TULUNGAGUNG - TVS Orbiter resmi diperkenalkan sebagai motor listrik terbaru yang langsung menghebohkan pasar. Dengan banderol sekitar Rp15 jutaan, TVS Orbiter menawarkan kombinasi harga terjangkau, fitur canggih, dan jarak tempuh panjang hingga 158 km dalam sekali pengisian daya.
Kehadiran TVS Orbiter ini memperketat persaingan di segmen motor listrik murah. Pasalnya, dengan harga yang relatif ekonomis, TVS Orbiter sudah dibekali berbagai fitur modern yang biasanya hanya ditemukan pada motor listrik kelas menengah ke atas.
Motor listrik TVS Orbiter dirancang sebagai kendaraan harian yang praktis dan efisien. Selain mengedepankan harga kompetitif, TVS juga fokus menghadirkan pengalaman berkendara yang nyaman dengan teknologi terkini.
Desain Simpel, Futuristik, dan Fungsional
Dari segi tampilan, TVS Orbiter mengusung desain minimalis dengan sentuhan futuristik. Bodi terlihat ringkas dengan garis tegas, dipadukan lampu LED modern yang memperkuat kesan kekinian.
Motor ini menggunakan velg berukuran 14 inci yang memberikan stabilitas lebih saat berkendara. Ground clearance setinggi 169 mm juga menjadi nilai tambah, terutama untuk menghadapi kondisi jalan perkotaan yang tidak selalu mulus.
Bagian jok dibuat cukup panjang dengan ukuran sekitar 845 mm, sehingga nyaman untuk digunakan berboncengan. Sementara itu, footboard rata selebar 290 mm memberikan ruang lebih bagi kaki pengendara, sekaligus memudahkan membawa barang.
Performa Tangguh untuk Mobilitas Harian
TVS Orbiter dibekali baterai berkapasitas 3,1 kWh yang mampu menempuh jarak hingga 158 km dalam sekali pengisian. Angka ini cukup impresif untuk motor listrik di kelas harga Rp15 jutaan.
Motor penggeraknya menggunakan sistem hub-mounted dengan tenaga sekitar 2,5 kW. Kecepatan maksimalnya mencapai 68 km/jam, cukup untuk kebutuhan perjalanan dalam kota.
Selain itu, tersedia dua mode berkendara, yakni Eco dan Power. Mode Eco difokuskan untuk efisiensi energi, sementara mode Power memberikan performa lebih responsif saat dibutuhkan.
Fitur Canggih di Kelas Entry-Level
Salah satu keunggulan utama TVS Orbiter adalah kelengkapan fiturnya. Motor ini sudah dilengkapi cruise control, hill hold assist, serta reverse parking assist yang memudahkan saat manuver di ruang sempit.
Baca Juga: 7 HP 1 Jutaan Terbaik 2026 untuk Lebaran: RAM 8 GB, Gaming Lancar, Baterai Jumbo Tahan Seharian
Panel instrumen menggunakan layar LCD yang terhubung dengan Bluetooth. Pengendara bisa menerima notifikasi panggilan dan pesan langsung di layar. Selain itu, terdapat juga fitur USB charging untuk mengisi daya perangkat elektronik.
Tak hanya itu, TVS Orbiter juga mendukung pembaruan sistem melalui OTA (Over The Air). Fitur keamanan pun ditingkatkan dengan adanya geofencing, yang memungkinkan pemilik memantau lokasi kendaraan.
Fitur-fitur tersebut terbilang jarang ditemukan pada motor listrik di segmen harga terjangkau, sehingga menjadi nilai jual utama dari produk ini.
Baca Juga: Laba 2025 Naik 50 Persen, RUPS PT BPR Bank Tulungagung (Perseroda) Setujui Laporan 2025
Bagasi Luas dan Nyaman Digunakan
Dari sisi fungsionalitas, TVS Orbiter menawarkan bagasi berkapasitas 34 liter yang mampu menampung hingga dua helm. Hal ini tentu menjadi keunggulan bagi pengguna yang membutuhkan ruang penyimpanan besar.
Jok yang panjang juga memberikan kenyamanan ekstra saat berkendara bersama penumpang. Dengan desain ergonomis, motor ini cocok digunakan untuk aktivitas sehari-hari seperti bekerja, kuliah, maupun berbelanja.
Harga Kompetitif dan Siap Bersaing
TVS Orbiter dibanderol dengan harga sekitar Rp99.900 atau setara Rp15 jutaan. Motor ini hadir dalam enam pilihan warna dual tone yang menarik, seperti Neon Sunburst, Stratos Blue, hingga Martian Copper.
Di segmen ini, TVS Orbiter akan bersaing dengan sejumlah motor listrik lain seperti Ola S1X, Bajaj Chetak, Hero Vida, hingga Ather Rizta. Namun, TVS memilih fokus pada efisiensi dan kelengkapan fitur untuk menarik perhatian konsumen.
Dengan kombinasi harga terjangkau, fitur lengkap, serta jarak tempuh yang panjang, TVS Orbiter berpotensi menjadi salah satu motor listrik favorit di pasar, termasuk di Indonesia jika resmi dipasarkan.
Editor : Axsha Zazhika