RADAR TULUNGAGUNG- review Indomobil EMotor Sprinto EV setelah digunakan sejauh hampir 300 kilometer mengungkap kelebihan dan kekurangan nyata motor listrik ini. Pengalaman pemakaian harian selama lebih dari satu minggu memberikan gambaran realistis soal performa, kenyamanan, hingga efisiensi baterainya.
Dalam review Indomobil EMotor Sprinto EV ini, motor digunakan untuk aktivitas harian, termasuk perjalanan pulang-pergi ke kantor dengan jarak sekitar 80 kilometer. Total penggunaan mendekati 300 km, sehingga cukup merepresentasikan penggunaan riil di jalanan.
Hasilnya, review Indomobil EMotor Sprinto EV menunjukkan bahwa motor ini punya karakter kuat di performa, namun masih menyisakan beberapa catatan penting terutama pada sektor kenyamanan dan jarak tempuh.
Performa Jadi Nilai Jual Utama
Salah satu keunggulan utama Sprinto EV terletak pada performanya. Motor listrik ini menawarkan tarikan yang responsif dan terasa ringan saat digas. Akselerasi instan menjadi keunggulan yang paling terasa, terutama saat menggunakan mode boost.
Top speed motor ini tercatat mampu menyentuh sekitar 87 km/jam. Dengan bobot yang relatif ringan dan dimensi yang pas, Sprinto EV terasa lincah saat digunakan di jalan perkotaan. Manuver di kemacetan maupun saat selap-selip kendaraan terasa mudah.
Desain Sporty dan Fungsional
Dari sisi desain, Sprinto EV tampil agresif dengan garis bodi tajam yang disukai banyak pengguna di Indonesia. Tampilan depan dan samping memberikan kesan modern sekaligus sporty.
Selain itu, penggunaan roda ring 14 inci di depan dan belakang membuat pengendalian lebih stabil. Hal ini meningkatkan rasa percaya diri pengendara saat bermanuver di jalan ramai.
Bagasi motor juga cukup luas untuk kebutuhan harian. Pengguna masih bisa menyimpan jas hujan, charger, hingga barang kecil lainnya. Bahkan, laptop berukuran 13 inci masih bisa masuk ke dalam kompartemen tersebut.
Fitur Modern Jadi Daya Tarik
Sprinto EV sudah dibekali berbagai fitur modern. Salah satunya adalah sistem keyless dengan remote, yang memudahkan pengguna untuk menyalakan dan mengunci motor tanpa kunci konvensional.
Selain itu, terdapat fitur regenerative braking yang bisa diatur dalam beberapa mode. Fitur ini memungkinkan energi saat deselerasi dikembalikan ke baterai, sekaligus memberikan sensasi engine brake sesuai preferensi pengendara.
Motor ini juga sudah mendukung fast charging. Dengan daya sekitar 3.000 watt, pengisian baterai dari nol hingga penuh bisa dilakukan dalam waktu sekitar 1 hingga 1,5 jam.
Kekurangan: Suspensi hingga Bug Sistem
Meski unggul di performa, review Indomobil EMotor Sprinto EV juga menemukan beberapa kekurangan. Salah satunya adalah karakter gas yang terasa kurang halus saat digunakan di kondisi macet, terutama dalam mode boost.
Motor bisa terasa “berebet” atau tidak konsisten saat gas ditarik setengah. Namun, hal ini dapat diminimalkan dengan menggunakan mode comfort yang lebih stabil.
Masalah lain yang ditemukan adalah bug pada panel digital, di mana jam dan tanggal sering mengalami reset setiap kali motor dimatikan. Hal ini diduga terkait perangkat lunak yang masih perlu penyempurnaan.
Selain itu, posisi tombol shift dan mundur (reverse) yang berdekatan dinilai kurang ergonomis, terutama bagi pengguna baru motor listrik.
Jarak Tempuh Masih Terbatas
Salah satu sorotan utama dalam review Indomobil EMotor Sprinto EV adalah jarak tempuh. Dengan kapasitas baterai sekitar 2,4 kWh, motor ini dinilai belum mampu memenuhi kebutuhan perjalanan jarak jauh tanpa pengisian ulang.
Dalam penggunaan nyata, perjalanan sejauh 38 kilometer menyisakan baterai di kisaran 30 persen. Artinya, motor ini belum ideal untuk perjalanan pulang-pergi jarak jauh tanpa charging.
Namun, hal ini masih bisa dimaklumi mengingat tenaga motor yang cukup besar membuat konsumsi daya menjadi lebih boros, terutama jika sering menggunakan mode performa tinggi.
Layak untuk Pengguna Urban
Secara keseluruhan, Sprinto EV tetap menjadi pilihan menarik di kelas motor listrik harga Rp25 jutaan. Motor ini cocok untuk penggunaan dalam kota dengan mobilitas tinggi namun jarak relatif pendek hingga menengah.
Performa bertenaga, desain menarik, serta fitur modern menjadi keunggulan utama. Sementara itu, kekurangan seperti jarak tempuh dan kenyamanan suspensi bisa menjadi bahan pertimbangan sebelum membeli.
Bagi pengguna yang mengutamakan akselerasi dan gaya, Sprinto EV bisa menjadi opsi yang layak dilirik di tengah persaingan motor listrik yang semakin ketat.
Editor : Cholifatun Nisak