JAKARTA - Daftar mobil listrik terlaris Februari 2026 kembali menunjukkan dominasi pemain baru di pasar otomotif nasional. Berdasarkan data wholesale dari Gaikindo untuk kategori Battery Electric Vehicle (BEV), persaingan di segmen kendaraan listrik semakin ketat dengan fluktuasi peringkat yang cukup signifikan setiap bulannya.
Dalam daftar mobil listrik terlaris Februari 2026, posisi puncak masih belum tergoyahkan. BYD Atto 3 kembali menjadi jawara dengan catatan penjualan mencapai 3.700 unit. Angka ini naik sekitar 10 persen dibanding bulan sebelumnya, menegaskan konsistensi model ini sejak awal kemunculannya di Indonesia.
Sementara itu, Jaecoo J5 EV terus membayangi di posisi kedua. Dalam laporan mobil listrik terlaris Februari 2026, SUV kompak ini mencatatkan penjualan 2.926 unit, naik signifikan hingga 51 persen. Lonjakan ini menunjukkan tingginya minat konsumen terhadap kendaraan listrik dengan harga kompetitif dan fitur yang menarik.
Dominasi SUV dan MPV Listrik
Tren menarik dalam daftar kali ini adalah dominasi segmen SUV dan MPV listrik. Wuling Confero EV (atau Darion EV) menempati posisi ketiga dengan 1.001 unit, naik satu peringkat dari bulan sebelumnya. Mobil ini menjadi alternatif MPV listrik yang mulai diminati keluarga Indonesia.
Di posisi keempat, Geely EX2 mencatat lonjakan signifikan dengan 776 unit, naik dua peringkat. Model hatchback ini menjadi salah satu pendatang baru yang langsung mencuri perhatian pasar.
BYD M6 harus rela turun ke posisi kelima dengan 523 unit setelah sebelumnya berada di peringkat tiga. Penurunan ini menunjukkan persaingan ketat di segmen MPV listrik yang kini semakin ramai.
Pergerakan Dinamis di Papan Tengah
Di papan tengah mobil listrik terlaris Februari 2026, perubahan peringkat terjadi cukup drastis. Aion UT naik ke posisi enam dengan 407 unit, diikuti BYD Sealion 7 di peringkat tujuh dengan 343 unit meski mengalami penurunan penjualan.
Geely EX5 juga menunjukkan performa impresif dengan kenaikan hingga 129 persen menjadi 335 unit, menempatkannya di posisi delapan. Sementara itu, Aion V dan Hyundai Ioniq 5 masing-masing berada di posisi sembilan dan sepuluh.
Menariknya, Hyundai Kona Electric mencatat lonjakan terbesar dengan kenaikan hingga 459 persen. Model ini berhasil naik ke posisi 12, menandakan adanya peningkatan minat terhadap SUV listrik dari merek Korea tersebut.
Pendatang Baru dan Fluktuasi Ketat
Salah satu sorotan dalam daftar ini adalah kehadiran Changan Lumin di posisi 15 dengan 110 unit. City car listrik ini baru melakukan pengiriman perdana, sehingga langsung masuk dalam jajaran 15 besar.
Baca Juga: 7 HP Oppo 5G RAM 8/256 GB Terbaik Akhir 2025, Harga Turun Spek Makin Gahar Cocok Buat Gaming & Kerja
Di sisi lain, Xpeng X9 dan Denza D9 bersaing di segmen MPV premium. Xpeng X9 naik ke posisi 11 dengan 208 unit, sementara Denza D9 turun ke posisi 10 dengan 270 unit.
Fluktuasi tinggi juga terlihat dari sejumlah model yang harus keluar dari daftar. MG4 EV, Polytron G3, dan VinFast VF3 harus tersingkir dari 15 besar pada periode Februari ini.
Ancaman untuk Mobil Konvensional
Lonjakan penjualan kendaraan listrik, terutama di segmen SUV kompak, mulai memberikan tekanan pada mobil berbahan bakar konvensional (ICE). Beberapa model populer seperti Honda HR-V hingga Mitsubishi XForce disebut mulai kehilangan dominasinya di pasar.
Dengan harga yang semakin kompetitif serta fitur yang terus berkembang, mobil listrik kini tidak lagi sekadar alternatif, tetapi sudah menjadi pilihan utama bagi banyak konsumen.
Jika tren ini terus berlanjut, bukan tidak mungkin mobil listrik akan segera mendominasi pasar otomotif nasional dalam waktu dekat. BYD Atto 3 bahkan disebut-sebut berpotensi menjadi “mobil sejuta umat” versi baru di era elektrifikasi.
Editor : Novica Satya Nadianti