TULUNGAGUNG - Polytron kembali membuat gebrakan di pasar kendaraan listrik nasional lewat kehadiran Polytron Fox 350. Motor listrik yang merupakan evolusi dari Fox R ini hadir dengan sejumlah pembaruan menarik, mulai dari desain hingga fitur, namun tetap mempertahankan harga yang kompetitif.
Sejak awal kemunculannya, Polytron Fox 350 langsung mencuri perhatian karena menawarkan konsep motor listrik bergaya maxi skutik. Desainnya terlihat lebih tegas dan sporty dibanding generasi sebelumnya. Bagian fascia kini tidak lagi terlalu membulat, melainkan memiliki garis-garis tajam yang mengikuti tren desain modern yang digemari konsumen Indonesia.
Selain itu, pilihan warna juga menjadi daya tarik tersendiri. Salah satu yang paling mencolok adalah warna “green flux” yang dapat berubah tampilan seperti bunglon—memantulkan nuansa hijau, ungu, hingga biru tergantung sudut pandang.
Desain dan Kenyamanan Berkendara
Secara dimensi, motor ini terasa besar dan proporsional, terutama berkat penggunaan pelek ring 14 inci. Ukuran ini membuatnya lebih stabil saat melintasi jalanan yang tidak rata, kondisi yang cukup umum di Indonesia.
Posisi berkendara juga menjadi salah satu keunggulan. Dengan konsep dek rata dan tambahan “comfort deck”, pengendara bisa mendapatkan posisi kaki yang lebih santai. Stang model terbuka menambah kesan modern, meski beberapa pengguna mungkin merasa posisinya kurang tinggi.
Joknya lebar dan empuk, terutama untuk pembonceng. Namun, ada catatan pada bagian pengendara karena busanya dinilai terlalu tipis, sehingga terasa kurang nyaman saat perjalanan jauh.
Baca Juga: 7 HP 1 Jutaan Terbaru Buat Lebaran 2026: Ada Baterai 7000 mAh, Layar 120 Hz hingga Kamera 50 MP
Performa dan Fitur Modern
Dari sisi performa, Polytron Fox 350 dibekali motor listrik dengan tenaga rata-rata 3.000 watt dan puncak hingga 6.400 watt. Motor ini memiliki dua mode berkendara, yaitu Eco (D) dan Sport (S).
Mode Eco membatasi kecepatan di kisaran 60 km/jam untuk efisiensi, sedangkan mode Sport mampu mencapai hingga 95 km/jam. Performa ini dinilai sudah cukup untuk penggunaan harian, bahkan di jalan raya.
Fitur unggulan lainnya meliputi:
- Cruise control yang bisa aktif mulai 40 km/jam
- Regenerative braking dua level
- Hill Start Assist (HSA)
- Keyless entry dengan remote
- Koneksi ke smartphone melalui aplikasi
Melalui aplikasi, pengguna dapat memantau kondisi motor, lokasi, hingga melakukan pembayaran sewa baterai.
Baca Juga: Limbah Sekam Padi untuk Budidaya Jamur Kuping
Jarak Tempuh dan Sistem Baterai
Motor ini menggunakan baterai berkapasitas 3,75 kWh tipe LiFePO4. Secara klaim, jarak tempuhnya bisa mencapai 130 km, namun dalam penggunaan nyata berkisar antara 85 hingga 98 km tergantung gaya berkendara.
Pengisian daya membutuhkan waktu sekitar 4 jam dengan charger standar. Tersedia juga opsi fast charging yang dapat memangkas waktu pengisian, meski disarankan tidak digunakan terlalu sering demi menjaga kesehatan baterai.
Menariknya, Polytron menawarkan dua skema pembelian:
- Sistem sewa baterai: sekitar Rp15 jutaan + biaya bulanan Rp200 ribu
- Beli putus: sekitar Rp27,5 juta setelah subsidi
Baca Juga: Laba 2025 Naik 50 Persen, RUPS PT BPR Bank Tulungagung (Perseroda) Setujui Laporan 2025
Sistem sewa baterai memberikan keuntungan berupa garansi seumur hidup, sehingga pengguna tidak perlu khawatir soal penurunan performa baterai.
Kekurangan yang Perlu Diperhatikan
Meski menawarkan banyak keunggulan, Polytron Fox 350 tidak luput dari kekurangan. Salah satu yang paling disorot adalah suspensi yang terasa keras, baik di depan maupun belakang.
Selain itu, beberapa catatan lain meliputi:
- Jok pengendara kurang tebal
- Hand grip terasa keras saat digunakan lama
- Bagasi tergolong kecil
Ada potensi masalah minor seperti standar samping menyentuh bodi
Layak Dibeli?
Dengan harga yang relatif terjangkau dan fitur melimpah, Polytron Fox 350 menjadi salah satu motor listrik paling menarik di kelasnya saat ini. Motor ini cocok untuk penggunaan harian, terutama bagi mereka yang mencari kendaraan hemat dan modern.
Namun, bagi yang mengutamakan kenyamanan maksimal, beberapa aspek seperti suspensi dan jok mungkin perlu dipertimbangkan lebih lanjut.
Editor : Axsha Zazhika