RADAR TULUNGAGUNG - Perbedaan sepeda listrik D66A dan D66B menjadi sorotan di akhir tahun 2025.
Dua varian terbaru ini hadir dengan spesifikasi inti yang serupa, namun menyimpan sejumlah detail pembeda yang cukup signifikan, terutama dari sisi desain, fitur, hingga kenyamanan pengguna.
Secara umum, perbedaan sepeda listrik D66A dan D66B tidak terletak pada performa utama.
Keduanya sama-sama dibekali motor berdaya 600 watt, controller identik, serta kapasitas baterai yang serupa. Bahkan, dari segi kecepatan pun tidak ada perbedaan mencolok.
Hal ini membuat keduanya berada di level performa yang sama untuk penggunaan harian.
Namun, perbedaan sepeda listrik D66A dan D66B mulai terlihat jelas saat masuk ke aspek desain dan fitur tambahan yang ditawarkan masing-masing varian.
Salah satu pembeda paling mencolok terletak pada desain lampu depan.
D66A hadir dengan sorotan lampu yang lebih lebar, memberikan kesan pencahayaan yang luas dan merata.
Sementara itu, D66B mengusung desain lampu dengan tambahan fitur DRL (Daytime Running Light) yang memberikan kesan modern.
Menariknya, pada D66B terdapat fitur pengaturan tingkat kecerahan lampu, meskipun hanya sebatas redup dan terang. Fitur ini tidak ditemukan pada D66A.
Selain itu, D66B tetap menyalakan lampu DRL meski lampu utama dimatikan, sedangkan D66A akan mati total.
Perbedaan Desain dan Dimensi
Secara tampilan bodi, kedua sepeda listrik ini juga memiliki perbedaan motif dan bentuk.
D66B terlihat lebih sporty dengan detail yang lebih agresif, sementara D66A tampil lebih simpel namun elegan.
Dari sisi dimensi, D66B ternyata memiliki lebar bodi yang sedikit lebih besar dibandingkan D66A.
Hal ini berpengaruh pada kenyamanan berkendara, terutama bagi pengguna dengan postur tubuh tinggi.
Kenyamanan Jok dan Penggunaan
Perbedaan sepeda listrik D66A dan D66B juga terasa pada bagian jok. D66B hadir dengan ukuran jok yang lebih lebar, sehingga lebih nyaman untuk perjalanan jarak jauh atau digunakan oleh pengendara dengan tinggi badan di atas rata-rata.
Sebaliknya, D66A memiliki jok yang lebih standar. Namun, keduanya tetap menggunakan material spons dan kulit dengan kualitas yang sama, sehingga tetap nyaman untuk penggunaan harian.
Bagasi dan Fungsionalitas
Salah satu keunggulan utama D66B terletak pada kapasitas bagasi yang jauh lebih luas.
Bahkan, bagasi ini mampu menampung lebih banyak barang seperti charger dan perlengkapan lainnya tanpa terasa sempit.
Tak hanya itu, D66B juga dilengkapi fitur kunci pada bagasi, memberikan keamanan tambahan saat menyimpan barang.
Sementara itu, D66A tidak memiliki fitur penguncian bagasi, sehingga pengguna perlu lebih waspada saat parkir di tempat umum.
Sistem Kunci dan Teknologi
D66B unggul dalam hal sistem keamanan karena sudah dilengkapi dengan dua metode kunci, yaitu kunci fisik dan NFC. Sedangkan D66A hanya mengandalkan sistem NFC.
Meski demikian, keduanya sudah mendukung konektivitas aplikasi, sehingga pengguna tetap bisa mengakses berbagai fitur pintar melalui smartphone.
Detail Tambahan yang Membedakan
Perbedaan lainnya juga terlihat pada bagian pijakan kaki, desain sein belakang, hingga pijakan pembonceng. D66A memiliki pijakan pembonceng yang lebih panjang, cocok untuk membawa anak-anak.
Sedangkan D66B tampil lebih ringkas dan sporty, cocok untuk penggunaan santai atau berkendara berdua dengan pasangan.
Baca Juga: Motor Listrik Murah Rp3 Juta di IMS Kemayoran Jadi Sorotan, Bisa Dibawa Pulang Lengkap Surat!
Selain itu, spion pada kedua model menggunakan desain cembung yang memberikan sudut pandang lebih luas dibandingkan spion datar.
Jika melihat keseluruhan, pilihan antara D66A dan D66B sangat bergantung pada kebutuhan pengguna. D66A cocok untuk penggunaan sederhana dan fungsional, terutama bagi yang sering membawa anak.
Sementara itu, D66B lebih unggul dari sisi fitur, kenyamanan, dan keamanan. Dengan bagasi luas, jok lebar, serta sistem kunci ganda, D66B menjadi pilihan menarik bagi pengguna yang mengutamakan kepraktisan dan kenyamanan ekstra.
Dengan berbagai keunggulan masing-masing, tidak heran jika kedua varian ini menjadi perbincangan hangat di kalangan pengguna sepeda listrik di akhir tahun 2025.
Editor : Manda Dwi Agustin