RADAR TULUNGAGUNG – Gelaran Indonesia International Motor Show 2026 menjadi panggung besar persaingan kendaraan listrik di Tanah Air. Pameran otomotif tahunan ini dipadati berbagai merek global yang memamerkan inovasi terbaru mereka, khususnya di segmen mobil listrik. Indonesia International Motor Show 2026 tak hanya menampilkan teknologi mutakhir, tetapi juga memicu perang harga yang menguntungkan konsumen.
Sejak hari pertama penyelenggaraan, atmosfer kompetisi sudah terasa kuat. Indonesia International Motor Show 2026 menghadirkan puluhan kendaraan listrik dari berbagai segmen, mulai city car, SUV, hingga kendaraan niaga. Setiap pabrikan berlomba menawarkan desain futuristik, jarak tempuh baterai lebih panjang, fitur keselamatan canggih, serta harga yang semakin kompetitif demi menarik minat pengunjung.
Pengamat otomotif sekaligus influencer ternama, Fitra Eri, menilai edisi tahun ini sebagai salah satu pameran otomotif terbesar yang pernah digelar di Indonesia. Ia menyebut skala Indonesia International Motor Show 2026 meningkat signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
“Rasanya ini IMS terbesar dengan 36 brand mobil dan total 180 brand yang berpameran. Kompetisi yang sangat keras antar merek justru menguntungkan konsumen karena terjadi perang harga dan perang spesifikasi,” ujarnya.
Menurutnya, persaingan langsung antar pabrikan memaksa produsen menghadirkan produk terbaik dengan harga lebih rasional. Dampaknya, masyarakat memiliki lebih banyak pilihan kendaraan listrik sesuai kebutuhan dan kemampuan finansial.
Persaingan Ketat Mobil Listrik di Semua Segmen
Tren elektrifikasi kendaraan kini tak lagi terbatas pada mobil pribadi. Jika sebelumnya kendaraan listrik identik dengan city car dan SUV ramah lingkungan, kini pabrikan mulai merambah segmen kendaraan komersial.
Mobil listrik tak hanya digunakan sebagai kendaraan harian, tetapi juga mulai dilirik pelaku usaha untuk operasional bisnis. Biaya operasional yang lebih hemat serta bebas pembatasan ganjil genap menjadi daya tarik utama.
Pabrikan otomotif asal Tiongkok, DFSK, menjadi salah satu yang serius menggarap pasar kendaraan listrik komersial. Mereka menampilkan DFSK Gelora E, kendaraan niaga listrik yang dirancang untuk mendukung aktivitas bisnis ramah lingkungan.
Mobil listrik ini menawarkan tenaga besar dengan torsi instan khas kendaraan elektrik sehingga mampu memberikan akselerasi responsif meski membawa beban berat. Selain itu, Gelora E juga menawarkan efisiensi biaya operasional yang signifikan dibanding kendaraan berbahan bakar fosil.
Perwakilan DFSK menyebut pihaknya masih fokus mengembangkan kendaraan komersial listrik karena potensinya dinilai sangat besar di Indonesia.
“Komersial EV pertama yang diproduksi di Indonesia adalah Gelora E dan sudah banyak digunakan perusahaan besar. Ini sinyal positif bahwa elektrifikasi kendaraan niaga semakin diterima pasar,” jelasnya.
Tren Pasar Otomotif Mulai Bergeser
Meski pasar otomotif nasional sempat mengalami perlambatan dalam beberapa tahun terakhir, tren kendaraan listrik justru menunjukkan pertumbuhan signifikan.
Data industri menunjukkan penjualan mobil nasional sempat turun dari 1,1 juta unit menjadi 900 ribu unit, lalu kembali turun 6 persen menjadi sekitar 880 ribu unit pada tahun berikutnya. Namun di tengah penurunan tersebut, segmen kendaraan listrik murni justru melonjak drastis hingga 147 persen.
Bahkan, salah satu sub-segmen kendaraan listrik mencatat lonjakan ekstrem hingga 3.400 persen. Fenomena ini memperlihatkan minat masyarakat terhadap kendaraan ramah lingkungan semakin tinggi seiring meningkatnya kesadaran efisiensi energi dan isu emisi karbon.
Pengunjung Punya Lebih Banyak Pilihan
Meningkatnya jumlah merek kendaraan listrik yang masuk pasar Indonesia membuat konsumen semakin leluasa memilih produk sesuai kebutuhan.
Sejumlah pengunjung mengaku tertarik dengan mobil listrik karena menawarkan efisiensi biaya energi yang jauh lebih hemat dibanding bahan bakar konvensional. Selain itu, desain futuristik serta teknologi inovatif menjadi daya tarik tersendiri.
“Mobil listrik sekarang menarik karena lebih efisien dan desainnya modern. Inovasinya juga keren-keren,” ujar salah satu pengunjung pameran.
Kondisi ini mempertegas bahwa elektrifikasi kendaraan bukan lagi sekadar tren sesaat, melainkan sudah menjadi bagian dari transformasi industri otomotif nasional.
Target Ambisius Transaksi dan Pengunjung
Melihat tingginya antusiasme masyarakat, penyelenggara Indonesia International Motor Show 2026 menargetkan lonjakan jumlah pengunjung secara signifikan.
Tahun ini, jumlah pengunjung ditargetkan menembus lebih dari 570 ribu orang sepanjang pameran berlangsung. Tak hanya itu, nilai transaksi juga diproyeksikan mencapai angka fantastis hingga Rp8 triliun.
Target tersebut dinilai realistis mengingat daya beli masyarakat mulai membaik serta semakin banyaknya pilihan kendaraan listrik dengan harga kompetitif.
Indonesia International Motor Show 2026 pun menjadi bukti nyata bahwa masa depan industri otomotif Indonesia semakin mengarah pada era elektrifikasi, dengan konsumen sebagai pihak yang paling diuntungkan dari persaingan teknologi dan harga antar produsen.
Editor : Fadhilah Salsa Bella