheelbase 2.495 mm. Meskipun kecil, kabin tetap lega dan nyaman untuk pengemudi maupun penumpang.
Hond Boma memiliki motor listrik dengan tenaga 40 TK dan torsi 84 Nm. Varian baterainya terdiri dari 11,9 kWh untuk jarak tempuh 130 km dan 18,5 kWh untuk jarak tempuh 200 km. Dukungan fast charging memungkinkan pengisian penuh antara 7–10 jam. Harga jual sekitar Rp199 juta di wilayah Jakarta. Kombinasi performa, kenyamanan, dan harga terjangkau menjadikan Hond Boma pilihan menarik bagi masyarakat perkotaan yang ingin mulai beralih ke mobil listrik.
Wooling RV Light Long Range, Jarak Tempuh Lebih Panjang
Wooling terus memperkuat posisinya dengan menghadirkan Wooling RV Light Long Range. Mobil ini mampu menempuh hingga 300 km per pengisian daya, lebih unggul dibanding varian standar yang hanya 200 km. Dimensi fisiknya tetap compact dengan panjang 2.974 mm, lebar 1.555 mm, dan tinggi 1.631 mm, ideal untuk jalan kota yang padat.
Wooling RV Light Long Range dibekali baterai LFP 26,7 kWh dengan rating IP67, tahan debu dan cipratan air. Motor listriknya bertenaga 30 kW (setara 40,2 TK) dengan torsi 110 Nm, memberikan akselerasi responsif. Fitur modern seperti layar TFT 7 inci, rotary gear selector, dan tiga mode berkendara (normal, sport, eco) meningkatkan kenyamanan pengemudi. Harga Rp190 juta, menjadikannya pilihan mobil listrik ekonomis sekaligus praktis.
Baca Juga: Mahindra e2o: Mobil Listrik Murah di Indonesia dengan Harga Setara Dua NMAX
Tren Mobil Listrik Murah di Indonesia
Ketiga model ini menandai tren positif kendaraan listrik murah di Indonesia. Konsumen kini bisa memilih EV yang sesuai kebutuhan dan anggaran tanpa mengorbankan kenyamanan dan performa. Pilihan harga mulai dari Rp190 juta membuat mobil listrik lebih terjangkau bagi masyarakat perkotaan.
Selain itu, kemudahan pengisian daya, desain compact, dan fitur modern menjadi nilai tambah utama. Seres E1 cocok untuk jarak pendek dan mobilitas perkotaan, Hond Boma menawarkan kombinasi MPV dan city car, sedangkan Wooling RV Light Long Range unggul dalam jarak tempuh lebih jauh untuk perjalanan harian maupun menengah.
Dengan hadirnya opsi-opsi ini, masyarakat yang peduli lingkungan dan ingin mengurangi emisi karbon kini memiliki alternatif nyata. Pasar mobil listrik murah di Indonesia pun diprediksi akan terus berkembang, seiring meningkatnya kesadaran akan kendaraan ramah lingkungan dan kebutuhan mobilitas perkotaan yang efisien.
Baca Juga: Harga Mobil Listrik Second di Indonesia: Wooling Cloud, BYD, dan Tesla Mulai Rp110 Jutaan
Editor : Cholifatun Nisak