Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Motor Listrik Indomobil Emotor Sprinto Dipakai 300 Km, Ternyata Begini Rasanya, Tenaga Ngebut Tapi Baterai Bikin Kaget !

Muhamad Ahsanul Wildan • Kamis, 19 Maret 2026 | 21:45 WIB
Motor listrik Indomobil Emotor Sprinto diuji 300 km, unggul di tenaga tapi jarak tempuh dan bug sistem jadi sorotan.
Motor listrik Indomobil Emotor Sprinto diuji 300 km, unggul di tenaga tapi jarak tempuh dan bug sistem jadi sorotan.

RADAR TULUNGAGUNG - Motor listrik Indomobil Emotor Sprinto mulai mencuri perhatian setelah diuji pemakaian sejauh hampir 300 km.

Pengalaman ini mengungkap sisi menarik sekaligus kekurangan yang perlu dipertimbangkan sebelum membeli motor listrik Indomobil Emotor Sprinto.

Pengujian dilakukan dalam penggunaan harian, termasuk perjalanan pulang-pergi kantor dengan total jarak sekitar 80 km.

Dalam waktu lebih dari satu minggu, motor listrik Indomobil Emotor Sprinto menunjukkan performa yang cukup menjanjikan, terutama dari sisi tenaga dan desain.

Namun, di balik tampilannya yang agresif, terdapat sejumlah catatan penting yang perlu diperhatikan oleh calon pengguna motor listrik Indomobil Emotor Sprinto.

Baca Juga: Yamaha RS 160 Matic Baru Bikin Geger ! Desain Sporty Agresif Siap Tumbangkan Honda Vario, Ini Bocoran Spek dan Fiturnya

Kekurangan Motor Listrik Indomobil Emotor Sprinto

Salah satu kekurangan utama yang dirasakan adalah respons gas saat kondisi macet.

Pada mode tertentu, terutama mode “bus”, tarikan gas terasa kurang halus dan cenderung seperti “berebet” layaknya motor bensin.

Hal ini cukup mengganggu, terutama saat berkendara di kemacetan.

Masalah kedua yang cukup mencolok adalah bug pada sistem jam digital.

Jam dan tanggal pada panel sering mengalami reset setiap motor dimatikan dan dinyalakan kembali.

Ini menunjukkan adanya masalah software yang perlu segera diperbaiki oleh pihak pengembang.

Selain itu, desain tombol juga dinilai kurang ergonomis.

Posisi tombol mundur (R) yang berdekatan dengan tombol lain berpotensi membingungkan pengguna baru.

Meski tidak langsung berbahaya, hal ini tetap menjadi catatan penting dalam aspek kenyamanan berkendara.

Pada bagian suspensi, shockbreaker depan masih terasa keras saat melewati jalan rusak atau polisi tidur dengan kecepatan tinggi.

Sementara shockbreaker belakang terasa lebih nyaman saat boncengan, namun sedikit kaku saat digunakan sendirian.

Kekurangan paling krusial terletak pada jarak tempuh.

Dengan kapasitas baterai 2,4 kWh, motor ini belum mampu menempuh perjalanan pulang-pergi tanpa pengisian ulang.

Dalam penggunaan normal, jarak sekitar 38 km sudah menghabiskan sebagian besar daya hingga tersisa sekitar 30 persen.

Kelebihan yang Jadi Daya Tarik

Meski memiliki beberapa kekurangan, motor listrik Indomobil Emotor Sprinto tetap menawarkan sejumlah keunggulan yang cukup menarik.

Salah satu yang paling menonjol adalah performa tenaga.

Tarikan motor terasa ringan dan responsif, bahkan mampu mencapai kecepatan hingga 87 km/jam.

Hal ini membuat pengalaman berkendara terasa menyenangkan, terutama bagi pengguna yang menyukai akselerasi cepat.

Desain juga menjadi nilai jual utama. Tampilan yang agresif dan modern membuat motor ini terlihat “ganteng” di kelasnya.

Dimensi yang pas juga mendukung manuver di jalan sempit atau kondisi macet.

Handling motor ini juga tergolong baik. Dengan penggunaan velg ring 14 di depan dan belakang, motor terasa stabil dan lincah saat digunakan selap-selip di jalanan.

Bagasi yang luas menjadi nilai tambah lainnya.

Ruang penyimpanan mampu menampung berbagai kebutuhan harian, bahkan hingga laptop berukuran kecil.

Baca Juga: Strategi Besar Yamaha Terbongkar ! 5 Motor Terbaru Yamaha Siap Gempur Pasar Indonesia dari Listrik hingga Sport 4 Silinder

Fitur Modern dan Teknologi

Motor listrik Indomobil Emotor Sprinto juga sudah dilengkapi fitur fast charging.

Pengisian daya dari 0 hingga penuh diklaim hanya membutuhkan waktu sekitar 1 hingga 1,5 jam, meski membutuhkan daya listrik cukup besar, yakni sekitar 3.000 watt.

Selain itu, sistem keyless dan remote menjadi fitur unggulan.

Pengguna dapat menyalakan motor, mengaktifkan alarm, hingga mencari posisi kendaraan melalui fitur answer back system.

Fitur regenerative braking juga menjadi pembeda.

Pengguna bisa memilih mode pengereman sesuai preferensi, mulai dari kuat hingga tanpa efek engine brake, memberikan pengalaman berkendara yang lebih fleksibel.

Kesimpulan

Motor listrik Indomobil Emotor Sprinto menawarkan kombinasi menarik antara desain, tenaga, dan fitur modern.

Namun, beberapa kekurangan seperti jarak tempuh dan bug sistem masih menjadi pekerjaan rumah.

Bagi pengguna yang mencari motor listrik stylish dengan performa gesit, Sprinto bisa menjadi pilihan.

Namun, untuk mobilitas jarak jauh, perlu perencanaan pengisian daya yang matang.

Baca Juga: Bocor ! 5 Motor Terbaru Yamaha Siap Masuk Indonesia, dari Skutik Retro hingga R25 4 Silinder yang Bikin Honda Ketar-Ketir

Editor : Muhamad Ahsanul Wildan
#review motor listrik #jarak tempuh motor listrik #motor listrik sprinto #kelebihan kekurangan sprinto #Indomobil EMotor QT