Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Uwinfly T78B Upgrade Controller Bikin Ngebut 70 Km/Jam! Torsi Lebih Galak, Tapi Ada Risiko Overheat?

Novica Satya Nadianti • Senin, 6 April 2026 | 18:25 WIB
Uwinfly T78B upgrade controller tembus 70 km/jam! Akselerasi makin galak, tapi ada risiko overheat. Simak hasil tes lengkapnya.
Uwinfly T78B upgrade controller tembus 70 km/jam! Akselerasi makin galak, tapi ada risiko overheat. Simak hasil tes lengkapnya.

 
JAKARTA - Uwinfly T78B kembali menarik perhatian setelah dilakukan upgrade pada bagian controller. Dengan menggunakan controller fotol EM30s, performa mini motor listrik ini meningkat drastis, terutama pada akselerasi dan tenaga saat menanjak.

Dalam pengujian terbaru, Uwinfly T78B yang telah dimodifikasi menunjukkan lonjakan tenaga yang signifikan. Jika sebelumnya dikenal sebagai kendaraan listrik harian dengan performa standar, kini motor ini mampu memberikan sensasi tarikan yang jauh lebih responsif.

Perubahan ini tentu menjadi daya tarik tersendiri bagi pengguna yang menginginkan performa lebih dari sekadar sepeda listrik biasa. Namun, peningkatan performa tersebut juga membawa konsekuensi yang perlu diperhatikan.

Baca Juga: WFH ASN Setiap Jumat Digulirkan, Disdik Tulungagung Siapkan Skema Kemungkinan Pembelajaran Daring di Sekolah

Akselerasi Lebih Galak, Tenaga Tembus 1700 Watt

Setelah upgrade controller, Uwinfly T78B mampu menghasilkan tenaga hingga 1.700 watt saat akselerasi penuh. Angka ini jauh di atas spesifikasi bawaan yang hanya berada di kisaran 800 watt.

Saat diuji di jalan, akselerasi terasa lebih “menjambak” atau agresif. Tarikan dari kecepatan menengah hingga tinggi meningkat signifikan, membuat motor lebih responsif saat digunakan untuk menyalip atau menanjak.

Dalam kondisi tertentu, motor mampu melaju hingga 70 km/jam berdasarkan speedometer. Ini menjadi peningkatan besar dibandingkan kecepatan standar yang biasanya berada di angka 45 km/jam.

Namun, pengujian top speed tidak selalu bisa dilakukan maksimal karena kondisi jalan yang ramai. Meski begitu, peningkatan performa tetap terasa nyata.

Baca Juga: Cuaca Ekstrem Diprediksi Melanda Jawa Timur hingga April 2026, BPBD Tulungagung Minta Warga Tingkatkan Kewaspadaan

Risiko Overheat dan Sistem Cut Off

Di balik peningkatan performa tersebut, muncul satu catatan penting, yakni risiko panas berlebih. Saat motor dipacu terus-menerus pada tenaga maksimum, sistem sempat mengalami cut off atau mati sementara.

Kondisi ini diduga sebagai mekanisme perlindungan untuk mencegah kerusakan pada komponen seperti motor BLDC atau controller. Sistem otomatis memutus tenaga ketika suhu terlalu tinggi.

Saat dicek, bagian mesin terasa hangat dengan estimasi suhu sekitar 40 derajat Celsius. Meski tidak terlalu panas, kondisi ini menunjukkan bahwa penggunaan tenaga penuh secara terus-menerus tidak disarankan.

Baca Juga: Meski Tertunda, Tradisi Lebaran Ketupat di Plosokandang Tulungagung Tetap Meriah, Warga Sajikan 50 Porsi dan Buka untuk Umum

Setelah suhu menurun, motor kembali bisa digunakan seperti normal. Hal ini menandakan sistem keamanan bekerja dengan baik untuk menjaga komponen tetap aman.

Strategi Penggunaan: Kombinasi Speed 2 dan Speed 3

Untuk penggunaan yang lebih aman, pengendara disarankan tidak selalu menggunakan mode tertinggi. Dalam pengujian, mode speed 2 dinilai cukup stabil dengan konsumsi daya sekitar 1.600 watt.

Sementara itu, speed 3 sebaiknya hanya digunakan sesekali, misalnya saat menyalip kendaraan lain. Penggunaan terus-menerus pada mode ini berpotensi memicu panas berlebih.

Dengan strategi tersebut, performa tetap optimal tanpa mengorbankan keamanan komponen.

Baca Juga: Kecelakaan di Ngantru Tulungagung, Motor Tabrak Dua Pejalan Kaki, Pengendara Meninggal Dunia saat Dirawat

Konsumsi Baterai dan Efisiensi

Dalam pengujian sejauh 14 kilometer, konsumsi baterai tercatat sekitar 5 Ah dari total kapasitas 18 Ah. Artinya, masih tersisa sekitar 13 Ah setelah perjalanan tersebut.

Ini menunjukkan bahwa meskipun performa meningkat, efisiensi baterai masih tergolong baik. Namun, penggunaan tenaga besar secara terus-menerus tentu akan mempercepat konsumsi daya.

Pengaturan pada controller juga berpengaruh terhadap performa dan efisiensi. Beberapa parameter seperti throttle voltage dan start setting dapat diubah untuk meningkatkan respons akselerasi.

Namun, pengaturan ini tidak secara langsung menambah torsi, melainkan lebih kepada karakter tarikan dan respons motor.

Baca Juga: Viral Rusa Kurus di Pendapa Kongas Arum Kusumaning Bangsa, DPKH Tulungagung Ungkap Penyebab dan Target Pemulihan 3 Bulan

Handling dan Uji Jalan

Selain performa, handling Uwinfly T78B juga diuji di jalan kampung dengan kondisi tidak rata. Hasilnya, motor tetap stabil meskipun harus bermanuver menghindari lubang.

Ban bawaan dinilai cukup mencengkeram aspal, memberikan rasa aman saat berkendara di berbagai kondisi jalan.

Pengendara juga mencoba manuver cepat, dan hasilnya motor masih cukup lincah untuk ukuran mini motor listrik.

Kesimpulan

Upgrade controller pada Uwinfly T78B terbukti mampu meningkatkan performa secara signifikan. Akselerasi lebih responsif, top speed meningkat, dan tenaga lebih besar menjadi keunggulan utama.

Baca Juga: Refleksi Paskah di Tulungagung, Ajak Umat Menang atas Ego dan Wujudkan Hidup Baru yang Penuh Kedamaian

Namun, pengguna perlu bijak dalam penggunaan. Risiko overheat dan sistem cut off menjadi pengingat bahwa peningkatan performa harus diimbangi dengan pengoperasian yang tepat.

Dengan kombinasi pengaturan yang sesuai, Uwinfly T78B bisa menjadi mini motor listrik dengan performa tinggi sekaligus tetap aman digunakan untuk kebutuhan harian.

Editor : Novica Satya Nadianti
#Uwinfly T78B #top speed sepeda listrik #review Uwinfly T78B #motor listrik 800 watt #upgrade controller