Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Sepeda Listrik Uwinfly T70 Dipakai 700 Km Masih Stabil, Rp4,5 Jutaan Sudah Dapat Baterai Lithium dan Cruise Control

Ganindha Putri Balqis • Selasa, 7 April 2026 | 17:01 WIB
Harga sepeda listrik Uwinfly T70 Rp4,5 jutaan tetap stabil setelah 700 km, unggul dengan baterai lithium dan bagasi luas.
Harga sepeda listrik Uwinfly T70 Rp4,5 jutaan tetap stabil setelah 700 km, unggul dengan baterai lithium dan bagasi luas.

RADAR TULUNGAGUNG - Tren kendaraan listrik untuk kebutuhan harian terus berkembang, terutama di segmen sepeda listrik dengan harga terjangkau. Salah satu model yang banyak dicari adalah sepeda listrik Uwinfly T70, yang kini kembali menjadi sorotan setelah dipakai lebih dari delapan bulan dan menempuh jarak lebih dari 700 kilometer.

Dalam pengalaman penggunaan jangka menengah, harga sepeda listrik Uwinfly T70 yang berada di kisaran Rp4,5 jutaan dinilai masih sepadan dengan fitur yang ditawarkan. Meski secara sensasi berkendara tidak jauh berbeda dengan sepeda listrik kelas Rp3 jutaan, model ini memiliki beberapa keunggulan yang membuatnya lebih unggul untuk kebutuhan harian.

Sepeda listrik Uwinfly T70 juga menarik perhatian karena sudah menggunakan baterai lithium, membawa bagasi ekstra luas, serta fitur yang biasanya ditemukan pada motor listrik dengan harga lebih tinggi. Setelah pemakaian rutin di lingkungan kampung untuk belanja dan mobilitas rumah tangga, performanya disebut tetap stabil.

Dipakai 700 Kilometer, Kondisi Masih Prima

Unit Uwinfly T70 yang dibeli melalui marketplace datang dengan pengemasan cargo box berlapis sehingga kondisi kendaraan tetap aman saat diterima.

Setelah digunakan hingga 704 kilometer, kondisi ban masih dinilai sangat baik. Kampas rem pun belum memerlukan penggantian. Selama pemakaian delapan bulan lebih, perawatan yang dilakukan hanya sebatas pembersihan rutin seperti mencuci kendaraan biasa.

Menariknya, motor ini bahkan pernah dicuci menggunakan semprotan air langsung. Meski sempat dikhawatirkan, unit tetap berfungsi normal tanpa gangguan. Bagian bawah kendaraan juga memiliki lubang pembuangan air yang membantu mengurangi risiko genangan saat terkena air.

Selama penggunaan tersebut, tidak ditemukan kendala teknis berarti. Baterai tetap stabil dan tenaga kendaraan tidak menunjukkan penurunan signifikan.

Baterai Lithium Jadi Pembeda Utama

Salah satu alasan harga Uwinfly T70 lebih tinggi dibanding sepeda listrik entry level adalah penggunaan baterai lithium 48 volt 12 Ah.

Baterai jenis ini lebih ringan dibanding aki SLA sehingga membuat bobot kendaraan terasa ringan saat digunakan. Selain itu, baterai lithium juga dinilai lebih praktis untuk penggunaan harian karena efisiensi daya lebih baik.

Untuk pengisian daya, konsumsi listrik tercatat sekitar 123 watt, sehingga tetap hemat untuk penggunaan rumah tangga.

Pengguna juga tidak terlalu khawatir saat pengisian berlangsung lama karena sistem baterai sudah dilengkapi Battery Management System (BMS). Saat baterai penuh, aliran listrik akan otomatis terputus sehingga lebih aman meski lupa mencabut charger.

Performa Motor 600 Watt Masih Cukup untuk Harian

Pada sektor tenaga, Uwinfly T70 memakai motor 600 watt dengan tegangan 48 volt.

Dalam pengujian bawaan tanpa modifikasi kecepatan, mode speed 2 mampu mencapai sekitar 41 km per jam. Sementara pada speed 3, kecepatan maksimum menyentuh 45 km per jam.

Kecepatan ini dinilai cukup untuk kebutuhan mobilitas lingkungan perkotaan maupun pedesaan, terutama untuk aktivitas ringan seperti belanja, antar jemput, atau perjalanan jarak dekat.

Karena bobot kendaraan ringan, akselerasi juga terasa cukup responsif untuk kelas sepeda listrik.

Bagasi Luas Jadi Favorit untuk Belanja

Salah satu keunggulan paling menonjol dari Uwinfly T70 adalah kapasitas bagasi yang besar.

Area penyimpanan di bawah jok disebut sangat luas dan dalam, sehingga memudahkan membawa barang belanja dalam jumlah cukup banyak.

Hal ini menjadi alasan kendaraan ini lebih sering digunakan untuk aktivitas belanja dibanding motor matik konvensional.

Bagian pijakan kaki juga lebar, memberi ruang tambahan untuk membawa barang bawaan.

Secara desain, bentuk bodi dibuat menyerupai motor bergaya skuter klasik dengan jok cokelat yang memberi kesan elegan.

Lampu Belakang Mirip Mobil Sport dan Sudah Ada Cruise Control

Dari sisi desain pencahayaan, Uwinfly T70 punya ciri khas pada lampu belakang yang disebut menyerupai garis lampu mobil sport.

Lampu belakang dengan pola garis vertikal menjadi salah satu detail visual yang cukup menarik perhatian.

Sementara lampu depan sudah dibekali tiga titik pencahayaan, terdiri dari lampu dekat di bagian tengah dan dua lampu jauh di sisi kanan kiri.

Model ini juga memiliki DRL melingkar yang menambah kesan modern.

Fitur lain yang jarang ditemukan di sepeda listrik kelas serupa adalah cruise control. Pengguna cukup menekan tombol tertentu dan kendaraan dapat terus berjalan tanpa menarik gas terus-menerus.

Shockbreaker Sudah Dimodifikasi

Pada bagian suspensi belakang, shockbreaker bawaan diganti dengan model hidrolis dari motor konvensional.

Meski perubahan kenyamanan tidak terlalu drastis, pengguna merasakan redaman sedikit lebih baik dibanding suspensi standar.

Sementara shockbreaker depan masih menggunakan model standar sepeda listrik.

Dengan kombinasi baterai lithium, bagasi luas, cruise control, dan desain modern, Uwinfly T70 masih dinilai relevan sebagai pilihan sepeda listrik harian di kelas Rp4 jutaan.

Editor : Ganindha Putri Balqis
#sepeda listrik baterai lithium #sepeda listrik Uwinfly #Uwinfly T70 #harga Uwinfly T70 #review Uwinfly T70