JAKARTA - Pasar otomotif nasional kembali menunjukkan tren positif di awal tahun. Berdasarkan data Gaikindo, total penjualan mobil baru (wholesales) pada Januari 2026 mencapai 66.447 unit atau naik 7,4 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
Yang menarik, lonjakan signifikan justru terjadi di segmen kendaraan listrik. Pangsa mobil listrik Indonesia 2026 kini menembus 15,4 persen dari total penjualan, meningkat drastis dibandingkan awal tahun sebelumnya yang hanya sekitar 3,9 persen.
Kenaikan ini menunjukkan bahwa mobil listrik Indonesia 2026 semakin diterima oleh masyarakat. Ditambah lagi, banyaknya merek baru yang masuk membuat persaingan di segmen ini semakin ketat.
BYD Seagull Jadi Jawara EV
Dari daftar mobil listrik terlaris, posisi puncak ditempati oleh BYD Seagull atau dikenal juga sebagai BYD Atto 1 di beberapa pasar. Mobil listrik mungil ini sukses mencatatkan wholesales sebanyak 3.361 unit hanya dalam satu bulan.
Harga yang relatif terjangkau, mulai dari kisaran Rp199 juta, menjadi faktor utama kesuksesannya. Selain itu, desain kompak dan efisiensi tinggi membuatnya cocok untuk penggunaan di perkotaan.
Dominasi BYD di pasar mobil listrik Indonesia 2026 juga terlihat dari total penjualan brand ini yang mencapai sekitar 4.879 unit atau lebih dari 47 persen pangsa pasar EV nasional.
Jaecoo J5 dan BYD M6 Tempel Ketat
Di posisi kedua, ada Jaecoo J5 yang berhasil mencatatkan penjualan 1.942 unit. SUV listrik ini menarik perhatian karena menawarkan kombinasi harga kompetitif dan fitur modern.
Sementara itu, posisi ketiga ditempati oleh BYD M6 dengan penjualan 851 unit. Sebagai MPV listrik, model ini tetap menjadi favorit keluarga meskipun kini mendapat tekanan dari model-model baru.
Wuling dan BYD Sealion 7 Masuk 5 Besar
Di posisi keempat, Wuling Darion EV mencatatkan penjualan 790 unit. Model ini menjadi pemain baru yang langsung mendapat respons positif berkat konfigurasi 7 penumpang dan opsi teknologi EV serta plug-in hybrid.
Sementara posisi kelima dihuni oleh BYD Sealion 7 dengan 613 unit. SUV listrik ini konsisten masuk jajaran atas sejak pertama kali diluncurkan di Indonesia.
Model China Dominasi, Harga Jadi Kunci
Jika melihat daftar lengkap, mayoritas mobil listrik terlaris di Indonesia berasal dari pabrikan China. Selain BYD, merek seperti Geely, Wuling, hingga GAC Aion turut meramaikan pasar.
Salah satu model yang mencuri perhatian adalah Geely EX2 yang mencatatkan 423 unit di awal kemunculannya. Harga yang mulai dari Rp229 juta menjadikannya salah satu EV paling kompetitif di pasar.
Selain itu, model lain seperti Denza D9, MG4 EV, hingga Xpeng X9 juga menunjukkan performa yang cukup kuat, terutama di segmen premium.
EV Murah Jadi Magnet Baru
Tren menarik lainnya adalah meningkatnya minat terhadap mobil listrik murah. Model seperti BYD Seagull, Wuling Air EV, hingga VinFast VF3 menjadi pilihan utama masyarakat yang ingin beralih ke kendaraan listrik dengan budget terbatas.
Kehadiran mobil listrik dengan harga di bawah Rp300 juta menjadi game changer dalam percepatan adopsi EV di Indonesia.
Persaingan Semakin Ketat
Dengan total penjualan mobil listrik mencapai 10.207 unit di Januari 2026, persaingan di segmen ini diprediksi akan semakin sengit. Banyak produsen berlomba menghadirkan model baru dengan harga dan fitur yang kompetitif.
Baca Juga: Cara Membuka Jok Uwinfly M110 yang Benar, Ternyata Semudah Ini! Simak Tutorial Lengkapnya
Menariknya, beberapa model yang sebelumnya populer justru mulai kehilangan pangsa pasar. Hal ini menunjukkan bahwa konsumen Indonesia semakin selektif dalam memilih kendaraan listrik.
Masa Depan Cerah Mobil Listrik Indonesia
Lonjakan pangsa pasar hingga 15 persen menjadi sinyal kuat bahwa era kendaraan listrik di Indonesia semakin dekat. Dukungan pemerintah, bertambahnya pilihan produk, serta harga yang semakin terjangkau menjadi faktor utama pertumbuhan ini.
Jika tren ini berlanjut, bukan tidak mungkin mobil listrik Indonesia 2026 akan terus mengalami peningkatan signifikan sepanjang tahun.
Editor : Novica Satya Nadianti