JAKARTA - Motor listrik Charge Rimau mulai mencuri perhatian di pasar kendaraan listrik Indonesia. Dengan tampilan gagah, dimensi bongsor, dan klaim jarak tempuh hingga 200 km, motor ini digadang-gadang cocok untuk kebutuhan urban hingga operasional harian seperti ojek online dan pengiriman barang.
Sejak awal kemunculannya, Charge Rimau langsung menonjol berkat desain yang berbeda dari motor listrik kebanyakan. Motor ini memiliki dimensi panjang 1.975 mm, lebar 720 mm, dan tinggi sekitar 1.132 mm. Posturnya terlihat besar dan kokoh, diperkuat dengan rangka yang terekspos sehingga memberikan kesan tangguh.
Bagian depan menjadi salah satu daya tarik utama. Tanpa dudukan pelat nomor di area tameng, desainnya terlihat lebih bersih dan sporty. Sistem pencahayaan menggunakan lampu ganda full LED yang mampu memberikan visibilitas optimal saat berkendara malam hari.
Desain Gagah, Tapi Finishing Perlu Ditingkatkan
Meski tampilannya menarik, ada beberapa catatan pada kualitas finishing. Beberapa bagian tepi plastik bodi terasa cukup tajam saat diraba. Selain itu, posisi pelat nomor yang dipindahkan ke spakbor depan dinilai kurang lazim dan sedikit mengganggu tampilan, bahkan berpotensi menghalangi sorot lampu.
Di sektor kaki-kaki, Charge Rimau menggunakan ban depan ukuran 100/80 dengan velg 16 inci, sementara bagian belakang menggunakan velg 14 inci dengan ban 110/80. Sistem pengereman sudah mengandalkan cakram depan berdiameter 240 mm yang dilengkapi teknologi CBS untuk meningkatkan keamanan.
Suspensi depan mengusung model teleskopik dengan travel 80 mm, sementara bagian belakang menggunakan sistem monoshock. Secara umum, suspensi terasa nyaman di jalan mulus, namun kurang optimal saat melibas jalan bergelombang.
Baca Juga: 7 HP Oppo 1 Jutaan Terbaik 2026, Murah Tapi Spek Nggak Murahan! Ini Rekomendasi Paling Worth It
Fitur Modern dan Panel Digital Informatif
Charge Rimau dibekali panel instrumen digital yang cukup lengkap meski berukuran kompak. Informasi seperti kecepatan, odometer, trip meter, indikator baterai, suhu motor, hingga mode berkendara ditampilkan dengan jelas.
Motor ini memiliki tiga mode berkendara, yaitu Eco, Normal, dan Sport. Selain itu, tersedia fitur reverse atau mundur yang sangat membantu saat parkir. Sistem starter juga cukup fleksibel karena bisa menggunakan kunci manual, remote, maupun push start.
Fitur tambahan seperti USB charging port, hook untuk barang, serta ruang penyimpanan kecil di bagian depan semakin menambah nilai praktis motor ini untuk penggunaan harian.
Performa Halus, Tapi Kurang Responsif di Kecepatan Rendah
Di sektor performa, Charge Rimau dibekali motor listrik berkekuatan 4 kW dengan torsi maksimum mencapai 171 Nm. Akselerasi terasa halus dan nyaman terutama pada rentang kecepatan 10 hingga 50 km/jam.
Namun, ada catatan penting pada respons awal. Saat kecepatan di bawah 10 km/jam, motor terasa kurang responsif dan cenderung mengalami delay saat throttle diputar. Bahkan, terasa seperti ada gesekan yang membuat motor sedikit tertahan.
Di tanjakan, performanya juga dinilai kurang maksimal. Dari posisi diam di tanjakan curam, motor membutuhkan teknik khusus agar bisa melaju dengan baik. Penggunaan rem yang kurang tepat bahkan bisa membuat motor kehilangan tenaga sementara.
Baterai Besar dan Jarak Tempuh Panjang
Salah satu keunggulan utama Charge Rimau adalah sektor baterai. Motor ini menggunakan baterai 60V 45Ah dan mendukung penggunaan dua baterai sekaligus. Dengan konfigurasi tersebut, jarak tempuhnya diklaim bisa mencapai hingga 200 km dalam sekali pengisian penuh.
Waktu pengisian baterai sekitar 4 jam per unit. Pengisian bisa dilakukan langsung di motor atau dengan melepas baterai untuk diisi secara terpisah. Namun, ruang penyimpanan charger di bawah jok dinilai kurang praktis karena terbatas.
Harga dan Skema Berlangganan
Charge Rimau ditawarkan dengan harga on the road Jakarta sekitar Rp26,88 juta. Menariknya, motor ini menggunakan skema langganan baterai, di mana pengguna dikenakan biaya sekitar Rp350 ribu per bulan per baterai.
Alternatif lainnya, tersedia paket sewa pakai sekitar Rp1,35 juta per bulan yang sudah termasuk satu baterai dan charger. Skema ini dinilai cocok untuk pelaku usaha seperti ojek online atau kurir yang membutuhkan kendaraan operasional.
Dengan desain gagah, fitur lengkap, dan jarak tempuh panjang, Charge Rimau menjadi opsi menarik di segmen motor listrik. Meski masih memiliki beberapa kekurangan, terutama di respons awal dan finishing, motor ini tetap layak dipertimbangkan bagi pengguna urban yang membutuhkan kendaraan efisien dan fungsional.
Editor : Divka Vance Yandriana