RADAR TULUNGAGUNG - Motor listrik Indomobil Emotor Sprinto mulai mencuri perhatian setelah diuji pemakaian sejauh hampir 300 km.
Pengalaman ini mengungkap sisi menarik sekaligus kekurangan yang perlu dipertimbangkan sebelum membeli motor listrik Indomobil Emotor Sprinto.
Pengujian dilakukan dalam penggunaan harian, termasuk perjalanan pulang-pergi kantor dengan total jarak sekitar 80 km.
Dalam waktu lebih dari satu minggu, motor listrik Indomobil Emotor Sprinto menunjukkan performa yang cukup menjanjikan, terutama dari sisi tenaga dan desain.
Namun, di balik tampilannya yang agresif, terdapat sejumlah catatan penting yang perlu diperhatikan oleh calon pengguna motor listrik Indomobil Emotor Sprinto.
Kekurangan Motor Listrik Indomobil Emotor Sprinto
Salah satu kekurangan utama yang dirasakan adalah respons gas saat kondisi macet.
Pada mode tertentu, terutama mode “bus”, tarikan gas terasa kurang halus dan cenderung seperti “berebet” layaknya motor bensin.
Hal ini cukup mengganggu, terutama saat berkendara di kemacetan.
Masalah kedua yang cukup mencolok adalah bug pada sistem jam digital.
Jam dan tanggal pada panel sering mengalami reset setiap motor dimatikan dan dinyalakan kembali.
Ini menunjukkan adanya masalah software yang perlu segera diperbaiki oleh pihak pengembang.
Selain itu, desain tombol juga dinilai kurang ergonomis.
Posisi tombol mundur (R) yang berdekatan dengan tombol lain berpotensi membingungkan pengguna baru.
Meski tidak langsung berbahaya, hal ini tetap menjadi catatan penting dalam aspek kenyamanan berkendara.
Pada bagian suspensi, shockbreaker depan masih terasa keras saat melewati jalan rusak atau polisi tidur dengan kecepatan tinggi.
Sementara shockbreaker belakang terasa lebih nyaman saat boncengan, namun sedikit kaku saat digunakan sendirian.
Kekurangan paling krusial terletak pada jarak tempuh.
Dengan kapasitas baterai 2,4 kWh, motor ini belum mampu menempuh perjalanan pulang-pergi tanpa pengisian ulang.
Dalam penggunaan normal, jarak sekitar 38 km sudah menghabiskan sebagian besar daya hingga tersisa sekitar 30 persen.
Kelebihan yang Jadi Daya Tarik
Meski memiliki beberapa kekurangan, motor listrik Indomobil Emotor Sprinto tetap menawarkan sejumlah keunggulan yang cukup menarik.
Salah satu yang paling menonjol adalah performa tenaga.
Tarikan motor terasa ringan dan responsif, bahkan mampu mencapai kecepatan hingga 87 km/jam.
Hal ini membuat pengalaman berkendara terasa menyenangkan, terutama bagi pengguna yang menyukai akselerasi cepat.
Desain juga menjadi nilai jual utama. Tampilan yang agresif dan modern membuat motor ini terlihat “ganteng” di kelasnya.
Dimensi yang pas juga mendukung manuver di jalan sempit atau kondisi macet.
Handling motor ini juga tergolong baik. Dengan penggunaan velg ring 14 di depan dan belakang, motor terasa stabil dan lincah saat digunakan selap-selip di jalanan.
Bagasi yang luas menjadi nilai tambah lainnya.
Ruang penyimpanan mampu menampung berbagai kebutuhan harian, bahkan hingga laptop berukuran kecil.
Fitur Modern dan Teknologi
Motor listrik Indomobil Emotor Sprinto juga sudah dilengkapi fitur fast charging.
Pengisian daya dari 0 hingga penuh diklaim hanya membutuhkan waktu sekitar 1 hingga 1,5 jam, meski membutuhkan daya listrik cukup besar, yakni sekitar 3.000 watt.
Selain itu, sistem keyless dan remote menjadi fitur unggulan.
Pengguna dapat menyalakan motor, mengaktifkan alarm, hingga mencari posisi kendaraan melalui fitur answer back system.
Fitur regenerative braking juga menjadi pembeda.
Pengguna bisa memilih mode pengereman sesuai preferensi, mulai dari kuat hingga tanpa efek engine brake, memberikan pengalaman berkendara yang lebih fleksibel.
Kesimpulan
Motor listrik Indomobil Emotor Sprinto menawarkan kombinasi menarik antara desain, tenaga, dan fitur modern.
Namun, beberapa kekurangan seperti jarak tempuh dan bug sistem masih menjadi pekerjaan rumah.
Bagi pengguna yang mencari motor listrik stylish dengan performa gesit, Sprinto bisa menjadi pilihan.
Namun, untuk mobilitas jarak jauh, perlu perencanaan pengisian daya yang matang.
Editor : Muhamad Ahsanul Wildan