Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Review Pemakaian Uwinfly M110G, Dipakai Harian 65 Km, Motor Listrik Ini Habiskan 83 Persen Baterai dengan Mode Normal

Ganindha Putri Balqis • Senin, 6 April 2026 | 16:40 WIB
Uwinfly M110G review menunjukkan konsumsi baterai 83 persen untuk jarak 65 km dalam mode normal di kondisi jalan harian.
Uwinfly M110G review menunjukkan konsumsi baterai 83 persen untuk jarak 65 km dalam mode normal di kondisi jalan harian.

RADAR TULUNGAGUNG - Uwinfly M110G menjadi perhatian pengguna kendaraan listrik setelah muncul pengujian konsumsi baterai motor listrik ini dalam pemakaian harian di kondisi jalan nyata melalui ulasan pengguna di kanal youtube. Pengujian dilakukan dengan skenario perjalanan kerja pulang-pergi, membawa beban berbeda, serta melewati kondisi cuaca dan jalan yang berubah.

Dalam pengujian tersebut, Uwinfly M110G diuji mulai dari kondisi baterai penuh 100 persen hingga tersisa 17 persen setelah menempuh total perjalanan 65 kilometer. Hasilnya menunjukkan bahwa motor listrik ini menghabiskan sekitar 83 persen daya baterai dengan rata-rata konsumsi energi 1,27 persen per kilometer.

Temuan ini membuat Uwinfly M110G banyak dicari karena memberikan gambaran realistis mengenai efisiensi baterai motor listrik 3000 watt yang saat ini cukup populer di pasar Indonesia.

Pengujian Dimulai dari Kondisi Baterai Penuh

Tes dilakukan saat odometer menunjukkan angka 103 kilometer dengan kapasitas baterai penuh 100 persen.

Pada tahap awal, motor digunakan dengan kondisi boncengan tiga orang dengan total beban sekitar 150 kilogram. Kondisi ini menjadi simulasi penggunaan berat yang sering terjadi dalam aktivitas sehari-hari.

Meski membawa beban besar, motor tetap mampu berjalan stabil pada perjalanan hari pertama.

Setelah penggunaan awal tersebut, baterai turun hingga tersisa 78 persen saat odometer mencapai 121 kilometer. Artinya, dalam jarak sekitar 18 kilometer, konsumsi baterai berada di kisaran 22 persen dalam kondisi beban berat.

Hari Kedua Dipakai Sendiri untuk Perjalanan Kerja

Pengujian dilanjutkan pada hari kedua dengan kondisi pengendara tunggal berbobot sekitar 65 kilogram. Cuaca saat itu mendung dengan kondisi jalan relatif lancar tanpa hambatan kemacetan berarti.

Motor digunakan dalam mode normal, yang menjadi pilihan paling umum untuk pemakaian harian. Pada perjalanan menuju tempat kerja sejauh 23 kilometer, baterai turun dari 78 persen menjadi 46 persen.

Dalam kondisi tersebut, motor masih mampu melaju stabil dan bahkan cukup responsif untuk menyalip tiga mobil di jalan. Kecepatan rata-rata selama perjalanan berada di kisaran 60 km/jam.

Perjalanan Pulang Saat Jalan Basah Setelah Hujan

Setelah sampai di tempat kerja, perjalanan dilanjutkan untuk rute pulang dengan kondisi jalan yang berbeda. Cuaca berubah setelah hujan deras, membuat permukaan jalan basah meskipun lalu lintas tetap lancar.

Saat perjalanan pulang dimulai, indikator baterai menunjukkan sisa 46 persen dengan odometer berada di angka 145 kilometer. Masih menggunakan mode normal, motor kembali dipacu sejauh 22 kilometer.

Namun saat kapasitas baterai mulai turun mendekati 20 persen, performa motor mulai berubah.

Performa Menurun Saat Baterai Menipis

Ketika baterai tersisa sekitar 18 persen, respons tenaga mulai terasa berkurang. Kecepatan maksimal yang semula mampu stabil di kisaran 60 km/jam turun menjadi sekitar 50 km/jam.

Fenomena ini umum terjadi pada motor listrik ketika daya baterai mulai mendekati batas rendah. Meski demikian, motor tetap mampu menyelesaikan perjalanan hingga rumah tanpa kendala.

Setelah total perjalanan pulang 23 kilometer selesai, indikator baterai tersisa 17 persen. Odometer akhir menunjukkan angka 168 kilometer.

Total Jarak Tempuh dan Konsumsi Energi

Jika dihitung dari awal pengujian, total perjalanan mencapai 65 kilometer. Dalam jarak tersebut, motor mengonsumsi 83 persen kapasitas baterai.

Rata-rata konsumsi energi tercatat sebesar 1,27 persen per kilometer. Angka ini menunjukkan bahwa efisiensi baterai Uwinfly M110G cukup realistis untuk penggunaan harian dengan kombinasi beban ringan dan berat.

Gambaran Nyata untuk Pengguna Motor Listrik Harian

Hasil pengujian ini memberi gambaran bahwa klaim jarak tempuh motor listrik perlu disesuaikan dengan kondisi nyata penggunaan. Faktor seperti beban penumpang, kondisi jalan, kecepatan rata-rata, serta cuaca sangat memengaruhi konsumsi daya.

Untuk pengguna yang berkendara sendiri dengan rute lancar, motor masih tergolong efisien. Namun saat baterai mendekati batas bawah, performa tenaga memang mulai menurun.

Karena itu, Uwinfly M110G review seperti ini menjadi referensi penting bagi calon pembeli yang ingin mengetahui performa motor listrik dalam situasi harian, bukan sekadar spesifikasi pabrikan.

 

Editor : Ganindha Putri Balqis
#motor listrik Uwinfly #Uwinfly M110G #review uwinfly m110g #review motor listrik 2026 #jarak tempuh Uwinfly M110G