RADAR TULUNGAGUNG- launching Indomobil EMotor Sprinto EV resmi digelar sebagai bagian dari ekspansi lini motor listrik Indomobil di Indonesia. Motor ini langsung mencuri perhatian karena diklaim memiliki performa lebih kencang dibanding model sebelumnya, Tirano, namun dibanderol dengan harga lebih terjangkau.
Dalam acara launching Indomobil EMotor Sprinto EV, motor ini diperkenalkan sebagai skutik listrik bergaya sporty yang menyasar pengguna muda dan aktif. Desain agresif dengan garis tajam menjadi ciri khas utama, berbeda dari Adora yang elegan maupun Tirano yang berkarakter adventure.
Motor ini memiliki dimensi cukup besar dengan wheelbase mencapai 1.360 mm, setara dengan skutik premium bermesin bensin. Hal tersebut membuat posisi berkendara terasa lega dan nyaman, baik untuk penggunaan harian maupun perjalanan jarak menengah.
Desain Sporty dan Fitur Modern
Dari sisi tampilan, Sprinto EV hadir dengan desain yang agresif. Bagian depan dilengkapi headlamp LED dengan tiga cluster unik yang memberikan kesan futuristik. Lampu DRL yang menyala hingga ke bagian atas semakin mempertegas karakter modern motor ini.
Panel instrumen juga menjadi salah satu daya tarik. Motor ini sudah dibekali layar TFT touchscreen yang mampu menampilkan berbagai informasi penting serta mendukung fitur mirroring smartphone, musik, hingga diagnosis sistem.
Selain itu, fitur unggulan lain yang disematkan antara lain:
-
Riding mode (Comfort, Sport, Boost)
-
Regenerative braking dengan tiga level
-
Sistem keyless dengan remote
-
Rem cakram depan dan belakang dengan kaliper dua piston
Fitur-fitur tersebut membuat Sprinto EV tampil kompetitif di segmen motor listrik harga Rp20 jutaan.
Performa Lebih Bertenaga
Keunggulan utama yang ditawarkan dalam launching Indomobil EMotor Sprinto EV adalah peningkatan performa. Motor ini dibekali dinamo listrik berdaya 3,5 kW, lebih besar dibanding Tirano maupun Adora.
Hasilnya, akselerasi terasa lebih kuat dan responsif. Dalam pengujian, motor ini mampu mencapai kecepatan hingga lebih dari 100 km/jam tanpa beban. Sementara klaim resmi pabrikan menyebutkan top speed berada di angka 95 km/jam.
Karakter handling juga mengalami peningkatan. Jika Tirano dikenal lincah di kecepatan rendah, Sprinto EV justru lebih stabil saat melaju kencang. Hal ini membuatnya nyaman digunakan di jalanan yang lebih terbuka.
Kenyamanan dan Posisi Berkendara
Dari sisi ergonomi, Sprinto EV menawarkan posisi duduk yang lebih nyaman. Tinggi jok sekitar 770 mm membuat motor ini ramah bagi berbagai postur pengendara.
Stang yang lebar dan posisi duduk tegak memberikan kenyamanan ekstra saat berkendara jarak jauh. Suspensi juga mengalami peningkatan, terasa lebih empuk dibanding model sebelumnya.
Bagasi di bawah jok cukup luas dan mampu menampung berbagai kebutuhan harian. Motor ini juga menggunakan baterai berkapasitas 76,8 volt 32Ah berbasis LFP yang dikenal lebih tahan lama dan aman.
Jarak Tempuh dan Pengisian Daya
Untuk jarak tempuh, Sprinto EV diklaim mampu mencapai hingga 110 kilometer dalam kondisi ideal. Namun dalam penggunaan normal, angka realistis diperkirakan berada di kisaran 70–80 kilometer.
Motor ini juga mendukung fast charging hingga 35 ampere. Dengan teknologi tersebut, pengisian baterai dapat dilakukan dalam waktu relatif singkat, sehingga mendukung mobilitas pengguna yang tinggi.
Harga Lebih Terjangkau
Menariknya, meski menawarkan performa lebih tinggi, Sprinto EV justru dibanderol lebih murah dibanding Tirano. Motor ini dijual dengan harga Rp25,5 juta.
Dengan kombinasi desain sporty, performa bertenaga, fitur canggih, serta harga kompetitif, Sprinto EV dinilai menjadi salah satu pilihan menarik di pasar motor listrik Indonesia.
Bahkan, motor ini disebut layak dipertimbangkan tidak hanya bagi pengguna baru, tetapi juga pemilik Tirano yang ingin upgrade ke performa lebih tinggi.
Editor : Cholifatun Nisak