JAKARTA – Industri otomotif nasional kembali mendapat angin segar dengan hadirnya mobil listrik I2C Indonesia, sebuah SUV listrik tujuh penumpang yang tengah disiapkan untuk produksi massal. Dikembangkan oleh PT TMI, mobil ini digadang-gadang menjadi game changer di pasar kendaraan listrik Tanah Air.
Kehadiran mobil listrik I2C Indonesia bukan sekadar proyek konsep. Dari sisi desain hingga pendekatan teknis, kendaraan ini dirancang serius untuk bersaing di level global. Bahkan, jika seluruh rencana berjalan mulus, bukan tidak mungkin mobil ini akan menarik perhatian pasar internasional.
Berbeda dari sebagian mobil lokal yang hanya berbasis rebranding, I2C hadir dengan pendekatan desain dan rekayasa yang dikembangkan secara mandiri. Hal ini menjadi sinyal bahwa industri otomotif Indonesia mulai bergerak ke arah yang lebih independen dan kompetitif.
Desain Futuristik dengan Identitas Lokal
Dari tampilan eksterior, mobil listrik I2C Indonesia mengusung desain futuristik khas kendaraan listrik modern. Bagian depan tampil dengan grille tertutup yang dipadukan dengan garis tegas, memberikan kesan kokoh ala SUV.
Lampu utama dirancang dengan bahasa desain “sayap” yang menjadi ciri khas, sementara DRL tipis mempertegas karakter agresif. Bumper depan dibuat berlapis dengan sentuhan aerodinamis yang tidak hanya estetis, tetapi juga fungsional untuk aliran udara.
Di bagian samping, proporsi bodi terlihat dinamis dengan garis jendela yang naik secara halus. Pilar yang dirancang rapi memberikan kesan solid, sekaligus mendukung kenyamanan kabin untuk tiga baris penumpang.
Sementara di belakang, lampu LED lebar dengan signature unik memberikan identitas visual yang kuat. Detail seperti spoiler atap dan wiper tersembunyi turut meningkatkan efisiensi aerodinamika.
Kabin 7 Penumpang, Fokus Kenyamanan Keluarga
Masuk ke interior, mobil ini dirancang sebagai SUV keluarga dengan konfigurasi tiga baris dan kapasitas tujuh penumpang. Lantai kabin dibuat rata untuk memberikan ruang kaki yang lebih lega, terutama di baris kedua dan ketiga.
Material kabin diproyeksikan menggunakan bahan ramah lingkungan dengan tekstur yang tahan penggunaan harian. Pendekatan ini menyesuaikan kebutuhan konsumen Indonesia yang mengutamakan kepraktisan sekaligus kenyamanan.
Performa dan Jarak Tempuh Kompetitif
Meski spesifikasi resmi belum diumumkan, mobil listrik I2C Indonesia diperkirakan menggunakan motor listrik dengan tenaga antara 150 hingga 250 hp. Konfigurasi penggerak kemungkinan tersedia dalam pilihan FWD maupun AWD untuk varian tertinggi.
Untuk baterai, kapasitas diprediksi berada di kisaran 60–70 kWh dengan jarak tempuh antara 350 hingga 450 km dalam sekali pengisian. Angka ini cukup kompetitif di segmen SUV listrik keluarga.
Pengisian daya juga menjadi perhatian utama. Mobil ini diharapkan mendukung AC charging 11 kW untuk penggunaan rumahan, serta DC fast charging hingga 100–150 kW yang memungkinkan pengisian 10–80 persen dalam waktu sekitar 30 menit.
Tantangan Produksi dan Harga
Dengan target produksi massal, tantangan terbesar terletak pada efisiensi manufaktur dan penguatan rantai pasok. Tingkat kandungan lokal menjadi faktor penting untuk menjaga harga tetap kompetitif.
PT TMI disebut menargetkan harga mobil listrik I2C Indonesia berada di bawah Rp1 miliar. Jika target ini tercapai, mobil ini berpotensi menjadi alternatif menarik di segmen SUV listrik yang saat ini masih didominasi produk impor.
Selain itu, kesiapan layanan purna jual dan ketersediaan suku cadang EV juga menjadi faktor krusial dalam membangun kepercayaan konsumen.
Potensi Tembus Pasar Global
Sebagai produk lokal dengan ambisi global, I2C tidak hanya mengincar pasar domestik. Jika lolos uji jalan, validasi teknis, serta mampu menjaga kualitas produksi, mobil ini berpotensi dilirik negara lain.
Kehadiran mobil listrik I2C Indonesia menjadi bukti bahwa industri otomotif nasional mulai naik kelas. Bukan hanya sebagai pasar, tetapi juga sebagai produsen kendaraan listrik yang serius dan kompetitif.
Editor : Divka Vance Yandriana