JAKARTA – Mitsubishi kembali mencuri perhatian di industri otomotif global. Kali ini bukan lewat model konvensional, melainkan melalui proyek mobil listrik hatchback Mitsubishi hasil kolaborasi dengan raksasa teknologi asal Taiwan, Foxconn.
Langkah ini terbilang tidak biasa. Di saat banyak pabrikan berlomba mengembangkan mobil listrik secara mandiri, Mitsubishi justru memilih jalur kolaborasi untuk mempercepat masuk ke pasar kendaraan listrik (EV). Strategi ini sekaligus menjadi sinyal bahwa pabrikan Jepang mulai beradaptasi dengan perubahan industri yang semakin cepat.
Mobil listrik hatchback Mitsubishi ini digadang-gadang akan menjadi salah satu model kunci dalam strategi elektrifikasi perusahaan ke depan. Dengan menggandeng Foxconn—perusahaan yang dikenal sebagai perakit iPhone—Mitsubishi ingin menghadirkan produk yang kompetitif dari sisi teknologi, efisiensi, hingga waktu pengembangan.
Baca Juga: ION UT 2026: Mobil Listrik Nyaman dan Kedap Ini Bikin Penasaran, Tapi Harganya Jadi Sorotan!
Kolaborasi Mitsubishi dan Foxconn
Kerja sama ini melibatkan divisi kendaraan listrik Foxconn, yakni Foxtron. Divisi ini memiliki platform EV modular bernama MIH yang memungkinkan pengembangan mobil listrik secara lebih cepat dan efisien.
Mobil listrik hatchback Mitsubishi disebut akan berbasis model Foxtron Model B, sebuah hatchback listrik modern yang dirancang oleh rumah desain ternama Italia, Pininfarina. Sentuhan desain Eropa ini diyakini akan memberikan nilai tambah tersendiri, terutama dari sisi estetika dan karakter.
Dengan basis tersebut, Mitsubishi tidak perlu memulai dari nol. Platform MIH memungkinkan integrasi teknologi secara fleksibel sekaligus menekan biaya produksi, yang menjadi faktor krusial di tengah persaingan ketat mobil listrik global.
Baca Juga: Review Overo Starir 5 Lit: Sepeda Motor Listrik Jarak 130 Km, Tenaga 1200 Watt, Harga Rp11 Jutaan!
Desain Modern dan Sporty
Dari sisi tampilan, mobil listrik hatchback Mitsubishi ini mengusung desain yang modern dan futuristik. Garis bodinya tegas dengan proporsi lebar yang memberikan kesan sporty.
Bagian depan tampil minimalis khas mobil listrik, dengan grill tertutup dan lampu LED ramping. Sementara di bagian belakang, lampu menyambung serta bumper tebal menegaskan identitas desain masa kini.
Dimensinya disebut sedikit lebih besar dibanding hatchback konvensional seperti Volkswagen Golf. Hal ini memberikan keuntungan dari sisi stabilitas serta ruang kabin yang lebih lega.
Platform dan Spesifikasi Teknis
Mobil ini dibangun di atas platform EV MIH dengan arsitektur 400 volt. Posisi baterai ditempatkan di bawah lantai, menciptakan distribusi bobot yang lebih seimbang sekaligus memaksimalkan ruang kabin.
Untuk baterai, Mitsubishi diperkirakan menggunakan teknologi LFP (Lithium Iron Phosphate) berkapasitas sekitar 57,5 kWh. Baterai jenis ini dikenal lebih tahan lama, aman, serta stabil terhadap suhu tinggi—meski kepadatan energinya sedikit lebih rendah dibanding NCM.
Dalam hal jarak tempuh, varian penggerak roda belakang (RWD) diperkirakan mampu menempuh sekitar 400 hingga 430 kilometer berdasarkan standar WLTP. Angka ini tergolong kompetitif untuk segmen hatchback listrik.
Performa hingga 400 HP
Salah satu daya tarik utama mobil listrik hatchback Mitsubishi ini terletak pada performanya. Varian standar RWD disebut memiliki tenaga sekitar 229 hp, dengan akselerasi 0–100 km/jam dalam 6–7 detik.
Namun yang lebih menarik adalah varian dual motor AWD. Versi ini dikabarkan mampu menghasilkan tenaga hingga 400 hp dan berakselerasi dari 0–100 km/jam hanya dalam waktu sekitar 3,9 detik. Performa tersebut menjadikannya salah satu hatchback listrik tercepat di kelasnya.
Fitur dan Pengisian Daya
Mobil ini juga mendukung pengisian cepat DC hingga 130 kW, yang memungkinkan pengisian baterai dari 0 hingga 80 persen dalam waktu sekitar 30 menit. Untuk penggunaan sehari-hari, tersedia pengisian AC standar yang lebih praktis.
Di dalam kabin, desain minimalis modern menjadi fokus utama. Layar infotainment besar, panel instrumen digital, serta konektivitas pintar dipastikan hadir untuk mendukung pengalaman berkendara yang lebih canggih.
Platform Foxtron juga memungkinkan pembaruan perangkat lunak secara fleksibel di masa depan, menjadikan mobil ini lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Target Pasar dan Peluang Masuk Indonesia
Mitsubishi menargetkan peluncuran mobil listrik hatchback ini di Australia dan Selandia Baru pada paruh kedua 2026. Kedua pasar tersebut dinilai memiliki potensi besar untuk kendaraan listrik.
Meski belum ada konfirmasi untuk Indonesia, kehadiran model ini membuka peluang masuknya produk serupa ke Asia Tenggara. Jika strategi harga dan positioning tepat, mobil ini berpotensi menjadi pesaing serius bagi model seperti BYD Dolphin dan MG4 EV.
Secara keseluruhan, mobil listrik hatchback Mitsubishi hasil kolaborasi dengan Foxconn ini bukan sekadar proyek biasa. Dengan desain menarik, performa tinggi, serta teknologi modern, Mitsubishi menunjukkan keseriusannya dalam bersaing di era kendaraan listrik global.
Editor : Divka Vance Yandriana