JAKARTA - Honda Super One EV mulai menunjukkan sinyal kuat akan masuk ke pasar Indonesia setelah muncul dalam database Nilai Jual Kendaraan Bermotor (NJKB) Samsat DKI Jakarta. Kehadiran mobil listrik kompak ini digadang-gadang bakal mengubah peta persaingan di segmen city car listrik yang selama ini didominasi pabrikan asal China.
Kemunculan kode kendaraan JG6 yang diduga merujuk pada Honda Super One EV menjadi indikasi awal bahwa pabrikan Jepang tersebut tengah mempersiapkan langkah serius di pasar mobil listrik nasional. Honda Super One EV pun langsung mencuri perhatian, terutama karena membawa pendekatan berbeda dibandingkan city car listrik yang sudah lebih dulu beredar.
Selama beberapa tahun terakhir, pasar mobil listrik di segmen SUV kompak dan city car di Indonesia berkembang pesat. Honda Super One EV hadir di tengah tren tersebut dengan potensi besar, didukung nama besar Honda serta strategi produk yang lebih berorientasi pada pengalaman berkendara.
Pasar City Car Listrik Didominasi Merek China
Pertumbuhan mobil listrik kecil di Indonesia dipicu oleh sejumlah faktor, mulai dari harga yang relatif terjangkau, dimensi kompak yang cocok untuk perkotaan, hingga efisiensi energi yang tinggi. Selain itu, dukungan pemerintah terhadap kendaraan listrik juga turut mempercepat adopsi.
Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukkan penjualan battery electric vehicle (BEV) mengalami lonjakan signifikan. Pada 2023, penjualan BEV menembus lebih dari 17 ribu unit, meningkat tajam dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di kisaran 10 ribu unit.
Mayoritas model di segmen entry level berasal dari produsen China yang unggul dalam harga kompetitif, teknologi baterai, serta efisiensi produksi. Kondisi ini membuat kehadiran Honda Super One EV berpotensi menghadirkan persaingan baru yang lebih menarik.
Sinyal Kuat dari NJKB dan Pameran Global
Indikasi kehadiran Honda Super One EV di Indonesia semakin kuat setelah kode JG6 tercatat dalam NJKB. Umumnya, pabrikan akan mendaftarkan kendaraan terlebih dahulu sebelum resmi dipasarkan, sebagai bagian dari proses administratif seperti pajak dan homologasi.
Selain itu, model ini sebelumnya telah diperkenalkan dalam ajang otomotif bergengsi, yakni Japan Mobility Show 2025 di Tokyo. Dalam pameran tersebut, Honda menampilkan Super One EV sebagai konsep city car listrik masa depan dengan fokus pada pengalaman berkendara yang menyenangkan.
Usung Konsep Fun to Drive
Salah satu daya tarik utama Honda Super One EV adalah konsep “fun to drive” yang tetap dipertahankan meski menggunakan tenaga listrik. Berbeda dari kebanyakan mobil listrik kecil yang lebih menonjolkan fungsi praktis, Honda mencoba menghadirkan sensasi berkendara layaknya mobil konvensional.
Fitur simulasi suara mesin menjadi salah satu inovasi menarik. Saat berakselerasi, pengemudi akan mendengar suara mesin buatan yang menyerupai mobil berbahan bakar bensin. Selain itu, terdapat juga simulasi perpindahan gigi yang memberikan sensasi seperti menggunakan transmisi manual atau otomatis konvensional.
Pendekatan ini menjadi bukti bahwa Honda tidak hanya fokus pada elektrifikasi, tetapi juga berupaya mempertahankan karakter berkendara khas yang selama ini menjadi identitas merek tersebut.
Dimensi Kompak, Cocok untuk Perkotaan
Honda Super One EV dirancang sebagai city car listrik dengan dimensi kompak yang ideal untuk penggunaan harian di kota besar. Ukurannya memudahkan mobil ini melintasi jalan sempit, menghadapi kemacetan, serta mencari parkir di area terbatas.
Karakter ini sangat relevan dengan kondisi kota besar di Indonesia seperti Jakarta, Bandung, dan Surabaya yang memiliki tingkat kepadatan lalu lintas tinggi. Radius putar yang kecil juga menjadi nilai tambah dalam hal manuver.
Baterai dan Jarak Tempuh
Meski berukuran kecil, Honda Super One EV tetap dibekali teknologi baterai modern. Mobil ini menggunakan baterai berkapasitas 29,2 kWh dengan teknologi NMC.
Dengan kapasitas tersebut, jarak tempuhnya diperkirakan berada di kisaran 200 hingga 300 kilometer, tergantung konfigurasi dan kondisi penggunaan. Angka ini dinilai cukup untuk kebutuhan mobilitas harian di perkotaan.
Harga dan Peluang di Indonesia
Di pasar Jepang, Honda menargetkan harga Super One EV di kisaran 3 juta hingga 3,5 juta yen, atau sekitar Rp300 juta hingga Rp350 juta. Bandrol ini menempatkannya di segmen entry level, meskipun sedikit lebih tinggi dibandingkan beberapa pesaing dari China.
Baca Juga: Review Motor Listrik UWINFly M110G: Harga Jutaan, Top Speed 99 Km/Jam, Fitur Melimpah Bikin Kaget!
Jika resmi diluncurkan di Indonesia, Honda Super One EV akan menghadapi persaingan ketat. Namun, Honda memiliki sejumlah keunggulan seperti reputasi merek, jaringan layanan purna jual yang luas, serta pengalaman panjang dalam industri otomotif.
Kini, pertanyaan terbesar adalah berapa harga resmi yang akan ditetapkan untuk pasar Indonesia. Jawaban tersebut kemungkinan baru akan terungkap mendekati jadwal peluncuran globalnya.
Editor : Novica Satya Nadianti