TULUNGAGUNG - Tren mobil listrik 72 volt kini semakin menarik perhatian, terutama bagi kalangan pecinta otomotif dan perakit kendaraan listrik. Salah satu unit yang tengah jadi sorotan adalah mobil listrik bekas pameran yang ditawarkan dengan kondisi masih mulus dan komponen lengkap.
Mobil listrik 72 volt ini disebut berasal dari produsen yang biasa memproduksi kendaraan besar seperti truk dan bus listrik. Namun, unit yang satu ini merupakan versi paling kecil yang dirancang untuk penggunaan ringan dengan kapasitas hingga empat penumpang.
Menariknya, mobil listrik 72 volt ini dijual tanpa surat-surat resmi. Hal ini membuatnya lebih cocok untuk kebutuhan display, edukasi, atau sebagai bahan proyek rakitan kendaraan listrik. Meski begitu, kondisi fisiknya masih tergolong sangat baik karena sebelumnya hanya digunakan untuk keperluan pameran.
Baca Juga: 10 HP Harga 2 Jutaan Terbaik Maret 2026: Sudah AMOLED, Baterai Jumbo, hingga 5G Murah!
Kondisi Masih Mulus, Bekas Unit Pameran
Secara keseluruhan, mobil ini memiliki kondisi yang masih sangat layak. Interior dan eksterior terlihat bersih, dengan komponen yang belum mengalami banyak keausan.
Bagian kabin sudah dilengkapi berbagai fitur dasar yang cukup menarik untuk ukuran mobil listrik sederhana. Dashboard terlihat modern dengan sistem audio double din, serta dilengkapi AC yang menggunakan tegangan 72 volt.
Selain itu, kendaraan ini juga sudah menggunakan power window dan central lock, fitur yang jarang ditemukan pada mobil listrik rakitan atau unit eksperimental.
Desain Sederhana, Fungsional untuk Edukasi
Dari segi desain, mobil listrik ini mengusung konsep sederhana namun fungsional. Posisi setir berada di sebelah kiri, seperti standar kendaraan internasional.
Sistem transmisi juga cukup mudah dipahami, hanya terdiri dari tiga mode yaitu maju, netral, dan mundur. Hal ini membuat mobil ini relatif mudah dioperasikan, bahkan bagi pemula yang ingin belajar tentang kendaraan listrik.
Untuk akses ke bagian belakang, pengguna perlu membuka bagian tertentu karena desainnya tidak seperti mobil konvensional. Di bagian belakang terdapat kursi tambahan, sehingga total kapasitas penumpang bisa mencapai empat orang.
Spesifikasi Teknis dan Komponen
Dari sisi teknis, mobil listrik 72 volt ini menggunakan sistem baterai dengan tegangan 72 volt, yang umum digunakan pada kendaraan listrik ringan.
Beberapa komponen penting juga sudah terpasang, seperti controller yang berada di bagian bawah kursi belakang. Controller ini berfungsi sebagai otak pengatur distribusi daya dari baterai ke motor listrik.
Sistem pengereman pun cukup memadai. Pada bagian depan sudah menggunakan rem cakram, sementara bagian belakang masih menggunakan rem tromol. Kombinasi ini cukup umum untuk kendaraan ringan.
Selain itu, mobil ini menggunakan velg ring 13 yang memberikan keseimbangan antara kenyamanan dan stabilitas saat digunakan.
Cocok untuk Proyek atau Display
Karena tidak dilengkapi dokumen resmi, mobil ini tidak dapat digunakan untuk operasional di jalan umum. Namun, justru hal tersebut membuka peluang bagi kalangan tertentu.
Mobil listrik ini sangat cocok digunakan sebagai bahan pembelajaran, proyek modifikasi, atau sekadar display di pameran otomotif. Komponen yang sudah tersedia memudahkan pengguna untuk mempelajari sistem kendaraan listrik secara langsung.
Bagi pelajar, mahasiswa, atau komunitas otomotif, unit seperti ini bisa menjadi media praktik yang sangat bermanfaat untuk memahami teknologi kendaraan listrik yang kini semakin berkembang.
Baca Juga: Laba 2025 Naik 50 Persen, RUPS PT BPR Bank Tulungagung (Perseroda) Setujui Laporan 2025
Potensi dan Daya Tarik
Dengan kondisi yang masih mulus dan fitur yang cukup lengkap, mobil listrik 72 volt ini memiliki daya tarik tersendiri. Terlebih, harga unit bekas pameran biasanya jauh lebih terjangkau dibandingkan unit baru.
Meski tidak bisa digunakan di jalan raya, nilai edukasi dan potensi modifikasi dari kendaraan ini cukup tinggi. Hal ini sejalan dengan meningkatnya minat masyarakat terhadap teknologi kendaraan listrik di Indonesia.
Ke depan, keberadaan unit seperti ini bisa menjadi langkah awal bagi banyak orang untuk lebih mengenal dan mengembangkan kendaraan listrik secara mandiri.
Editor : Axsha ZazhikaSumber : M hady bagoes Saputra, youtube