RADAR TULUNGAGUNG – Test ride motor listrik Sprinto milik Indomobil kembali jadi sorotan setelah diuji langsung menempuh perjalanan dari Ciledug, Tangerang menuju Bogor.
Perjalanan sejauh 67 kilometer ini dilakukan dengan kondisi boncengan, sekaligus menguji performa baterai hingga fitur fast charging.
Dalam uji jalan tersebut, motor listrik Sprinto memulai perjalanan dengan kondisi baterai penuh 100 persen.
Pengendara bersama satu penumpang dengan total bobot sekitar 120 kilogram, yang tentu berpengaruh terhadap konsumsi daya selama perjalanan.
Perjalanan dimulai dari kawasan Ciledug dan menuju Bogor dengan berbagai kondisi jalan, mulai dari macet hingga jalur terbuka.
Dalam 8 kilometer pertama, baterai turun dari 100 persen menjadi 91 persen.
Hal ini menunjukkan konsumsi awal yang cukup signifikan, terutama karena membawa beban dua orang.
Memasuki jarak 24 kilometer, posisi baterai tersisa 68 persen.
Pengendara pun mulai mencoba berbagai mode berkendara yang tersedia pada motor listrik Sprinto.
Mode Berkendara Jadi Penentu Kenyamanan
Motor ini memiliki beberapa mode berkendara, seperti comfort, sport, dan boost.
Mode comfort dinilai paling cocok digunakan saat kondisi jalan macet karena tarikan motor lebih halus dan tidak tersendat.
Sebaliknya, saat menggunakan mode sport atau boost di kecepatan rendah, motor cenderung terasa “jedak-jeduk” atau kurang nyaman.
Namun saat digunakan di jalan yang lebih lengang, mode sport justru memberikan akselerasi responsif dan tenaga yang terasa ringan.
Dalam pengujian kecepatan, motor listrik Sprinto mampu melaju hingga kisaran 78 km/jam dengan cukup stabil.
Bobot motor yang ringan menjadi salah satu keunggulan saat digunakan untuk akselerasi maupun bermanuver di jalan.
Uji Jarak Tempuh dan Tantangan di Tengah Perjalanan
Saat mencapai jarak 35 kilometer, baterai tersisa 48 persen.
Dengan sisa perjalanan sekitar 55 kilometer menuju tujuan akhir, pengendara memutuskan untuk berhenti dan melakukan pengisian daya.
Keputusan ini diambil karena estimasi jarak tempuh dirasa tidak akan cukup jika langsung melanjutkan perjalanan tanpa pengisian ulang.
Pengendara kemudian menuju salah satu titik pengisian di kawasan Yasmin, Bogor.
Di lokasi tersebut tersedia fasilitas fast charging khusus motor listrik Indomobil.
Fast Charging Jadi Nilai Jual Utama
Salah satu keunggulan utama motor listrik Sprinto adalah fitur fast charging.
Pengisian daya dilakukan di stasiun pengisian milik Indomobil Yasmin Bogor.
Dengan daya sekitar 35 ampere, proses pengisian baterai dari kondisi rendah hingga penuh diklaim hanya membutuhkan waktu sekitar 45 menit.
Bahkan dalam pengujian, baterai sudah kembali 100 persen dalam waktu kurang dari 30 menit.
Fasilitas ini tersedia untuk umum dan beroperasi selama 24 jam, sehingga pengguna motor listrik tidak perlu khawatir saat kehabisan daya di perjalanan.
Hasil Akhir, 67 Km Masih Aman
Setelah pengisian daya, perjalanan dilanjutkan hingga mencapai tujuan akhir di kawasan Kopinako, Bogor.
Total jarak tempuh dari awal hingga akhir perjalanan mencapai 67 kilometer.
Menariknya, saat tiba di lokasi tujuan, baterai masih tersisa sekitar 64 persen.
Hal ini menunjukkan bahwa efisiensi baterai meningkat setelah dilakukan pengisian ulang di tengah perjalanan.
Kelebihan dan Kekurangan Motor Listrik Sprinto
Dari hasil pengujian, motor listrik Sprinto memiliki beberapa keunggulan, di antaranya bodi ringan, akselerasi responsif, serta kenyamanan saat digunakan boncengan.
Selain itu, fitur fast charging menjadi nilai tambah yang signifikan.
Namun, terdapat beberapa catatan seperti suspensi yang terasa agak keras serta perpindahan mode berkendara yang perlu penyesuaian saat ingin berakselerasi cepat dari kondisi pelan.
Secara keseluruhan, motor listrik Sprinto dinilai cocok untuk penggunaan harian maupun perjalanan jarak menengah.
Dengan harga di kisaran Rp26 jutaan, motor ini dianggap cukup kompetitif di pasar kendaraan listrik saat ini.
Editor : Muhamad Ahsanul Wildan