Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Pengalaman Jujur Pakai Polytron Fox 350 Selama 3 Bulan: Indikator Error Muncul, Setir Putus di 1.500 Km, Pemilik Ungkap Keluhan Lengkap

Ganindha Putri Balqis • Selasa, 31 Maret 2026 | 16:10 WIB
Polytron Fox 350 dikeluhkan pengguna setelah indikator M muncul dan setir putus di 1.500 km, service center jauh jadi sorotan.
Polytron Fox 350 dikeluhkan pengguna setelah indikator M muncul dan setir putus di 1.500 km, service center jauh jadi sorotan.

 
RADAR TULUNGAGUNG - Polytron Fox 350 kembali menjadi sorotan setelah seorang pengguna membagikan pengalaman pribadinya memakai motor listrik tersebut selama kurang lebih tiga bulan. Cerita ini menarik perhatian karena tidak hanya membahas efisiensi kendaraan listrik, tetapi juga mengungkap sejumlah kendala teknis yang dialami sejak unit mulai digunakan untuk aktivitas harian.

Pemilik motor menjelaskan bahwa pembelian Polytron Fox 350 dilakukan pada 20 November 2025 dengan harga Rp16.550.000. Unit kemudian diterima pada 4 Desember 2025 atau sekitar dua minggu setelah pemesanan. Selain harga motor, pengguna juga langsung membayar biaya sewa baterai selama satu tahun sebesar Rp2,2 juta yang aktif hingga Desember 2026.

Pada awal penggunaan, pemilik mengaku cukup puas karena proses pengiriman unit tergolong cepat. Harapan memiliki kendaraan yang lebih hemat biaya operasional sekaligus ramah lingkungan menjadi alasan utama memilih motor listrik produksi Polytron tersebut.

Pengurusan STNK dan BPKB Harus Diambil ke Kota Lain

Setelah motor diterima, proses administrasi menjadi tantangan pertama. Pemilik menyebut STNK dan BPKB baru tersedia sekitar satu bulan kemudian, tetapi pengambilannya harus dilakukan langsung di service center resmi terdekat.

Masalahnya, service center tersebut berada di Jember, berjarak sekitar 70 kilometer dari tempat tinggal pengguna. Permintaan agar dokumen dikirim ditolak dengan alasan keamanan surat kendaraan.

Kondisi ini membuat pemilik harus menempuh perjalanan cukup jauh hanya untuk mengambil dokumen kendaraan. Menurutnya, hal tersebut menjadi catatan tersendiri bagi calon pembeli yang tinggal di daerah yang belum memiliki jaringan layanan resmi dekat rumah.

Muncul Indikator M Setelah Pemakaian Tiga Bulan

Keluhan utama mulai muncul pada Februari 2026 atau sekitar tiga bulan setelah motor digunakan. Saat motor dipakai menempuh jarak sekitar lima kilometer, indikator huruf M di panel dekat ECU mulai sering menyala.

Ketika indikator tersebut muncul, motor mendadak tidak bisa digas sehingga kendaraan harus dihentikan terlebih dahulu. Pengguna harus mematikan motor beberapa saat sebelum kendaraan dapat kembali berjalan normal.

Pemilik menegaskan motor digunakan dengan kecepatan rendah, sekitar 30 hingga 40 kilometer per jam, sehingga gangguan tersebut bukan disebabkan penggunaan ekstrem.

Permintaan Home Service Sempat Sulit Dipenuhi

Keluhan mengenai indikator M kemudian dilaporkan ke service center. Awalnya, pihak layanan meminta motor dibawa langsung ke service center di Jember.

Namun karena kondisi motor kerap mogok di jalan, pemilik merasa perjalanan sejauh 70 kilometer terlalu berisiko. Setelah beberapa kali meminta, teknisi akhirnya datang untuk home service pada 9 Februari.

Saat pemeriksaan, salah satu komponen di bawah jok dibuka dan diganti. Setelah perbaikan, motor sempat terlihat normal saat diuji coba di sekitar rumah.

Sayangnya, pada malam hari setelah dipakai kembali sejauh lima kilometer, indikator M kembali menyala. Keesokan harinya saat dipakai mengantar anak sekolah, gangguan yang sama kembali terjadi.

Setir Putus Saat Odometer Menyentuh 1.500 Kilometer

Masalah yang lebih serius terjadi ketika motor telah menempuh jarak 1.500 kilometer. Pemilik mengaku setir motor tiba-tiba putus saat digunakan.

Menurutnya, kondisi tersebut sangat berbahaya karena kerusakan bukan sekadar longgar atau oblak, melainkan benar-benar putus pada bagian kemudi.

Beruntung saat kejadian motor sedang digunakan dalam kecepatan rendah karena sebelumnya pemilik sudah merasa waspada akibat gangguan mesin yang kerap muncul.

Laporan kembali disampaikan ke teknisi, dan keesokan harinya komponen setir langsung diganti di rumah pengguna.

Respons Service Center Jadi Sorotan

Meski penggantian setir dilakukan cepat, persoalan indikator M tetap belum tuntas. Pihak service center kembali meminta motor dibawa ke Jember karena alat diagnosis tidak dapat dibawa ke lokasi pengguna.

Pemilik mengaku keberatan karena motor masih berpotensi mati di jalan. Namun jawaban yang diterima tetap sama, yakni kendaraan harus dibawa ke service center agar pengecekan menyeluruh dapat dilakukan.

Pengguna Soroti Pentingnya Lokasi Service Center

Dari pengalaman tersebut, pengguna menilai calon pembeli Polytron Fox 350 perlu mempertimbangkan lokasi service center sebelum membeli.

Menurutnya, motor listrik memang menawarkan penghematan biaya bahan bakar karena tidak perlu membeli BBM, tetapi akses layanan purna jual menjadi faktor penting yang tidak boleh diabaikan.

Ia menegaskan pengalamannya bersifat pribadi dan tidak mewakili seluruh pengguna. Namun cerita ini diharapkan bisa menjadi bahan pertimbangan agar konsumen lebih siap sebelum memilih motor listrik sebagai kendaraan harian.

Editor : Ganindha Putri Balqis
#review jujur #service center motor listrik #motor listrik Polytron #polytron fox 350