Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Terbukti Bukan Gimmick! Motor Listrik dengan Riding Mode Canggih Ini Tembus 122 Km Jakarta-Bogor, Bisa Nambah Baterai Sendiri

Ingge Nayla Ayu Karina • Rabu, 8 April 2026 | 21:45 WIB
Motor listrik dengan riding mode terbukti tangguh, mampu tempuh 122 km Jakarta-Bogor dan bahkan isi ulang baterai otomatis!
Motor listrik dengan riding mode terbukti tangguh, mampu tempuh 122 km Jakarta-Bogor dan bahkan isi ulang baterai otomatis!

 

RADAR TULUNGAGUNG - Motor listrik dengan fitur riding mode kini semakin berkembang dan tidak lagi sekadar gimmick. Hal ini dibuktikan melalui uji touring jarak jauh Jakarta–Bogor sejauh 122 kilometer yang menunjukkan kemampuan nyata teknologi tersebut.

 

Dalam pengujian ini, motor listrik dengan riding mode diuji langsung di berbagai kondisi jalan, mulai dari jalur datar hingga medan menanjak. Hasilnya cukup mengejutkan, terutama dari sisi efisiensi baterai dan performa berkendara.

 

Motor listrik dengan riding mode ini memiliki dua pilihan utama, yakni High Regen dan High Torque. Kedua mode tersebut menawarkan karakteristik berbeda yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan pengendara, baik untuk efisiensi maupun performa.

 

High Regen: Hemat Energi dengan Teknologi Regeneratif

 

Mode High Regen menjadi salah satu fitur unggulan pada motor listrik ini. Fungsinya adalah untuk menghemat baterai dengan memanfaatkan teknologi regenerative braking, yang mampu mengubah energi kinetik saat pengereman menjadi energi listrik.

 

Energi yang dihasilkan kemudian disimpan kembali ke dalam baterai. Teknologi ini mirip dengan yang digunakan pada mobil listrik modern, sehingga meningkatkan efisiensi penggunaan energi secara keseluruhan.

 

Dalam pengujian di jalur menurun kawasan Bogor, indikator baterai bahkan tercatat meningkat hingga 2 persen. Hal ini menunjukkan bahwa sistem regeneratif benar-benar bekerja dan memberikan manfaat nyata.

 

Namun, mode ini memiliki konsekuensi pada kenyamanan berkendara. Tarikan gas terasa lebih berat, dan kecepatan dibatasi di kisaran 60 km/jam. Oleh karena itu, mode High Regen lebih cocok digunakan untuk perjalanan santai atau saat ingin menghemat daya baterai.

 

High Torque: Performa Tangguh di Segala Medan

 

Sebaliknya, mode High Torque memberikan pengalaman berkendara yang jauh lebih agresif. Akselerasi terasa instan dengan torsi besar yang mampu melibas berbagai kondisi jalan, termasuk tanjakan.

 

Dalam mode ini, motor listrik mampu mencapai kecepatan hingga 100 km/jam dengan relatif mudah. Hal ini menjadikannya pilihan ideal bagi pengendara yang mengutamakan performa dan kecepatan.

 

Selama touring Jakarta–Bogor, mode High Torque menjadi favorit karena memberikan kenyamanan saat melaju di jalan raya maupun saat menghadapi medan berat.

 

Meski demikian, penggunaan mode ini secara terus-menerus memiliki dampak pada konsumsi baterai. Jika sering digunakan dengan kecepatan tinggi dan akselerasi penuh, daya baterai akan lebih cepat terkuras.

 

Fleksibilitas Berkendara Jadi Nilai Lebih

 

Keunggulan utama motor listrik dengan riding mode ini terletak pada fleksibilitasnya. Pengendara dapat dengan mudah beralih antara mode High Regen dan High Torque sesuai kebutuhan.

 

Namun, ada syarat yang harus dipenuhi saat mengganti mode, yakni kecepatan kendaraan harus berada di bawah 30 km/jam. Tombol pengaturan mode sendiri terletak di bagian kanan setang, sehingga mudah dijangkau saat berkendara.

 

Fitur ini memberikan pengalaman berkendara yang lebih dinamis, karena pengendara bisa menyesuaikan performa motor dengan kondisi jalan secara real time.

 

Layak untuk Touring Jarak Jauh?

 

Hasil pengujian menunjukkan bahwa motor listrik dengan riding mode ini tidak hanya cocok untuk penggunaan dalam kota, tetapi juga mampu diandalkan untuk perjalanan jarak jauh.

 

Dengan total jarak tempuh 122 km dalam sekali perjalanan, motor ini membuktikan bahwa kendaraan listrik kini semakin siap menjadi alternatif utama transportasi harian.

 

Teknologi regenerative braking dan pilihan mode berkendara menjadi faktor kunci yang membuat performanya lebih optimal dibandingkan motor listrik konvensional.

 

Ke depan, inovasi seperti ini diprediksi akan semakin banyak diadopsi oleh produsen kendaraan listrik, seiring meningkatnya kebutuhan akan kendaraan yang efisien, ramah lingkungan, dan bertenaga.

Editor : Ingge Nayla Ayu Karina
#motor listrik jarak jauh #Motor Listrik Riding Mode #Motor Listrik Jakarta Bogor #Regenerative Braking Motor Listrik #fitur motor listrik modern