Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Polytron Fox 350 Dipakai Harian ke Kantor, Segini Konsumsi Baterainya Setelah Menempuh 15,6 Km, Kelebihan dan Kekurangannya Jadi Sorotan

Ganindha Putri Balqis • Selasa, 31 Maret 2026 | 16:20 WIB
Polytron Fox 350 diuji ke kantor, baterai hanya berkurang 11 persen untuk 15,6 km, simak kelebihan dan kekurangannya.
Polytron Fox 350 diuji ke kantor, baterai hanya berkurang 11 persen untuk 15,6 km, simak kelebihan dan kekurangannya.

RADAR TULUNGAGUNG - Polytron Fox 350 kembali menjadi perbincangan setelah salah satu pengguna membagikan pengalaman memakai motor listrik tersebut untuk perjalanan harian ke kantor. Dalam uji pemakaian langsung, motor listrik ini diuji untuk melihat konsumsi baterai, performa di jalan, hingga fitur-fitur yang dianggap paling menonjol.

Sejak awal perjalanan, Polytron Fox 350 menunjukkan indikator baterai penuh 100 persen dengan odometer kendaraan sudah menempuh 187 kilometer. Pengguna kemudian mereset trip meter untuk mengetahui seberapa besar daya yang terpakai selama perjalanan menuju kantor.

Hasilnya, setelah menempuh jarak 15,6 kilometer, kapasitas baterai yang terpakai baru 11 persen. Angka ini langsung menjadi perhatian karena menunjukkan efisiensi yang cukup tinggi untuk kendaraan listrik kelas skuter harian.

Harga Polytron Fox 350 Jadi Daya Tarik Utama

Salah satu alasan utama motor ini banyak dilirik adalah harga jualnya yang dinilai kompetitif. Untuk wilayah Jakarta, Polytron Fox 350 dibanderol sekitar Rp15,5 juta hingga Rp15,8 juta on the road, sudah termasuk STNK dan BPKB atas nama pembeli.

Namun harga tersebut berlaku dengan skema sewa baterai. Pengguna diwajibkan membayar biaya langganan baterai sebesar Rp200 ribu per bulan.

Skema ini dinilai menguntungkan bagi pengguna dengan mobilitas tinggi. Jika jarak tempuh harian mencapai 100 kilometer atau lebih, biaya berlangganan baterai masih dianggap sepadan dibanding pengeluaran bensin motor konvensional.

Sebaliknya, untuk pengguna dengan aktivitas dekat dan jarak pendek, sistem subscription dinilai kurang ekonomis karena pengeluaran bulanan tetap berjalan.

Jarak Tempuh dan Mode Berkendara Jadi Keunggulan

Dalam kondisi baterai penuh, panel digital menunjukkan estimasi jarak tempuh hingga 130 kilometer. Angka tersebut berlaku jika motor digunakan dalam mode D atau drive normal.

Saat berpindah ke mode S atau sport, karakter tenaga berubah signifikan. Akselerasi terasa lebih responsif dan cocok digunakan untuk kebutuhan mendahului kendaraan lain di jalan.

Pengguna bahkan menilai mode sport Polytron Fox 350 mampu bersaing dengan skuter premium seperti Honda PCX dan Yamaha NMAX dalam hal respons awal.

Top speed motor ini tercatat menyentuh 94 km/jam dengan bobot pengendara sekitar 83 kilogram. Namun unit baru masih memiliki pembatas kecepatan sebelum proses pembaruan sistem.

Untuk penggunaan harian di wilayah perkotaan seperti Jakarta, mode D dinilai sudah cukup karena kecepatan maksimum sekitar 60 km/jam dianggap ideal menghadapi kemacetan.

Fitur Lengkap Jadi Nilai Plus

Pengguna menilai salah satu keunggulan besar motor ini adalah kelengkapan fitur dibanding generasi sebelumnya.

Fitur Hill Start Assist (HSA) menjadi salah satu yang paling membantu saat berhenti di tanjakan. Sistem otomatis menahan motor agar tidak mundur ketika berhenti, lalu kendaraan kembali berjalan normal saat tuas gas diputar.

Posisi berkendara juga disebut lebih nyaman karena area dek kaki cukup luas. Pengendara bahkan masih bisa selonjoran saat berkendara.

Deck depan dinilai cukup besar untuk membawa barang harian, termasuk galon air mineral.

Setang yang lebar juga memberikan sensasi berkendara mirip skuter premium, sehingga motor terasa stabil saat digunakan dalam perjalanan panjang.

Biaya Listrik Dinilai Jauh Lebih Irit

Keunggulan lain terletak pada biaya operasional harian. Konsumsi listrik disebut hanya sekitar 3 kWh per hari.

Jika dikalikan tarif listrik rumah tangga sekitar Rp1.440 per kWh, biaya pengisian daya harian tidak sampai Rp5 ribu.

Perhitungan kasar menunjukkan biaya mingguan jauh lebih rendah dibanding motor bensin yang rata-rata menghabiskan Rp50 ribu per minggu.

Sistem Fast Charging dan Aplikasi Jadi Penunjang Modern

Motor ini dibekali baterai 72 volt 54 Ah yang membutuhkan waktu sekitar lima jam pengisian penuh menggunakan charger bawaan 10 ampere.

Produsen juga menyiapkan fast charging hingga 30 ampere yang dapat memangkas waktu pengisian menjadi sekitar dua jam.

Selain itu, aplikasi resmi memungkinkan pengguna memantau lokasi kendaraan melalui GPS, mengecek histori perjalanan, hingga mengetahui lokasi titik pengisian cepat di sejumlah kota.

Kekurangan Polytron Fox 350 Masih Ditemukan

Meski memiliki banyak kelebihan, beberapa kekurangan juga diungkap.

Tombol lampu sein dinilai kurang praktis karena masih harus dikembalikan manual setelah belok.

Suspensi belakang juga terasa cukup keras, terutama saat membawa penumpang.

Bagasi bawah jok ternyata belum cukup untuk menyimpan laptop atau helm ukuran besar.

Pencahayaan lampu utama saat malam hari juga dianggap kurang terang untuk kebutuhan perjalanan di area minim penerangan.

Meski begitu, hasil penggunaan awal menunjukkan Polytron Fox 350 tetap menarik sebagai motor listrik harian dengan biaya operasional rendah dan fitur modern. 

Editor : Ganindha Putri Balqis
#motor listrik harian #baterai motor listrik #review jujurr #motor listrik Polytron #polytron fox 350