Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Perbedaan Uwinfly D66A dan Uwinfly D66B, Harga Selisih Rp500 Ribu tapi Desain, Jok, dan Ban Bikin Banyak Orang Bingung Pilih

Ganindha Putri Balqis • Kamis, 2 April 2026 | 14:25 WIB
Perbedaan Uwinfly D66A dan Uwinfly D66B terlihat dari harga, jok, lampu, ban, dan kenyamanan berkendara harian.
Perbedaan Uwinfly D66A dan Uwinfly D66B terlihat dari harga, jok, lampu, ban, dan kenyamanan berkendara harian.

 

RADAR TULUNGAGUNG - Perbedaan sepeda listrik **Uwinfly D66A dan Uwinfly D66B mulai banyak dicari calon pembeli yang ingin mengetahui model mana yang paling sesuai untuk kebutuhan harian. Dua model ini sama-sama populer di segmen sepeda listrik harga terjangkau karena tampilannya menyerupai motor mini dan dibekali fitur modern.

Keyword utama perbedaan Uwinfly D66A dan Uwinfly D66B menjadi penting karena kedua model tersebut hadir dalam rentang harga yang tidak terlalu jauh, tetapi menawarkan karakter desain dan kenyamanan berkendara yang berbeda.

Di pasaran, Uwinfly D66A dijual sekitar Rp3,6 juta hingga Rp3,7 juta, sedangkan D66B dibanderol sekitar Rp4,2 juta saat peluncuran. Selisih harga sekitar Rp500 ribu inilah yang membuat banyak konsumen membandingkan detail fitur sebelum membeli.

Dimensi Mirip, tetapi Karakter Berkendara Berbeda

Secara ukuran dasar, kedua sepeda listrik ini memiliki dimensi yang hampir sama. Namun pengalaman berkendara terasa berbeda terutama setelah dilakukan modifikasi ban.

Pada D66A, pengguna mengganti ban depan menggunakan ukuran 275 dan ban belakang ukuran 300 sehingga tampilannya terlihat lebih besar dibanding ban standar bawaan pabrik.

Ban standar bawaan D66A dinilai terlalu kecil dan sempit sehingga oleh sebagian pengguna dianggap kurang proporsional. Saat masih menggunakan ban standar, tampilan kendaraan terlihat lebih ramping dan oleh pengguna disebut menyerupai “ban cacing”.

Setelah diganti ban besar, karakter kendaraan berubah cukup signifikan. Setir terasa lebih berat, pijakan ban lebih stabil, dan sensasi berkendaranya lebih mendekati motor kecil.

Sebaliknya, saat masih memakai ban standar, D66A terasa sangat ringan saat dikendarai. Pada kecepatan rendah memang nyaman, tetapi beberapa pengguna merasa kestabilannya berkurang terutama di permukaan jalan yang licin.

Lampu dan Sistem Kunci Jadi Pembeda Utama

Salah satu pembeda paling mudah dikenali antara D66A dan D66B terletak pada sistem pencahayaan dan kunci kendaraan.

D66A menggunakan sistem keyless berbasis smartphone, sehingga pengguna dapat menyalakan kendaraan melalui ponsel. Sistem ini memberi kesan modern dan praktis karena tidak bergantung pada kunci fisik.

Sementara D66B masih dilengkapi kunci manual yang juga berfungsi membuka jok dan menyalakan kendaraan.

Pada sisi lampu, D66B memiliki DRL atau daytime running light yang memberi tampilan lebih modern saat lampu utama belum dinyalakan.

Sedangkan D66A menampilkan pencahayaan standar tanpa DRL dominan seperti pada model D66B.

Beberapa pengguna menilai tampilan lampu D66B lebih menyerupai motor mini, sehingga cocok bagi mereka yang mengutamakan desain visual.

Kapasitas Jok dan Bagasi Jadi Pertimbangan Pengguna Harian

Perbedaan lain yang cukup terasa ada pada kapasitas jok.

D66B memiliki jok yang lebih besar dan lebih dalam dibanding D66A. Hal ini membuat ruang penyimpanan bawah jok lebih lega untuk membawa barang bawaan harian.

Untuk kebutuhan belanja atau membawa perlengkapan tambahan, D66B dinilai lebih praktis.

Namun pada aspek keamanan, D66A justru memiliki keunggulan tersendiri karena jok tidak mudah dibuka sembarangan.

Bagi pengguna yang sering membawa barang ke pasar atau parkir di area umum, model ini dianggap lebih aman karena barang tidak mudah diakses.

Soal Kecepatan, Keduanya Tetap di Kelas Sepeda Listrik Harian

Secara performa, kedua model ini memiliki karakter serupa.

Kecepatan maksimal keduanya berada di kisaran 40 kilometer per jam dalam kondisi ideal.

Namun ketika ban diganti lebih besar, kecepatan aktual cenderung turun menjadi sekitar 35 kilometer per jam meskipun baterai penuh.

Hal ini terjadi karena tapak ban yang lebih lebar meningkatkan hambatan saat kendaraan melaju.

Meski demikian, ban besar justru meningkatkan kenyamanan dan kestabilan saat dikendarai.

Untuk penggunaan dalam kompleks, perjalanan ke sekolah, atau belanja jarak dekat, kedua model tetap dianggap cukup memadai.

Namun untuk perjalanan jauh, pengguna menilai performa sepeda listrik ini belum ideal karena memang dirancang untuk mobilitas harian jarak pendek.

Pilih D66A atau D66B?

Jika menyukai tampilan sepeda listrik klasik dengan fitur digital sederhana, D66A masih menjadi pilihan menarik.

Namun bila menginginkan desain lebih mirip motor, kapasitas jok lebih besar, dan detail visual lebih modern, D66B dianggap lebih unggul.

Dengan selisih harga yang tidak terlalu jauh, keputusan akhirnya kembali pada kebutuhan pengguna dan preferensi desain.

Editor : Ganindha Putri Balqis
#Uwinfly D66A #Uwinfly D66B #sepeda listrik Uwinfly #review sepeda listrik