RADAR TULUNGAGUNG - Biaya cas Polytron Fox 350 menjadi sorotan setelah sebuah video YouTube mengungkap rincian lengkap pengisian daya dari kondisi baterai hampir habis hingga penuh.
Hasilnya cukup mengejutkan, karena biaya yang dibutuhkan jauh lebih murah dibandingkan penggunaan motor berbahan bakar bensin.
Dalam pengujian tersebut, pengisian dilakukan dari sisa baterai 3 persen hingga mencapai 100 persen.
Prosesnya menggunakan charger original Polytron dengan tambahan alat colokan listrik berkapasitas 16 ampere untuk menjaga keamanan dan kestabilan arus listrik.
Biaya Cas Polytron Fox 350 dari 3% ke 100%
Berdasarkan hasil pengujian, total energi listrik yang digunakan untuk mengisi baterai mencapai 4,46 kWh.
Dengan tarif listrik rumah tangga sebesar Rp1.444,7 per kWh (daya 2.200 VA), maka total biaya cas Polytron Fox 350 hanya sekitar Rp6.443 atau dibulatkan menjadi Rp6.500.
Dengan biaya tersebut, motor listrik ini mampu menempuh jarak hingga 113 kilometer dalam pemakaian normal. Artinya, biaya operasional per kilometer sangat rendah dibandingkan motor konvensional.
Sebagai perbandingan, motor bensin 155 cc dengan konsumsi rata-rata 35 km per liter membutuhkan sekitar 3,2 liter bensin untuk menempuh jarak yang sama.
Jika harga bensin Rp10.000 per liter, maka total biaya mencapai sekitar Rp32.000. Selisih ini menunjukkan bahwa biaya cas Polytron Fox 350 jauh lebih hemat.
Durasi Pengisian dan Konsumsi Daya
Proses pengisian daya dari 3 persen hingga penuh memakan waktu sekitar 5 jam. Pada awal pengisian, daya listrik yang ditarik sekitar 280 watt, kemudian meningkat hingga 800–879 watt.
Hal ini menjadi perhatian bagi pengguna dengan daya listrik rumah 900 VA, karena berpotensi menyebabkan listrik turun. Oleh karena itu, disarankan untuk menggunakan daya listrik minimal 1.300 VA atau lebih tinggi.
Selama proses pengisian, beberapa komponen seperti charger dan kabel menuju motor terpantau mengalami peningkatan suhu. Namun, stop kontak dan kabel utama tetap aman karena menggunakan spesifikasi ampere yang sesuai.
Tips Aman Cas Motor Listrik
Ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan saat melakukan pengisian daya agar tetap aman dan menjaga umur baterai:
- Gunakan stop kontak berkualitas dengan kapasitas minimal 10 ampere
- Hindari meletakkan charger di area panas seperti dekat baterai
- Ikuti urutan pengisian: sambungkan ke motor terlebih dahulu, baru ke listrik
- Saat mencabut, lakukan sebaliknya: dari listrik dulu, baru ke motor
Selain itu, pengguna juga disarankan untuk tidak selalu mengisi baterai hingga 100 persen. Idealnya, pengisian dilakukan hingga 80 persen untuk penggunaan harian, sementara 100 persen hanya saat dibutuhkan untuk perjalanan jauh.
Kenapa Konsumsi Listrik Lebih Besar dari Kapasitas Baterai?
Menariknya, kapasitas baterai Polytron Fox 350 tercatat sebesar 3,7 kWh, namun energi listrik yang digunakan saat pengisian mencapai 4,46 kWh. Hal ini disebabkan oleh fenomena power loss.
Power loss merupakan energi yang hilang selama proses pengisian, biasanya berkisar antara 5 hingga 15 persen. Penyebabnya antara lain panas pada charger, kabel yang terlalu panjang, serta efisiensi sistem pengisian.
Dalam pengujian ini, penggunaan kabel sepanjang 30 meter turut berkontribusi terhadap meningkatnya kehilangan energi. Jika dihitung dengan pengurangan 15 persen, hasilnya mendekati kapasitas asli baterai, yaitu sekitar 3,7 kWh.
Motor Listrik Makin Menarik
Dengan biaya cas Polytron Fox 350 yang hanya sekitar Rp6.500 untuk jarak lebih dari 100 km, motor listrik semakin menunjukkan keunggulannya dalam hal efisiensi biaya.
Baca Juga: Polytron Fox 350 Resmi Dijual, Motor Listrik Maxi Rp15,5 Juta dengan Fitur Canggih dan Baterai IP67
Selain lebih hemat, pengguna juga mendapatkan pengalaman berkendara yang lebih ramah lingkungan. Namun, pemahaman tentang cara pengisian yang benar dan perawatan baterai tetap menjadi kunci utama agar performa motor tetap optimal dalam jangka panjang.
Ke depan, informasi terkait daya tahan baterai dan metode perawatan yang tepat akan semakin dibutuhkan, terutama dengan berkembangnya teknologi baterai seperti lithium NMC dan LiFePO4 yang memiliki karakteristik berbeda.
Editor : Krisna Pambudi