TRENGGALEK NJENGGELEK- Penjualan mobil listrik di Indonesia pada Desember 2025 menunjukkan dinamika yang sangat tinggi. Berdasarkan data wholesale dari Gikindo, daftar 15 besar mobil listrik terlaris kembali didominasi model berbasis baterai (BEV) dari berbagai segmen, mulai dari small hatchback hingga large MPV. Fluktuasi penjualan tetap tinggi, dengan beberapa model baru langsung menempati posisi atas, sementara model lama ada yang tergeser.
BYD Attawan Pertahankan Posisi Juara
Sang juara masih ditempati oleh BYD Attawan, small hatchback fenomenal yang kembali menempati posisi puncak dengan wholesale 4.853 unit. Meski mengalami penurunan sebesar 42% dibanding bulan sebelumnya, Attawan tetap menjadi primadona di segmen hatchback kecil dengan harga Rp195–235 juta. Dominasi mobil listrik ini menegaskan posisi BYD sebagai penguasa pasar EV di Indonesia.
Pendatang Baru Finfest VF5 dan VFE34 Masuk Peringkat Tinggi
Salah satu sorotan utama Desember 2025 adalah kemunculan pendatang baru. Finfest VF5, compact crossover, langsung masuk peringkat tiga dengan wholesale 3.031 unit, mengalami lonjakan luar biasa sebesar 50.000% dibanding bulan sebelumnya. Sedangkan Finfest VFE34 (Nerio Green) menempati posisi empat dengan wholesale 4.520 unit, naik 35.000% dari bulan sebelumnya. Kedua model ini menunjukkan bahwa pasar EV Indonesia masih terbuka lebar untuk pendatang baru dengan strategi harga kompetitif, VF5 dibanderol Rp212–323 juta dan VFE34 Rp283–411 juta.
Tren Posisi dan Wholesale di Kelas Compact SUV dan MPV
Kelas compact SUV tetap menjadi favorit konsumen. Model seperti Jaiko J5 EV (posisi enam, wholesale 1.110 unit), BYD O3 (posisi 10, wholesale 435 unit), dan Gili EX5 (posisi 14, wholesale 312 unit) menegaskan persaingan sengit di segmen ini. Meski beberapa model naik peringkat, wholesale mereka berfluktuasi, menunjukkan pasar yang sangat kompetitif.
Di segmen MPV, BYD M6 berada di posisi tujuh dengan wholesale 756 unit meski turun empat peringkat. Sementara Wooling Darion EV, medium MPV baru, stabil di posisi empat dengan wholesale 1.310 unit, naik 231% dibanding bulan sebelumnya. Densa D9, yang sebelumnya sempat berada di puncak, kini tergeser ke posisi 15 dengan 298 unit, menandakan era keemasannya mulai berakhir.
Medium Hatchback dan City Car Menjadi Primadona Baru
Pendatang baru lainnya adalah ION UT, medium hatchback dengan wholesale 1.087 unit yang langsung masuk peringkat lima. Mobil ini menjadi salah satu kendaraan paling viral di GIIAS akhir tahun lalu dan baru mulai dikirim ke konsumen Desember 2025. Di segmen city car, Wooling RV menempati peringkat sembilan dengan wholesale 484 unit, naik tiga peringkat dan menunjukkan ketahanan model EV senior di pasar Indonesia.
Baca Juga: Review Xpeng X9 2026: MPV Full-Size Canggih dengan Auto Parking Smooth dan Fitur “Quiet Luxury”
Fluktuasi Wholesale dan Peringkat
Banyak model mengalami kenaikan wholesale besar, namun ada juga yang harus keluar dari daftar 15 besar. Mobil listrik yang tersingkir Desember 2025 antara lain Omoda E5, Wooling Bingo, ION V, dan Hyundai Kona Electric. Hal ini menunjukkan bahwa persaingan mobil listrik Indonesia semakin ketat, terutama di segmen compact SUV dan medium MPV.
Secara keseluruhan, pasar EV Indonesia terus menunjukkan tren pertumbuhan yang menarik meski masih diwarnai fluktuasi mingguan dan bulanan. Model-model seperti BYD Attawan, Finfest VF5, dan Finfest VFE34 membuktikan bahwa strategi harga yang tepat dan performa kendaraan sangat menentukan posisi di pasar.
Kesimpulan
Desember 2025 menjadi bulan penuh kejutan bagi pasar mobil listrik Indonesia. Pendatang baru langsung menempati peringkat atas, sementara model lama mengalami penurunan peringkat meski beberapa masih mencatat kenaikan wholesale signifikan. BYD Attawan tetap sang jawara, sedangkan Finfest VF5 dan VFE34 menunjukkan potensi besar untuk merebut pasar. Dinamika ini menegaskan bahwa pasar EV di Indonesia terus berkembang, dengan persaingan yang semakin sengit di setiap segmen, terutama compact SUV dan medium MPV.
Editor : Cholifatun Nisak