RADAR TULUNGAGUNG - Uwinfly T78B kembali menjadi sorotan setelah diuji langsung di jalur tanjakan lereng gunung dengan beban berat. Dalam uji coba tersebut, sepeda listrik ini dipakai melewati jalan menanjak sambil membawa penumpang lebih dari satu orang, bahkan hingga tiga orang termasuk seorang balita.
Pengujian dilakukan di medan yang tidak biasa untuk kendaraan listrik ringan. Jalur yang dilalui berupa tanjakan dengan kemiringan bervariasi, mulai dari sekitar 10 derajat hingga mendekati 20 derajat, lengkap dengan jalan berlubang dan tikungan lereng perbukitan. Hasilnya, Uwinfly T78B masih menunjukkan tenaga yang cukup stabil untuk penggunaan harian di daerah menanjak.
Kemampuan Uwinfly T78B dalam menghadapi tanjakan ini menjadi perhatian karena banyak calon pembeli kendaraan listrik mempertanyakan apakah sepeda listrik murah tetap kuat digunakan di wilayah berbukit. Dari pengujian tersebut, performa kendaraan dinilai cukup memadai selama pengendara memahami teknik berkendara yang tepat.
Uji Tanjakan dengan Beban Lebih dari 100 Kilogram
Pada awal pengujian, kendaraan dicoba oleh pengendara dengan berat sekitar 80 kilogram dan tinggi badan 170 sentimeter. Dalam kondisi jalan datar, sepeda listrik ini masih terasa nyaman dan responsif.
Pengujian kemudian dilanjutkan pada jalur menanjak. Saat digunakan sendiri, Uwinfly T78B masih mampu menanjak dengan cukup baik, baik menggunakan ancang-ancang maupun saat throttle dibuka perlahan.
Namun saat dibonceng dua orang dengan total beban mendekati 140 kilogram, kendaraan mulai menunjukkan keterbatasan terutama saat kondisi stop and go di tanjakan curam. Dalam kondisi berhenti total di tanjakan, motor membutuhkan ancang-ancang lebih panjang agar dapat kembali melaju.
Meski begitu, ketika kendaraan diberi ruang untuk mengambil momentum, tenaga motor kembali terasa cukup untuk menembus tanjakan.
Tetap Stabil di Lereng Gunung
Pengujian berlanjut ke jalur lereng gunung dengan permukaan jalan campuran antara aspal kasar dan titik berlubang. Dalam kondisi membawa beban sekitar 120 hingga 130 kilogram, sepeda listrik masih mampu bergerak stabil.
Pengendara juga mencoba menahan laju di tengah tanjakan, kemudian kembali menarik gas. Hasilnya, kendaraan tetap bisa melanjutkan perjalanan walau dengan suara motor bekerja lebih berat.
Kecepatan sekitar 30 km per jam dinilai sudah cukup aman untuk jalur seperti ini. Pada medan menurun, kendaraan juga tetap stabil tanpa perlu banyak membuka gas.
Menurut penguji, karakter tenaga Uwinfly T78B cocok untuk penggunaan santai, terutama di jalan lingkungan, perkampungan, atau jalur pendek menuju area pasar dan sekolah.
Bonceng Tiga Orang Masih Bisa Jalan
Salah satu bagian yang menarik perhatian adalah saat sepeda listrik ini digunakan membawa tiga orang sekaligus, terdiri dari dua orang dewasa dan satu balita.
Dalam kondisi tersebut, kendaraan tetap dapat melintasi tanjakan sekitar 10 hingga 11 derajat selama pengendara mengambil ancang-ancang sebelum memasuki tanjakan.
Saat dicoba berhenti di tanjakan lalu kembali dijalankan, hasilnya masih cukup baik meskipun tenaga terasa bekerja maksimal.
Hal ini menunjukkan bahwa untuk penggunaan keluarga jarak dekat, kendaraan listrik ini masih tergolong layak, terutama untuk aktivitas ringan seperti mengantar anak, belanja harian, atau perjalanan singkat di lingkungan sekitar rumah.
Efisiensi Baterai Jadi Nilai Tambah
Setelah menempuh perjalanan sekitar 10 kilometer dengan beban berat dan jalur menanjak, indikator baterai hanya berkurang satu strip.
Efisiensi ini menjadi salah satu alasan mengapa Uwinfly T78B dinilai cocok untuk kebutuhan mobilitas ringan. Pengguna tidak perlu terlalu sering mengisi daya selama penggunaan masih dalam radius harian normal.
Selain itu, pijakan kaki yang luas juga disebut memudahkan saat membawa barang seperti galon air atau tabung gas.
Cocok untuk Mobilitas Harian di Area Perkampungan
Secara keseluruhan, Uwinfly T78B dinilai cukup ideal untuk kebutuhan transportasi harian jarak dekat, terutama di daerah yang memiliki kontur jalan naik turun.
Meski tidak dirancang untuk kecepatan tinggi, sepeda listrik ini tetap menawarkan kenyamanan bagi pengguna yang mengutamakan efisiensi biaya operasional.
Bagi masyarakat yang ingin mengurangi penggunaan motor bensin untuk aktivitas ringan, kendaraan listrik seperti ini dinilai bisa menjadi solusi hemat karena tidak membutuhkan bahan bakar dan minim perawatan rutin seperti ganti oli.
Editor : Ganindha Putri Balqis