Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Pengakuan Pembeli Motor Listrik Polytron Fox 350: Baru 3 Bulan, Indikator Error hingga Setir Putus Bikin Waswas!

Krisna Pambudi • Selasa, 7 April 2026 | 17:25 WIB
Pengalaman motor listrik Polytron Fox 350, dari indikator error hingga setir putus setelah 3 bulan pemakaian. (Ilustrasi: Gemini)
Pengalaman motor listrik Polytron Fox 350, dari indikator error hingga setir putus setelah 3 bulan pemakaian. (Ilustrasi: Gemini)

RADAR TULUNGAGUNG - Pengalaman menggunakan motor listrik Polytron Fox 350 menjadi sorotan setelah seorang pengguna membagikan kisahnya usai pemakaian selama tiga bulan.

Dalam pengakuannya, berbagai kendala mulai dari indikator error hingga setir putus menjadi catatan serius yang patut dipertimbangkan calon pembeli motor listrik Polytron Fox 350.

Pengguna tersebut mengungkapkan bahwa dirinya melakukan pemesanan motor listrik Polytron Fox 350 pada 20 November 2025 dengan harga Rp16.550.000.

Unit kemudian diterima pada 4 Desember 2025, atau sekitar dua minggu setelah pemesanan. Ia juga membayar biaya sewa baterai selama satu tahun sebesar Rp2,2 juta yang berlaku hingga Desember 2026.

Baca Juga: Polytron Fox 350 Resmi Meluncur, Motor Listrik Rp15,5 Juta Ini Tawarkan Kenyamanan Baru dan Fitur Lebih Lengkap

Awalnya, pengalaman menggunakan motor listrik Polytron Fox 350 berjalan lancar. Pengguna merasa puas karena kendaraan ini dinilai lebih ramah lingkungan dan hemat biaya operasional dibandingkan motor konvensional berbahan bakar minyak.

Namun, persoalan mulai muncul ketika pengurusan dokumen kendaraan seperti STNK dan BPKB. Meski dijanjikan selesai dalam waktu sekitar satu bulan, pengguna harus mengambil dokumen tersebut langsung ke service center di luar kota, tepatnya di Jember, yang berjarak sekitar 70 kilometer dari tempat tinggalnya.

Masalah Mulai Muncul di Bulan Ketiga

Setelah memasuki bulan ketiga pemakaian, tepatnya Februari 2026, pengguna mulai mengalami gangguan teknis. Indikator huruf “M” pada panel motor sering menyala saat kendaraan digunakan.

Dampaknya cukup mengganggu. Motor tiba-tiba tidak bisa digas saat sedang berjalan, sehingga pengguna terpaksa berhenti dan menunggu beberapa saat sebelum kendaraan bisa kembali digunakan.

Baca Juga: Polytron Fox 350 Resmi Meluncur, Motor Listrik Rp15,5 Juta dengan Desain Baru Lebih Nyaman dan Fitur Modern

“Biasanya kejadian setelah dipakai sekitar 5 kilometer. Harus dimatikan dulu, baru normal lagi,” ujarnya.

Pengguna menegaskan bahwa motor tidak digunakan dalam kecepatan tinggi. Ia hanya mengendarai dengan kecepatan sekitar 30 hingga 40 km per jam, sehingga masalah tersebut dinilai tidak wajar.

Respons Service Center Dinilai Kurang Solutif

Ketika masalah dilaporkan, pihak service center di Jember meminta pengguna untuk membawa motor langsung ke lokasi. Namun, permintaan ini dinilai tidak realistis mengingat kondisi motor yang sering mogok di jalan.

Setelah desakan, teknisi akhirnya datang ke rumah pada 9 Februari 2026. Salah satu komponen di bagian bawah jok diganti. Awalnya motor kembali normal, tetapi hanya bertahan sebentar.

“Dipakai lagi sekitar 5 kilometer, indikator ‘M’ nyala lagi,” ungkapnya.

Keluhan kembali disampaikan, namun jawaban dari pihak service center tetap sama: motor harus dibawa langsung ke Jember karena alat servis tidak bisa dibawa ke lokasi pengguna.

Baca Juga: Polytron Fox 350 Resmi Dijual, Motor Listrik Maxi Rp15,5 Juta dengan Fitur Canggih dan Baterai IP67

Insiden Setir Putus Jadi Puncak Masalah

Masalah paling serius terjadi saat odometer menunjukkan jarak tempuh 1.500 kilometer. Secara tiba-tiba, setir motor mengalami kerusakan parah hingga putus.

Kejadian ini dinilai sangat berbahaya. Beruntung, pengguna tidak sedang melaju dalam kecepatan tinggi saat insiden terjadi.

“Kalau kejadian di kecepatan tinggi, saya tidak tahu apa yang terjadi,” katanya.

Pihak teknisi kembali datang ke lokasi untuk mengganti bagian setir yang rusak. Namun, saat pengguna kembali menyinggung masalah indikator “M”, solusi yang diberikan tetap sama, yakni membawa motor ke service center di luar kota.

Catatan Penting Sebelum Membeli

Dari pengalaman tersebut, pengguna menyimpulkan bahwa motor listrik Polytron Fox 350 memang menawarkan efisiensi biaya karena tidak memerlukan bahan bakar minyak. Namun, ia menilai aspek layanan purna jual dan keandalan unit masih perlu diperhatikan.

Ia juga menyoroti pentingnya keberadaan service center yang dekat dengan lokasi pengguna. Pasalnya, kendala teknis yang muncul justru membutuhkan penanganan langsung di lokasi yang tidak selalu mudah dijangkau.

“Motor listrik harusnya praktis, tapi kalau servisnya harus keluar kota, jadi tidak efisien juga,” ujarnya.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa pengalaman ini bersifat subjektif dan tidak mewakili seluruh pengguna motor listrik Polytron Fox 350. Bisa saja pengguna lain mendapatkan unit dengan kondisi lebih baik tanpa kendala berarti.

Namun, kisah ini bisa menjadi bahan pertimbangan penting bagi masyarakat yang berencana membeli motor listrik, khususnya dalam hal kesiapan layanan servis dan potensi risiko penggunaan.

Editor : Krisna Pambudi
#motor listrik polytron fox 350 #masalah motor listrik #indikator M polytron #setir motor putus #review Polytron Fox 350